Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘perhiasan’

Madrid-Spanyol.Mungkin tak pernah terpikir bahwa suatu saat kita akan dapat mengunjungi Negara orang let’s see di belahan benua terjauh dari benua Asia (yaitu Benua Eropa). Kota Madrid yang berdiri pada 1561 diakui oleh Philip II sebagai ibukota negara Spanyol. Sejak jaman dulu dipercaya bahwa Madrid ditemukan oleh Ocnus, Raja Roman yang juga merupakan salah satu anak dewa. Madrid adalah salah satu saksi bisu kehadiran budaya Islam yang akhirnya tergeser oleh invasi Kristen pada awal abad 10. Sembilan kemudian tepatnya pada Abad 19 dimulai dengan adanya invasi bangsa Perancis ke beberapa negara di Eropa termasuk Madrid. Hal ini menyebabkan sepertiga dari kegiatan perkembangan kota Madrid terpaksa terhenti. Para kaum borjuis mulai ikut andil dalam perkembangan kota Madrid. Mereka mulai mengambil alih beberapa properti dan mengembangkannya sesuai keinginan mereka. Namun di lain pihak, kejadian tersebut justru menguntungkan kota Madrid dalam hal perkembangan kota. Banyak jalur dan jalan-jalan baru mulai dibangun, sebagai fasilitas umum. Selain itu alun-alun di beberapa titik kota juga dibangun sesuai perencanaan kota diimbangi dengan penyediaan perumahan, bangunan-bangunan fasilitas umum untuk mencapai kebutuhan penduduk yang terus berkembang. Bangunan fasilitas umum tersebut diantaranya adalah bangunan the Congress, the Senate House, the Stock Exchange, the National Library, the Bank of Spain, yang kesemuanya terdapat di pusat kota Madrid dan dimaksudkan untuk mendukung aktifitas kota sehari-hari.

Terlepas dari apapun konflik apapun yang mengiringi perjalanan umat manusia di Spanyol, Kota Madrid adalah kota yang sangat Indah dengan bangunan-bangunan tua peninggalan pemerintahan Philip II (Abad 10), serta bangunan dari the Castro Plan yang dibangun th 1860 yang membawa Madrid sehingga dikenal dengan 3 daerah lingkupan, yaitu kota tuanya, perkembangan baru, dan daerah pinggirannya. Dari keseluruhan perkembangan kota Madrid dalam abad 19, dapat ditelusuri bahwa pembentukan kota secara menyeluruh dan pembangunan istana-istana di lingkungan pusat kota dilaksanakan oleh kaum borjuis yang datang ke Madrid. Bentuk-bentuk arsitektural yang disajikan merupakan bentuk ekletik yang mengutamakan citra dan rasa individual para pendatang tersebut.

Sebagai contoh di dalam distrik baru yaitu Salamanca dan Arguelles dimana pengembangannya dilaksanakan oleh Salamanda dan Pozas, serta distrik-distrik di daerah Las Salesas, Los Jeronimos dan Recoletas, dimana para kaum borjuis di Madrid menemukan untuk pertama kalinya daerah permukiman bagi mereka. Mulai dari daerah inilah berkembang masyarakat menengah ke atas dimana mereka tergolong kelas pekerja yang lingkungannya hanya mencakup daerah tempat tinggal mereka dan pusat kota Madrid. Sementara itu agak menepi, terdapat daerah permukiman masyarakat menengah bawah yang juga tergolong masyarakat miskin. Di daerah ini hunian merupakan tipikal corralas, yaitu hunian yang mengelilingi sebuah patio atau halaman kecil.

Perkembangan Madrid baru

Sejak tahun 1960, ketika penduduk Madrid sudak mencapat 2 juta orang, dengan perencanaan stabilisasi, Madrid memasuki periode perkembangan yang dimaksudkan untuk membuat kota tidak dapat dijamah oleh kendaraan. Jalur bulevard dihilangkan, flyovers dan parkir kendaraan bawah tanah mulai dibangun dibeberapa titik pusat kota. Sampai akhirnya, pada dekade berikutnya, karakter kota berubah dengan menjadikan Madrid lebih layak huni bagi penduduknya. Daerah-daerah distrik mulai dikenalkan, rencana khusus yang bertujuan untuk melindungi warisan arsitektur kota digulirkan, sirkulasi kendaraan di pusat kota dibatasi dan transportasi umum ditingkatkan. Aplikasi dari perkembangan kota Madrid ini nyatanya berhasil dan menjadikannya kota paling indah dan nyaman untuk dikunjungi di negara Eropa. Dimana telusuran arsitektur bersejarah kota dengan jalan-jalan baru dan modern avenue tersajikan secara harmonis. Saat tiba pertama kali di pusat kota Madrid, kesan pertama yang akan diterima pengunjung adalah bahwa kota ini penuh kesibukan dan aktifitas. Namun tidak dapat ditinggalkan disini bahwa pengalaman yang sangat menakjubkan dari kota Madrid adalah dengan memiliki kesempatan menelusuri sepanjang jalan pusat kota Madrid.

Berikut dibangunnya Bandara Internasional Barajas adalah bandara yang terdapat di Madrid dan merupakan pusat dari Iberia Airlines. Bandara tersebut menjadi pintu gerbang utama ke Semenanjung Iberoa dari Eropa, Amerika, dan belahan dunia lain dengan arus penumpang sebesar 40 juta orang per tahun. Juga Stasiun kereta api utama di Madrid adalah Atocha dan Chamartin. Fokus utama pembangunan infrastruktur di Spanyol adalah sebuah jaringan rel kecepatan tinggi, Alta Velocidad Española (AVE) dengan tujuan membuat kota-kota penting berjarak maksimal hanya 4 jam dari Madrid dan 6 jam dari Barcelona. Kota-kota yang terhubung dengan stasiun Atocha dalam jaringan ini antara lain Seville, Toledo, Zaragoza, dan Lleida. Barcelona dan Malaga akan terhubung pada 2007.

Batu Mulia Indonesia nampang di Madrid

Rupanya Batu Mulia dari Indonesia juga sempat mampir juga dalam event yang diselenggarakan tahunan ini. KBRI Madrid bekerjasama dengan Mutumanikam Nusantara dan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI, menggelar pameran perhiasan dan produk budaya Indonesia, bertempat di KBRI Madrid, Calle Agastia No 65. Sejumlah besar koleksi perhiasan mutumanikam akan dipamerkan dalam pameran ini seperti gelang, cincin, kalung, anting-anting, bros dan perhiasan lainnya. Satu andalan yang dipamerkan adalah koleksi mutiara yang berkualitas. Koleksi mutiara ini dibuat oleh para pengrajin Indonesia dengan disain yang disesuaikan dengan selera internasional. Selain mutiara, Indonesia sendiri memiliki kekayaan melimpah ruah batu-batu mulia termasuk mutiara dengan lokasi budidaya mutiara seperti di kepulauan Maluku dan Lombok. Batu Mulia yang ditampilkan diantaranya Batu Safir, Baca, Kecubung, Kalimaya Banten, dan beberapa akik seperti Sulaiman, Yaman, dan lain-lainnya. Batu Mulia dari Indonesia menjadi perhatian tersendiri dari para pengunjung yang kagum akan keindahan bebatuan yang berasal dari Indonesia….Hiduplah bangsaku hiduplah negeriku Jayalah Indonesiaku….

Read Full Post »

Pedagang akik di tengah kota Jogja

Jogjakarta. Berjalan atau berkunjung ke kota Jogjakarta memang kurang lengkap kalau tidak merasakan Gudeg plengkung atau belum beli oleh-oleh bakpia pathok 75. Tapi alangkah lebih tidak lengkapnya lagi bagi penulis adalah bila belum berkunjung dimana para pedagang akik berada hehehe

Setelah berjalan kaki sekitar 30 menit menyusuri jalanan Malioboro yang penuh dengan para turis domestik, akhirnya penulis menjumpai perempatan besar menuju Alun-alun utara kota Jogja. Persis di sebelah Benteng Vredenburg kita menjumpai deretan para pedagang akik, tepat berseberangan dengan gedung Kantor Pos besar Jojakarta. Unik memang, dan tidak biasa para pedagang akik memiliki tempat berjualan dipusat kota. Biasanya para pedagang akik begini menjadi kelompok marginal yang dipinggirkan pemerintah setempat. Tengoklah di Jakarta, Surabaya, dan kota lainnya.

Tapi khusus di Jogja ini rupanya para pedagang akik disini dapat bernafas lega karena mendapatkan angin segar dengan diijinkan menempati tempat di jalan protocol dan disebelah tempat wisata tengah kota. Luar Biasa. Hidup Sri Sultan Ngayogyakarta!!!

Kira-kira ada sekitar 10 pedagang akik disini, yang rata-rata berasal dari Madura (Bangkalan, Sampang, Sumenep, Kamal). Tidak hanya batu Mulia dan batu Akik yang mereka tawarkan, mereka juga menawarkan ikat (ring) akik, dan tasbeh, serta sebagiann menawarkan benda-benda bertuah seperti keris, pring pethuk, geliga kelapa, graham macan, dan sebagainya. Dari jenis dan kualitas Batu Mulia atau akik yang ditawarkan memang untuk segmentasi kelas menengah keatas. Kecenderungan sasaran pasar mereka adalah menengah ke bawah. Hal ini disebabkan peminat batu di jogja yang datang ke stand mereka tidak mencari batu Mulia yang harganya cukup mahal, tapi umumnya mencari batu akik yang harganya 10 ribuan hingga 20 ribuan. Jarang disini ditemukan Batu Mulia dengan kualitas wahid. Kalaupun ada yang kualitasnya sekedarnya saja. Batu Mulia yang ditawarkan disini dengan kualitas alakadarnya adalah safir burma, Topas (sintetis), Mirah Siam, Ruby, dan lain-lain. Yang paling banyak ditawarkan adalah dari golongan batu akik, seperti pirus, tapak jalak, sulaeman, wulung, pancawarna, dan lainnya. Pasokan barang dagangan mereka biasanya didapat dari pedagang martapura, atau dari Jakarta yang datang ke Jogja dengan membawa batu borongan yang cukup banyak dan murah. Jadi mereka dipasok tanpa harus lelah-lelah berkulak batu ke Jakarta yang terkenal padat macet, panas, kanibal, serta macet.

Tak lelah melihat-lihat dan berbincang dengan para pedagang, penulis dapat menyimpulkan harga rata-rata batu yang ditawarkan adalah antara Rp 25.000 – Rp 75.000 untuk yang masuk golongan batu Mulia (walau sebagian yang ditawarkan adalah batu Sintetis). Tapi untuk yang batu akik kisaran harga mulai Rp 10.000 – Rp 50.000 tanpa melihat kualitas bagus atau tidak. Dilihat dari sizing omzet yang didapat perhari, terlihat bahwa sebenarnya mereka ini termasuk golongan pedagang yang tetap eksis menggerakkan mikro ekonomi dikalangan rakyat menengah ke bawah yang sebetulnya memiliki prospek yang cukup lumayan ke depan. Tinggal saja perhatian dari pemerintah kota sejauh mana untuk membantu mereka lebih kencang lagi berlari.

Angkringan sebagai Ikon Kota Jogja

Setelah berjalan dan melihat-lihat dagangan batu akik, penulis berjalan balik arah menuju salah satu sudut Malioboro yang sempat menjadi garis demarkasi penarikan pasukan belanda saat serangan Jogja tahun 1949 (samping Hotel Garuda Malioboro). Tepat 5 meter disebelah prasasti itu berdiri Angkringan (nama khas sebutan untuk pedagang makanan). Angkringan di Jogja sudah bukan lagi sesuatu yang aneh atau unik. Mungkin sejak jaman revolusi fisik sudah ada yang namanya Angkringan. Dan ternyata konsep Angkringan ini sudah merambah sampai kekota-kota lain seperti Jakarta, Bandung, Magelang, Klaten, dan kota lain. Entah siapa yang mencetuskan nama atau ide konsep angkringan ini, sampai sekarang tak satupun orang tahu.

Yang jelas konsep ini sudah banyak membantu menggerakkan ekonomi rakyat yang tak pernah diperhatikan oleh pemerintah. Terseok dan akhir tetap bangkit dan berjalan walau tertetaih-tatih. Itulah Angkringan.

Disalah satu Angkringan sudut kota ini penulis melepas lelah dan penat hidup yang menggelayut di pundak. Sembari menikmati sebatang rokok, penulis memesan 1 gelas teh hangat, dan mengambil 1 bungkusan nasi kecil yang biasa disebut nasi kucing (karena ukurannya yang cukup kecil). Setelah dibuka, lauk yang tersedia cukup 1 jenis (biasanya oseng-oseng atau kering tempe).

Menikmati indahnya mentari sore di Malioboro sambil melihat-lihat orang-kendaraan yang sibuk lalu lalang meramaikan suasana Malioboro, penulis mulai menikmati nasi kucing yang sudah berada dihidangkan. Cukup 5 suapan, rupanya nasi sebungkus telah habis hehehe namanya juga nasi kucing. Tapi jangan salah. Bukan berari Angkringan adalah komoditi rakyat jelata…tapi banyak juga Angkringan yang sudah lengkap dengan fasilitas Hot-Spot dengan gratis Wi-fi. Jadi rupanya ini adalah sebagian dari upaya untuk diversifikasi layanan untuk meraih segmentasi yang lebih tinggi. Harga makanan yang ditawarkan di Angkringan ini sangat murah sekali, dengan nasi sebungkus, 1 sate usus, 2 gorengan, dan segelas teh manis, penulis cukup membayar Rp 4.000,- !!! Murah, perutpun kenyang.

Terlepas dari murah atau tidaknya harga sebuah barang, kita perlu acungkan jempol dan angkat topi untuk para pedagang Angkringan yang rela mengambil untung alakadarnya sehingga sebagian rakyat ini masih bisa menikmati kebutuhan pokok yaitu makan dengan harga yang sangat terjangkau. Salut untuk para pedagang Angkring yang tetap setia melestarikan serta membentuk hukum pasar yang stabil terkait dengan harga yang saat ini menjadi isu sensitif bagi rakyat. Hidup Jogjakarta, Hidup Kraton Ngayogyakarta. Salam kepada para pecinta Batu Mulia, Batu Akik, dan pecinta Rakyat!!!

Read Full Post »

Seputar Azimat dan Benda bertuah

Banyak kita dengar keunikan yang berada di bumi Indonesia ini, baik dari sisi social, budaya, dan kemasyarakatannya. Terlepas dari banyak sedikitnya sisi negative atau positif, baik yang sengaja di scenario ataupun tidak untuk semakin mengecilkan posisi Indonesia dimata dunia, kita patut bersyukur bahwa kita masih bisa bebas berekspresikan segala sesuatu dalam rangka menghabiskan waktu selama hidup di Indonesia ini. Banyak beredar info yang sering membuat masyarakat Indonesia ini menjadi bingung dan menjadi salah tanggap adalah bahwa Batu Akik selalu identik dengan benda-benda mistis, bertuah, syirik, musyrik, Sihir, Gaib, dan sebagainya. Padahal tidak semudah itu seharusnya masyarakat kita menghakimi tentang sesuatu. Tengok dulu esensinya, baru boleh berpendapat tentang syirik, musyrik, dan sebagainya. Karena orang yang gemar bebatuan karena keindahan batu tersebut apakah juga masuk sebagai kategori manusia yang syirik terhadap Tuhannya? Ya tentu saja tidak demikian adanya.

Benda-benda mistik atau pusaka, atau azimat, atau benda bertuah adalah kata yang tak asing dikeseharian kita. Iklim masyarakat Indonesia yang heterogen memungkinkan budaya zaman Megalithicum atau apapun budaya masa lampau masih lestari berkembang ditengah masyarakat yang serba modern dengan segala kecanggihan sistem telekomunikasi dan Internet. Hal-hal yang nyata dan hal-hal yang Gaib adalah ibarat sendok dan garpu alias mereka berdampingan dalam kehidupan manusia. Kembali kepada manusianya, jalan mana yang dipilih dalam menyikapi Qodrat Illahi ini. Benda-benda bertuah atau apapun namanya seperti yang sering kita dengar memiliki banyak ragam jenisnya. Ada yang terbuat dari batu, kayu, logam, kain, kulit dan kertas. Tuah/Khasiat/Kegunaannya pun beragam. Yang menjadi pertanyaan adalah apa sebenarnya rahasia dibalik benda benda mistik tersebut sehingga memiliki kekuatan ghaib?, bahkan ada yang bentuknya sangat mustahil untuk dipercaya bahwa memiliki tuah mistis yang ampuh, misal berbentuk sehelai benang seperti yang biasa kita lihat di tukang jahit, atau batu kecil yang tak memiliki penampilan yang memikat baik warna, tekstur, dan keindahan yang lain.

Sebagai pengetahuan pembaca, info didapatkan bahwa yang disebut jimat/azimat/benda bertuah/benda mistik ada 6 (enam) jenis :

1. Audha, atau perlindungan. Biasanya digunakan utk kekebalan atau penangkal serangan ilmu hitam, atau digunakan sebagai pelindung negara dalam jangkauan yang lebih luas.

2. Hijab, atau pembatas/pemeleh. Biasanya dipakai untuk membuat musuh

tidak melihat keberadaan kita atau tidak melihat rumah/bangunan yang dimaksud, selain itu dipakai utk memblok serangan ilmu hitam

3. Hirz, atau penjaga dari Syaitan. Digunakan oleh para pemburu binatang dihutan atau sebagai Azimat penjaga rumah

4. Nafra, berguna utk mengusir mahluk halus jahat. Biasa dipasang di kalung anak kecil agar tidak sering mengganggu anak-anak atau sebagai Jimat rumah

5. Wadh, berguna untuk memperjelas sebuah perkara. Dipakai utk membuka mata batin utk sementara guna dipakai melacak suatu perkara yg cukup rumit.

6. Tamima, berguna untuk melengkapi. Azimat ini biasanya digunakan untuk melengkapi unsur bathin seseorang yg tidak lengkap misal seorang pimpunan daerah.

Segala ilmu dan kekuatan adalah berasal, dan bertasbih pada Allah SWT

Tertuang didalam buku hakekat akal Jasmani dan Rohani, Azhari, Azizi Samudra dan Setia Budi diterapkan bahwa Materi dan system tubuh hewan juga bertasbih kepada Allah SWT. Pada al-quran dijelaskan bahwa semua yang dilangit dan dibumi bertasbih kepada Allah, juga termasuk struktur tubuh… mengikuti sunahtullah. Teori atau paham dinamisme menyebutkan bahwa, segala sesuatu di alam ini memiliki kekuatan yang dianggap sebagai magis (kekuatan gaib). Magis dapat mempengaruhi manusia maupun mahluk hidup selain manusia. Dan hal-hal yang gaib adalah bagian dari sunatullah, (hukum alam ciptaan Alah SWT). Padahal gaib itu adalah ilmiah dan nyata…

Definisi umum menjelaskan bahwa gaib adalah sesuatu yang tersembunyi atau tidak dapat dilihat oleh panca indra lahiriah. Orang yang dapat melihat sesuatu seperti atom atau virus, dia melihat fakta, pandanganya sampai pada dimensi tersebut (ibid 60-63). Adanya semacam aura, energi hawa dingin dalam benda-benda, termasuk hal yang gaib. Bagi mereka yang tembus pandang atau indra keenamnya berfungsi dengan baik, akan dapat melihat melalui ilmunya akan adanya cahaya yang keluar melalui benda tersebut. Hawa aura dingin ini selalu mencari atau menyerap hawa panas yang muncul dari emosi seseorang. Sifat alami dari hawa dingin benda-benda inilah yang selanjutnya diolah untuk media atau sarana menyerap emosi. Orang yang diliputi hawa nafsu emiosi cendrung memancarkan atau mengeluarakan hawa panas. Nah ketika ada orang yang membawa benda-benda bertuah yang memiliki hawa dingin maka emosinya akan tertuju ke orang yang membawa benda tersebut. Begitu juga dengan orang yang mempunyai keinginan memiliki materi, nafsu kebendaan misalnya ingin membeli sesuatu seperti handphone, rumah, pakaian bagus. Pada saat keinginan memiliki atau membeli materi itu menguat, sebenarnya dalam jiwa orang tersebut sedang dipenuhi hasrat emosi untuk memiliki atau menguasai sesuatu. Demikianlah kira-kira mekainisme kerja benda bertuah tersebut. Dari ulasan diatas, tak dapat dibantah lagi bahwa hal-hal tersebut sudah menjadi Sunnatullah, dan tentu saja sumber kekuatan semua ini dari Allah SWT.

Bagaimana energi dapat diserap dan berdiam sebagai energi pada Benda-benda bertuah/mistik/azimat/dan sebagainya sehingga seolah-olah menjadi kekuatan independen?. Proses transfer energi pada suatu benda yang natural sehingga menjadi benda bertuah/mistik.ghaib/dan sebagainya dapat melalui beberapa mekanisme sebagai berikut :

1. Benda yang melalui proses pengisian secara alami. Dalam khasanah pengetahuan budaya di Indonesia, ada kita dengar dan kita kenal dengan lokasi keramat/wingit, lokasi seperti ini biasanya terbentuk secara alami juga, antara lain sudut hutan, lembah, delta, sungai atau makam tokoh sakti/penyebar agama. Beberapa benda benda yang berada disekitar lokasi tersebut biasa terkena radiasi medan enargy ghaib sehingga ikut memiliki kekuatan ghaib.

2. Benda yang melalui proses pengisian aktif (Benda penyerap energi). Beberapa benda antik kadang dapat menyerap energi ghaib secara otomatis, biasanya benda ini telah berusia ratusan tahun dan tersimpan di tempat yang sangat rahasia. Bentuknya dapat saja berupa keramik kuno, perkakas logam, kayu/batu berukir, perhiasan bahkan kunci pintu & gembok.

3. Benda yang keberadaannya pada waktu dan asal yang tidak biasa (langka). Beberapa azimat diambil dari tempat tempat aneh atau berasal dari sebuah situasi langka. Seperti kerikil dibawah ayam atau kucing yg bersetubuh malam jumat, rumput di sungai kering, akar pohon yg dijadikan sarang elang, tanduk kerbau yg mati di kubangan, ulekan batu yg bocor, tanah yang berada diantara air seni dan air besar, dll

4. Benda yang terdapat pada binatang yang diberkahi. Beberapa binatang yang memiliki IzinNya sebagai pembawa berkah sesuai habitat mereka, bila ada manusia yg dapat merebut atau mendapatkannya maka berkah tersebut dapat dijadikan azimat ampuh seperti: tanduk kucing, mustika lingsang, rantai babi, tulang rawan dan kulit harimau, kulit kerbau londoh (Albino). Organ tubuh beberapa unggas seperti: Pelatuk bawang, burung hantu, gagak dan Elang, Gigi graham macan, dan sebagainya

5. Benda dari tumbuhan yang diberkahi. Beberapa tumbuhan diizinkan tuhan memiliki berkah yang dapat dijadikan azimat oleh manusia. Seperti: Buluh perindu, mawar hitam, kayu naga sari, kayu setigi, galih kelor, akar bahar, bambu petuk, galih kelapa, dan sebagainya.

6. Benda yang berasal Batu batu alam. Benda yang paling umum digunakan para praktisi mistik karena hawa atau sifatnya adalah batu alam, karena sifatnya dari alam yang memungkinkan energi berada dalam strukturnya.

7. Benda isian. Benda yang diberikan oleh tokoh spiritual kepada orang yang mencari solusi mistik. Bentuknya sangat beragam karena kadang dapat berupa apa saja dan berasal dari mana saja, kadang berupa logam, kayu atau akik.

8. Benda Rajjahan. Kadang terbuat dari kertas, kulit, batu atau kayu. Benda ini berisi tulisan tulisan huruf arab, sangsekerta, atau huruf lontar. Huruf-huruf ini merupakan password/sandi bagi para pasukan ghaib agar menolong pembawanya, sesuai program yang terrajjah. Bahkan ada rajjah atau simbol yang ditakdirkan memiliki kekuatan ghaib, contohnya huruf arab. Setiap rajah diizinkan tuhan untuk dikawal oleh 3 khaddam. Oleh para praktisi mistik huruf-huruf ini dimodifikasi sehingga menjadi formula mistik yang fantastik. Contohnya sebuah kertas yang dirajjah dapat digunakan sebagai azimat kebal, penggunanya dengan izin tuhan akan tidak mempan dibacok, diiris atau ditombak dengan besi yang sangat tajam/runcing sekalipun, apabila memegang rajjah tersebut. Tapi setelah rajjah terlepas dari tangan, yang mungkin badan tak akan mempan senjata tajam.

Manusia mudah tergelincir dalam memahami hal-hal yang bersifat kanuragan ini. Umum manusia menganggap bahwa azimat tersebutlah yang mengakibatkan terjadinya keajaiban dan kekuatan tersebut sehingga cenderung bersandar pada kekuatan benda-benda tersebut dan akhirnya jauh dari Allah SWT. Karena seringnya terjadi kesalahan pada pengguna azimat sehingga sebagian besar ulama melarang penggunaan azimat. Karena manusia rentan menyimpang dari sisi ke-tauhid-an kepada Allah SWT.

Sooo….apakah Batu Akik selalu dinobatkan sebagai benda bertuah yang dapat mengakibatkan manusia lupa akan sumber kekuatan pada batu akik tersebut?? Jawabannya bisa Iya bisa Tidak. Tergantung pada cara pandang manusia melihat dan memahami keberadaan akik tersebut…

Read Full Post »

Selama dalam perjalanan mengenal bebatuan, ya batu Mulia ataupun batu Akik, mungkin kita pernah mendengar batu Akik yang namanya Tiger’s eye. Disebut Tiger’s eye, karena corak batu yang mirip dengan mata macan. Hal ini mengingatkan kita pada batu Mulia yang disebut dengan Cat’s eye (mata kucing) karena kemiripan kilaunya mata kucing dimalam hari. Tiger’s eye merupakan quartz dengan corak-corak yang berbelang-belang.Warna ini memberikan warna dan corak yang menarik pada batuan quartz ini.. Tiger’s eye mempunyai kekerasan 7 pada skala Mohs, dan menampilkan ciri-ciri “chatoyancy” (cat’s eye). Atau sederhananya adalah Tiger’s eye adalah batuan dengan kilauan cahaya yang kelihatan seperti mata macan apabila dipotong dan digosok.

Dipasaran, Tiger’s eye biasanya memiliki berwarna kuning bersama warna hitam dengan campuran warna coklat serta oren. Selain itu, terdapat juga warna lain seperti biru yang dikenali sebagai hawk’s eye, merah yang dikenali sebagai bull’s eye, dan pietersite (gabungan hawk’s eye, bull’s eye, dan tiger’s eye). Dari segi nilai, hawk’s eye lebih bernilai diikuti bull’s eye dan tiger’s eye. Pietersite juga mempunyai nilai yang tinggi kerana sangat jarang dijumpai. Harga Tiger’s eye tidak semahal Cat’s eye. Kisaran sekitar Rp 200.000,- sampai Rp 750.000,- tapi harga ini tidak mengikat, karena penulis bisa mendapatkan harga dibawah Rp 200.000,- saat berburu batu ini. Menurut info, Tiger’s eye mempunyai beberapa nama, yaitu Yellow tiger’s eye yang memiliki warna kuning, red tiger’s eye yang memiliki warna merah (atau bull’s eye), dan blue tiger’s eye yang memiliki warna biru (hawk’s eye). Selain itu, bull’s eye juga memiliki warna mahogany (warna coklat kemerahan) dan sebagian orang menyebut dengan nama ox’s eye. Beberapa gemologist memberi nama yang berbeda untuk Tiger’s eye ini. Tiger’s eye dikenali sebagai Crocidolite, Pseudocrocidolite, atau Griqualandite (merujuk kepada garisan warna kuning pada batuan quartz tiger’s eye yang dijumpai di Griquatown, Afrika Selatan), bull’s eye sebagai Binghamite (Cuyunite), dan hawk’s eye dikenali sebagai Rodusite (Russia). Di Australia terdapat Tiger iron – satu nama bagi tiger’s eye yang berasal dari batuan quartz, jasper merah dan hematite, dengan struktur microcrystalline (kristal yang bersifat halus). Tiger iron dijumpai di dalam bijih besi dekat Port Hedland, Barat Australia yang mempunyai gabungan warna kuning, hitam, coklat, merah dan dengan sedikit warna kehijauan. Bagi sesetengah orang pula Wolf’s-eye merupakan gabungan tiger’s eye dan hawk’s eye (warna kuning, biru, dan hitam). Seperti yang dinyatakan diatas pietersite pula merupakan gabungan ketiga-tiga jenis batu; hawk’s eye, bull’s eye, dan tiger’s eye. Falcon’s eye yang dipanggil di Jerman pula merujuk kepada hawk’s eye. Di China, Golden Chinese tiger’s eye merujuk kepada tiger’s eye (warna kuning).

Batu Tiger’s eye dan familynya banyak dijumpai di Australia, Afrika Selatan, India, Myanmar, Sri Lanka, Brazil, dan California. Pietersite, dijumpai di Namibia dan Daerah Hunan, China. Deposit baru tiger’s eye dijumpai di Arizona dengan warna yang menarik dan ciri-ciri fisikal yang translucent (separa transparent). Para penggemar batu harap berhati-hati karena Tiger’s eye juga dibuat sintetis alias immitation (tiruan) yang kebanyakannya dari China. Begitu juga beberapa jenis batuan quartz yang mempunyai cathoyancy (cat’s eye) yang dihasilkan daripada kaca untuk dibuat bebola kristal dengan pelbagai warna seperti hijau, biru, merah, kuning dan sebagainya. Forsterite (Mg-olivine) – sejenis produk sintetik olivine dipasarkan dengan nama “rodusite”. “Harlequin stone” adalah nama “bagi produk tiruan dengan warna crocidolite.” Selain itu, terdapat juga proses melunturkan warna tiger’s eye dan hawk’s eye ke dalam acid bagi membentuk grey tiger’s eye yang berwarna kelabu. Biasanya acid hidroklorik atau asid ozalic digunakan. Mungkin kita tidak mengetahui terdapat beberapa jenis tiger’s eye yang tidak dipasarkan dengan nama tiger’s eye. Carlifornia Tiger’s eye yang mempunyai warna biru kelabu mempunyai cathoyancy yang terhasil daripada silika digelar Placer Country Tiger’s eye. Batu ini mempunyai kandungan fiber tremolite yang besar. Walaupun begitu, batu ini lebih menyerupai silk-stone dan tidak dipanggil tiger’s eye dalam pasaran. Bagi anda para penggemar bebatuan, tak ada salahnya bila melengkapi koleksi keindahan batu anda dengan menyelipkan 1 Tiger’s eye dalam kotak koleksi anda…

Read Full Post »

Batu Combong….hmmm agak aneh kedengarannya. Tapi bagi para peminat Batu Akik dan masyarakat yang lekat dengan hal-hal supranatural, istilah ini sudah tidak asing lagi dengan yang namanya Batu Combong. Batu Combong memiliki struktur fisik yang cukup aneh bila dilihat dari sisi atas dan bawah, karena Batu tersebut memiliki lobang (combong) yang tembus dari sisi atas ke sisi bawah batu. Dan lubang yang terbentuk ini adalah asli dari asal muasal batu tersebut.

Batu Combong umumnya dari jenis Batu Akik Sulaeman. Tapi ada juga dari Jenis kecubung yang sering disebut sebagai kecubung combong. Kecubung Combong ini sangat langka dibanding keberadaan Batu Akik Sulaeman yang combong. Adakah muatan gaib yang membawa Batu Combong ini berkhasiat menjadi batu pengasihan, atau yang lainnya?

Secara umum, Batu Combong memiliki cirri-ciri fisik yang khas, yaitu memiliki lubang di tengah, atau di pinggir penampang batu. Jenis Batu ini cukup banyak dijumpai di para penjual batu cincin di kaki lima. Umumnya dari Jenis Batu Akik Sulaeman. Dan belum pernah disebutkan yang masuk golongan batu Mulia tapi memiliki lubang/combing kecuali Kecubung (kecubung combong).

Seperti pada umumnya batu Akik, Batu Akik Combong memiliki kadar keras cukup rendah, yaitu antara 5 – 6 Mohs, hal ini dikarenakan memiliki mineral umum yang berupa cadas, serta ikatan antar molekul yang tidak seerat batu Mulia kelas-1. Mitos dan cerita mistik yang beredar adalah semua batu yang berlobang di tengahnya menyimpan tuah/khasiat tersendiri, terutama sekali untuk pelet atau pengasihan?

Selama ini, banyak masyarakat mempercayai dan mencari Batu Combong karena tuahnya. Walaupun batu Akik Combong cukup ini mudah kita temui dipasaran, tapi untuk mencari yang benar-benar bertuah dan memiliki khasiat tidaklah mudah. Karena untuk BAtu Akik Combong yang disebut benar-benar berkhasiat harus melalui serangkaian pengujian yang bersifat supranatural. Dilihat dari fisikal, banyak dipasaran Batu Akik berfisik Combong, tapi sebenarnya batu ini combongnya adalah buatan (bukan asli alam). Batu Combong menurut informasi berasal dari bahan yang mempunyai banyak unsur air, diantaranya:

1. Batu yang berasal dari bahan cadas kali atau pegunungan yang mempunyai warna kuning bercampur orange. Batu dengan ciri khas seperti ini mempunyai 3 pamor/ruas batu, yaitu : a. Pamor Sulaiman.b. Pamor Air Widuri dan c. Pamor Collono (mulus). Batu ini disebut Kinyang atau Kenanga.

2. Batu yang berasal dari mata air yang membeku dan mempunyai ciri khas warna hitam. Batu ini mempunyai dua pamor: a. Pamor Madu; dan b. Pamor Sulaiman.Batu ini disebut sebagai Yaman Jawa

3. Batu yang berasal dari dalam batu cadas. Dan biasa mempunyai warna putih gajih atau lemak. Batu ini mempunyai bermacam-macam pamor. Seperti: Urat Serabut, Urat Widuri, Urat Sumur Bandung, Urat Cempaka, Urat angka, dan lain-lain. Biasanya batu ini disebut Angkik.

Menengok keaslian Batu Akik Combong

Banyak penjual mengatakan Batu Akik Combong yang dijual sebagai Batu Combong yang asli memiliki lubang dari alam. Tapi tidak ada salahnya kita meneliti sebelum membeli karena saat ini banyak dijual Batu Combong yang Aspal (Asli Tapi Palsu). Ada beberapa cara untuk meneliti keaslian Batu Akik Combong :

– Apabila dipegang, Batu berasa berat dan didalamnya mempunyai serabut urat batu.

– Apabila Lubang dilihat dari dekat, lubang tersebut bersifat alami, bukan bikinan, seperti dikikir atau dibikin beraneka bentuk lubang.

– Permukaan lubang terlihat dan berbentuk kasar serta tidak mulus.

Mengenai Batu Akik Combong, ahli perbatuan Indonesia, Ir. Sujatmiko melakukan penelitian dan menyebutkan telah menemukan sesuatu pada sebuah bahan batu yang penuh dengan lubang. Di dalam Batu Combong yang dia lihat lewat kaca pembesar, banyak dilihatnya mkhluk hidup. Namun entah dari jenis apa. Yang pasti di dalam batu itu dihuni beberapa spesies yang sulit dipahami oleh akal kita.

Mungkinkah itu hanya sekedar keberuntungan atau memang nyata? Wallahu’alam. Tapi menurut dunia supranatural, Batu Combang yang asli memang mempercayai kekuatan yang bersumber dari makhluk gaib. Si makhluk bersemayam di dalam sebuah batu cincin tersebut. Informasi yang lain menyebutkan tabir rahasia dari tuah Batu Combong lewat ajaran dan ilmu para Ahli Hikmah terdahulu. Informasi menyebutkan bahwa di zaman para Wali Songo, Batu Combong banyak digunakan sebagai pengukur waktu jam untuk melaksanakan kewajiban sholat. Para Wali memahami Batu Combong pada masa itu dengan nama “Tuloq Ukur” (Batu Pengukur). Batu ini akan jadi penentu waktu lewat sinar matahari yang masuk lewat lobangnya. Baru setelah para Wali menemukan cara lain yang lebih simple tentang menentukan waktu. Batu Combong beralih fungsi menjadi batu kecil lewat asahan tangan para WaliAllah yang disebut dengan nama Angkik Jawa Sih Pingalem (Akik Jawa yang disukai). Mungkin dari asal nama inilah, sehingga batu ini mempunyai tuah atau berkhodam. Itulah sedikit dan sekelumit misteri dari Batu Akik Combong, walau masih ada beberapa informasi yang sedang dikumpulkan penulis.

Kembali lagi pada hakekat kekuatan, manusia, dan makhluk hidup, bahwa segala sumber kekuatan hanya dari Allah Ta’alaa, dan kepadaNyalah kita seharusnya bersandar.

Read Full Post »

Batu Mulia dan Batu Akik merupakan salah satu unsur perhiasan yang terkadang menjadi domain dalam setiap jenis dan pernik dari perhiasan yang berupa gelang, cincin, giwang, dan kalung. Sudah menjadi sesuatu yang biasa bila rakyat biasa, baik petani, pelajar, sampai pejabat di Indonesia ini memakai perhiasan yang mengikutkan unsur Batu Mulia dan Batu Akik. Tapi rupanya para Presiden Republik Indonesia dan para pejabat pemerintah lainnya juga gemar menggunakan Batu Mulia dan Batu Akik dalam agenda kegiatan kesehariannya. Ada sesuatu yang cukup unik bila kita memiliki waktu luang untuk memikirkan dan membayangkannya. Seorang Presiden yang pasti diliputi kesibukan yang sangat luar biasa, masih menyempatkan diri untuk menggunakan Batu Mulia dan Batu Akik yang melingkar dijari kiri atau sebelah kanan sebagai pelengkap penampilan sehari-hari.

Yang menjadi pertanyaan adalah hanya sekedar pelengkap penampilan, atau ada “sesuatu” dibalik batu Cincin yang dikenakan oleh Para Presiden kita? Coba kita tengok penampilan dari Presiden RI pertama, yaitu Soekarno. Menurut infonya beliau memiliki beberapa koleksi Batu Mulia dan Batu Akik, dan mungkin sekarang masih tersimpan rapi di Blitar. Kemudian Presiden RI kedua yaitu Soeharto. Presiden yang berkuasa 32 th ini rupanya juga mengenakan cincin yang melingkar di jari manisnya, Habibie, sebagai seorang scientist yang juga cendikiawan serta pakar teknologi tak luput dari kelengkapan penampilan dengan cincin Batu Mulia yang melingkar apik di jari manis sebelah kanan.

Kita tengok juga penampilan Mantan Presiden Gusdur, Megawati, dan Presiden kini yang terpilih yaitu SBY. Semua pemimpin Negara Indonesia ternyata menggunakan Batu Mulia dan Batu Akik dalam penampilan sehari-hari. Belum lagi para Wakil Presiden seperti Adam Malik, Umar W, Hamzah Haz, serta para calon presiden, seperti Agum Gumelar, dan Wiranto. Kembali kita bertanya, ada apa dengan Batu Mulia dan Batu Akik yang ternyata tidak hanya memiliki tempat di hati rakyat, tapi juga para pemimpinnya.

Mitos seputar Batu Mulia dan Batu Akik di lingkaran Pemimpin

Sudah menjadi berita umum, bahwa yang namanya Batu Mulia atau Batu Akik tidak hanya dipergunakan sebagai perhiasan, tapi juga memiliki suatu aura tertentu yang dapat mempengaruhi si pemakai saat berhadapan dengan khalayak ramai.. Maka dengan sekilas analisis singkat tersebut, maka cukup beralasan para pemimpin Indonesia juga senang dan berkenan memakai Batu Mulia dan Batu Akik menjadi bagian dari penampilan sehari-hari.

Negara Indonesia ini cukup unik, dan hal ini tidak lepas dari perjalanan sejarah Indonesia sejak jaman Pra Sejarah – Jaman Kerajaan – sampai dengan Jaman Reformasi seperti sekarang ini. Sejak jaman dulu yang namanya Indonesia memiliki cerita-cerita panjang tentang hal-hal yang bersifat supranatural, tengoklah Keris Mpu Sendok, Tombak Kiai Plered, dan sebagainya. Rupanya hal-hal supranatural itu tidak bisa lepas dari aktivitas beberapa elemen aktivitas walaupun tidak sepenuhnya hal itu diyakini.

Selain dari khasiat dan mitos yang menyertainya, pastilah para pemimpin tentu saja memiliki strata ekonomi yang berada di level 1, tak heran bila cincin yang dikenakan oleh para pemimpin kita pasti bukan sembarang cincin dan yang jelas harganya sangat mahal. Bayangkan , Batu permata jenis kelas satu seperti mirah delima (ruby) atau safir (blue saphhire) yang kualitasnya bagus, harganya tidak akan kurang dari US $ 200 per karat. Ukuran mata cincin yang dipakai pada umumnya tidak kurang dari 10 karat . Jadi minimal aksesoris tersebut berharga $2000 atau ekuivalen Rp.14.000.000. Ini belum termasuk tatahan berlian, dan logam yang digunakan untuk pengikatnya (biasanya emas putih, atau emas). Ditambah lagi fakta bahwa, harga suatu batu permata tidak hanya bergantung dari kualitas standard (warna, cacat, clarity ), tapi juga tergantung pada hal-hal yag sifatnya sangat-sangat subyektif, misalnya : “star” yaitu pola bintang pada pemantulan cahaya natural, pola “urat” batuan yang terkadang secara alamiah membentuk “gambar” tertentu , kepercayaan pemakai terhadap “khasiat” batu permata tersebut dstnya. Bisa jadi ini mungkin sisa-sisa kultur dinamisme yang masih eksis dimasyarakat kita Hebatnya, justru karena unsur-unsur subyektif ini, harga batu permata bisa berlipat-lipat dari harga yang ditaksir secara “standard”. Tidak heran bila ada seseorang yang “gila” terhadap batu permata tertentu, berani membayar milyaran rupiah terhadap batu permata yang disukainya. Walaupun secara “standard” harga, batu permata tersebut mungkin harganya”cuma” puluhan juta misalnya.

 

Pada saat Presiden Soeharto berkuasa, sudah menjadi rahasia umum, bahwa Soeharto adalah seorang yang percaya terhadap kekekuatan-kekuatan Supranatural. Ini direpresentasikan lewat adanya beberapa penasehat “spiritual” yang kebanyakan adalah “dukun-dukun” kejawen. Orang yang percaya pada kekekuatan Supranatural , umumnya juga percaya bahwa cincin batu “tertentu” akan punya “khasiat” tertentu. Yang jelas sewaktu Soeharto berkuasa, cincin mirah delima yang sering dipakai dijarinya adalah batu permata dengan kualitas kelas satu yang harganya jelas mahal. Karena bagi seorang nomor 1 di Indonesia tidak akan memakai barang sembarangan terkait harga apalagi kekuatan yang meliputinya.

Menjelang kepulangan Mantan Presiden Soeharto beberapa waktu lalu, beredar informasi bahwa Kyai Enung, nama aslinya Nurjaya, ahli spiritual dari Desa Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Dia meminta anak-anak Soeharto untuk mencari dan menemukan guru spiritual yang memberikan batu akik Ki Alip Cukur kepada Soeharto. Jika guru itu sudah meninggal, harus dicari pewaris ilmu sang guru.

”Kasihan beliau. Secara medis, seharusnya beliau sudah berpulang ke Rahmatullah (meninggal – red). Tetapi kepulangannya itu terhalangi batu akik yang telah menyatu dengan beliau. Batu akik ini harus dicabut oleh yang memasangnya atau pewaris ilmu guru tersebut,” demikian Kyai Enung menganalisis.Menurut penerawangannya, Soeharto punya sejumlah guru spiritual, namun yang paling berpengaruh pada kondisi kesehatannya adalah batu akik Ki Alip Cukur yang konon berwarna hitam. ”Batu ini diperoleh dari seorang guru spiritual di Jombang, Jawa Timur. Cobalah cari ke sana. Memang perkataan saya ini irasional, tetapi lebih baik anak-anak Pak Harto mencobanya seraya mengikhlaskan kepergian beliau,” katanya.

Dia memperkirakan Soeharto tidak memegang Batara Karang yang berpengaruh seperti mampu membuat segan pihak lawan atau orang-orang di sekitarnya dan ampuh untuk menghindari ”serangan-serangan gaib”. Batara Karang juga mempunyai ciri pemegangnya sulit meninggal, jika tidak dilepas oleh gurunya.

Batu akik yang dikenal dengan nama Ki Alip Cukur ini bisa dipakai sebagai perhiasan di cincin. Tetapi paling ampuh jika batu akik ini dijadikan bahan sebagai susuk yang dimasukkan ke dalam tubuh manusia. Karena digunakan bertahun-tahun, batu tersebut akhirnya menyatu dengan tubuh yang bersangkutan. Benar atau tidaknya Wallahu’alam.

Dikesempatan lain, coba perhatikan dijari Gus Dur kini ada satu cincin berwarna hijau (mungkin Zamrud) sewarna dengan Organisasi yang mengusung beliau menjadi Presiden yaitu PKB. Sedangkan Ibu Megawati cenderung menggunakan batu Cincin yang berwarna hitam (bisa jadi safir hitam).

Terlepas dari apa “khasiat” supernatural cincin Soeharto, Habibie, Gus Dur, Ibu Mega, sampai dengan SBY, dan sederet pejabat papan atas lainnya, yang jelas bagi saya batu permata sendiri cuma sekedar ikatan kimia antara beberapa elemen mineral batuan dan beberapa elemen logam, yang tersusun dalam struktur tertentu. Sedangkan ada tidaknya peran penting Batu Mulia terkait dengan kewibawaan dan kebijaksanaan beliau, Wallahu’alam. Semua kekuatan berasal dari Allah Ta’alaa dan kembali kepada Allah Ta’alaa…. 

Read Full Post »

Pulau Nusakambangan sangat dikenal sebagai Pulau yang berisi para tahanan kelas kakap di negeri ini. Tak kalah dengan di AS, Indonesia pun memiliki pulau penjara yang oleh para residivis se tanah air sebagai sekolah paling bergengi. Lulusannya berderet-deret dari berbagai jenis dan kelas tapi punya sertifikat kelas kakap.

Beberapa tokoh politik dan kriminal pernah berada disini seperti Kusni Kasdut (era 80-an), Jhony Indo (yang pernah melarikan diri dan berenang mengarungi lautan melewati ancaman kapal patroli dan ikan hiu – era 80-an), Tommy Soeharto, Bob Hasan, termasuk tersangka Bom Bali I-II, para napi GAM, dan banyak lagi.

Keangkeran Nusakambangan bahkan mengalahkan nama Cilacap. Maklum pulau dengan panjang sekitar 36 kilometer dan lebar enam kilometer, Nusakambangan sejak zaman Belanda dipakai untuk mengasingkan narapidana kelas kakap. Di pulau itu terdapat sembilan bangunan penjara peninggalan Belanda, yang dibangun antara tahun 1908 hingga 1912. Sekarang hanya tinggal empat penjara yang masih dipergunakan, yakni Penjara Besi, Batu, Kembangkuning, dan Permisan.

Karena resminya merupakan lembaga pemasyarakatan, akses wisata di tempat ini sangat terbatas. Belum seluruh pelosok pulau boleh dikunjungi wisatawan. Padahal, potensi Nusakambangan sebagai daerah tujuan wisata sangat menjanjikan, seperti lítala monumen Nusakambangan di Pelabuhan Sodong, pesanggrahan dan eks lembaga pemasyarakatan Buntu, Gua Pasir, Gua Kelelawar, Gua Bisikan, Gua Ratu dan Gua Putri, Kampung Laut, pantai Pasir Putih Permisan, Gua Kledeng dan bekas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Buntu. Selain itu ada Monumen Artlileri Benteng Pendem dan Mercusuar Cimiring, Cagar Alam Nusakambangan Timur, Gua Panembang, Gua Sikempis, Pulau Karangbandung, Gua Salak, Gua Ketapang, dan Gua Bantar Panjang, bekas penjara Nirbaya Gladagan, Cagar Alam Nusakambangan Barat dan Hutan Lindung Pohon Plalar.

Batu Akik dibalik Jeruji Besi

Di Balik penantian kebebasan, para narapidana banyak melakukan aktivitas-aktivitas, salah satunya adalah membuat kerajinan Batu Akik. Karena menjalani rutinitas dari balik terali besi tentu saja akan membuat jenuh para narapidana. Karena itu, untuk membunuh waktu hingga hari kebebasan tiba, mereka melakukan berbagai kegiatan yang sudah diagendakan oleh Lembaga Pemasyarakatan (LP), yang bersangkutan mulai dari pagi hingga petang hari.

Kegiatan yang dilakukan para narapidana itu bermacam-macam, antara lain, ada yang bercocok tanam di halaman LP, dan membuat kerajinan tangan. Semuanya itu dimaksudkan menjadi bagian dari pembinaan supaya para napi itu kelak keluar dari LP sudah memiliki bekal. Dan yang lebih penting lagi, mereka tidak mengulangi perbuatannya atau tidak akan kembali lagi menjadi penghuni LP.

Usaha kerajinan menggosok batu akik menjadi batu cincin, dilakukan dengan alat sederhana, yakni menggunakan kaca, mereka dapat mengolah batu akik itu menjadi barang yang memiliki keindahan.

Dari keempat LP di Pulau Nusakambangan itu, kegiatan penggosokan batu akik di LP Batu yang pernah dihuni Tommy Soeharto. Para narapidana setiap hari masuk bengkel dengan pelbagai alat modern seperti gurinda dan mesin untuk mengolah batu gunung itu menjadi barang seni. Tidak hanya dibentuk mejadi batu cincin, namun juga diolah menjadi barang seni lain seperti barang-barang hiasan berbentuk buah-buahan, vas bunga dan yang lain. Bob Hasan yang pernah menghuni satu tahun empat bulan di LP Batu, menjadi pemrakarsa kegiatan pengolahan batu akik di LP itu.

“Sebelumnya, para napi membuat batu akik menjadi batu cincin dengan menggunakan kaca sebagai bahan penggosok supaya menjadi licin dan mengkilat. Dengan cara itu, bisa-bisa menimbulkan bahaya. Karena bila terjadi keributan, maka alat-alat tersebut bisa digunakan untuk mencederai sesama. Atas dasar itu, maka peralatan pembuatan Batu Akik pun di perbarui.

Dengan kegiatan kerajinan batu itu, para narapidana sudah memiliki tabungan dari hasil upah kerjanya. Tabungan itu dikelola melalui Koperasi Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Batu.

Salah satu batu Akik yang dihasilkan disini adalah Batu Obsidian. Batu obsidian ini diambil dari gunung berapi seperti dari Pacitan dan Kalimutu. Batu-batu tersebut kemudian dikerjakan oleh sekitar 60 napi untuk dijadikan bermacam-macam batu hiasan dan pajangan. Ada yang berbentuk seperti buah apel, batu warna-warni dan vas bunga. Desain barang-barang kerajinan batu itu dibuat dari Jakarta, sedangkan para narapidana di LP Batu tinggal mengerjakannya. Dalam sebulan bisa dihasilkan sekitar 15 ribu biji batu hiasan dalam berbagai ukuran. Setelah itu kami tawarkan lewat situs internet dengan e-mail: Info@ island-jewels.com. Atas tawaran lewat situs ini sudah banyak negara yang memesan seperti dari Amerika dan beberapa dari Eropa. Kualitasnya Batu Akik cukup bagus, dan memiliki berbagai variasi. Harganya pun tak terlalu mahal Mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 150.000. Yang unik cincin yang membalut batu tersebut terbuat dari uang logam pecahan Rp 100,- dan ada juga Rp 500,-. Bagi anda yang sempat untuk mampir dan berkunjung ke Nusakambangan, silahkan untuk menikmati keindahan alamnya, dan melihat-lihat cincin karya para Napi menunggu hadirnya hari kebebasan.

Read Full Post »

Sorot tajam pacaranmu meluluhkan hati pencintamu….

Batu Spinel merupakan salah satu Batu Permata/Mulia yang cukup istimewa dan tak banyak dipasarkan di Indonesia. Bahkan tidak banyak yang tahu seperti apakah warna, dan bentuk batu Mulia yang bernama Spinel. Spinel adalah Batu Mulia yang masuk dalam kategori Batu Mulia kelas II, dan memiliki warna mirip sekali dengan Batu Ruby. Hanya saja dipasaran, Batu Ruby lebih mendominasi dibanding Spinel, sehingga Spinel yang berkualitaspun tidak semudah menemukan Ruby yang berkualitas bagus. Harga yang ditawarkan hampir sama dengan Ruby, rata-rata bisa didapatkan dengan harga Rp 150.000 sampai puluhan Juta tergantung pada ukuran, jenis potongan, dan kualitas batu. Karena seperti diketahui bahwa saat ini batu mulia sudah banyak ditiru dengan batu buatan atau sintetis yang hampir mirip dengan batu aslinya. Termasuk batu Spinel ini. Banyak pebisnis yang menawarkan bahkan mencampur batu Spinel dengan Batu sintetis sehingga terkadang pembeli salah dalam memilih tapi membayar seharga batu asli. Untuk kondisi ekonomi masyarakat secara umum pasca kenaikan BBM, mungkin batu Spinel makin sulit ditemui karena tidak banyak pebisnis akik yang mau berkulak batu Spinel mengingat peminat batu Spinel tidak terlalu banyak. Ini yang mengakibatkan Batu Spinel jarang dijumpai dan cenderung harganya tinggi.

Batu Spinel dilihat sekilas memiliki warna rupa mirip dengan Batu Ruby. Walaupun memiliki kemiripan keindahan pancaran warna dengan Batu Ruby, tapi Batu Spinel memiliki struktur dan kandungan yang lain dengan Batu Ruby. Kandungan mineral Batu Spinel terdiri dari Magnesium, dan Alumunium serta warna merahnya dihasilkan dari Korundum yang terbentuk bersama Magnesium. Warna dasar spinel adalah merah dan mempunyai variasi oranye, pink, merah, dan ungu. Batu Spinel yang berasal dari Myanmar mempunyai warna pink dengan kilasan warna oranye yang menarik. Ada pula Batu Spinel juga yang memiliki warna biru dan disebut sebagai “cobalt spinel”. Jenis ini termasuk barang langka dan sulit ditemui dipasaran Internasional apalahi dipasaran domestic yang kecederungan dapat pasokan dari luar.
Dengan struktur kristalnya yang berbentuk Cubic, dan inclusion yang kuat, pancaran yang dihasilkan sangat menawan dan menarik hati. Batu Spinel memiliki kekerasan sebesar 8 pada skala Mohs, sehingga tergolong Batu Permata kelas II, dan termasuk keras, 1 tingkat dibawah Batu Safir serta Ruby. Biasanya spinel diikat cantik menjadi rangkaian perhiasan seperti kalung, gelang, cincin, giwang, manset, dan bros. Bila sudah menjadi perhiasan seperti ini harga sudah sangat tinggi apalagi dipadu dengan berlian dan gold plate.
Penghasil Batu Spinel mengatakan bahwa batu ini banyak berasal dari Sri lanka, Myanmar, Madagascar, Pakistan, Brazil, Australia, Sweden , Turkey, Rusia, Tanzania, Afghanistan, Birma, Thailand and Amerika Serikat.

Sekilas khasiat Batu Spinel

Tidak banyak informasi yang didapatkan mengenai batu spinel seperti batu-batu lain yang diburu oleh banyak orang seperti Ruby, Safir, atau Topaz. Tetapi batu Spinel tetap diberikan anugerah dari Illahi berupa keindahan, dan beberapa khasiat yang diyakini sebagian masyarakat bagus untuk penyembuhan penyakit fisik, membuang penghambat khususnya pada saluran peredaran darah, mengaktifkan energy positif baru dan memperbaharui sel-sel yang telah tua khususnya sel kulit yang menua sehingga ada yang mengatakan dapat menunda ketuaan, serta membantu pemakai dalam menghadapi tantangan peluang dan melihat sisi positif dari situasi maupun saat berhadapan dan berinteraksi dengan orang lain. Selain itu bagi pemakai Red Spinel diyakini dapat meningkatkan tekad, motivasi, kemampuan bersaing dan kemampuan dalam bertahan. Sehingga banyak pemakai spinel ini adalah pengusaha seperti batu Zamrud yang banyak digunakan pengusaha dalam kelancaran bisnisnya. Bagi ada para pecinta batu, tak ada salahnya mengunjungi pusat grosir batu Mulia terdekat dan sekedar mendapatkan informasi serta menikmati keindahannya walau tangan tak bergerak untuk merogoh saku untuk membelinya.

Read Full Post »

Batu Akik adalah sebutan Batu cincin yang umum kita kenal, dan bukan masuk dalam kategori batu Mulia. Di masyarakat rumpun Melanesia (khusunya Indonesia dan Malaysia), batu Akik ini menyimpan misteri berbagai macam mitos terkait dengan keberadaannya sebagai batu alam, yang akhirnya bisa menjadi komoditi bisnis, baik bisnis supranatural maupun non supranatural.

Batu akik memiliki bermacam jenis sesuai dengan mineral pembentuknya. Tapi umumnya batu Akik ini memiliki kandungan terbesar berupa batu Cadas dan air. Tentu saja hal ini sangat berbeda dengan batu Mulia yang memiliki struktur penyusun mineral yang tetap dan memiliki ”inclusion” yang dapat memadukan cahaya masuk serta cahaya keluar sehingga menghasilkan keindahannya. Sedangkan keindahan batu Akik ini bisa dilihat dari beberapa sisi, umumnya dari bentuk gambar yang dihasilkan selama proses pemotongan sampai pemolesan berlangsung (seperti muncul gambar serupa masjid, serupa manusia, bahkan muncul lafadl Allah, dan berupa sorban). Selain kelebihan yang ditinjau dari bentuk gambarnya, Batu Akik memiliki keunikan tersendiri, seperti ada batu Akik yang bolong (disebut combong), dan abstrak warna yang lebih dari 1 (contoh akik panca warna). Dan banyak hal yang menjadikan batu akik memiliki kelebihan-kelebihan dari sisi fisikalnya. Belum lagi bila berbicara dari sisi misteri supranatural yang diyakini sebagian masyarakat dapat mendatang sesuatu atau memiliki kekuatan tertentu bila digunakan oleh pemiliknya (contoh anti cukur, anti senjata tajam, pengasihan, rejeki, dsb).

Batu Akik rata-rata memiliki kekerasa sekitar 5-6 skala Mohs. Skala sebesar ini tergolong bebatuan yang memiliki kekerasan rendah, hal ini disebabkan unsur mineralnya tidak memiliki ikatan yang kuat antar molekulnya. Dilihat dari unsur pembentuknya, menurut info, ada sebutan Batu Akik sesuai dengan unsur pembentuknya, sebagai contoh yaitu :

1. Kinyang atau Kenanga: Batu ini berasal dari bahan cadas kali atau pegunungan yang mempunyai warna kuning bercampur orange. Batu dengan ciri khas seperti ini mempunyai 3 pamor/ruwas batu; 1. Pamor Sulaiman (batu serban, batu angka), 2. Pamor Air Widuri (sedikit berserat), dan 3. Pamor Collono (mulus).

2. Yaman Jawa: Bahannya berasal dari mata air yang membeku dan mempunyai ciri khas warna hitam cenderung kekuningan. Batu ini mempunyai 2 pamor: 1. Pamor Madu; dan 2. Pamor Sulaiman.

3. Angkik: Bahan dari batu ini berasal dari dalam batu cadas. Dan biasa mempunyai warna putih gajih atau lemak. Batu ini mempunyai bermacam-macam pamor. Seperti: Urat Serabut, Urat Widuri, Urat Sumur Bandung, Urat Cempaka, Rambut cendana,dan lain-lain.

 Proses Pembuatan Batu Akik

Seperti layaknya sebuah produk, batu Akik juga melalui satu proses dimana bahan material mentah berubah menjadi satu produk yang disebut dengan Batu Akik. Proses pembuatannya adalah sama, hanya kadang ada sedikit metode pemolesan yang berbeda tergantung teknologi yang digunakan. Dari bongkahan material batu yang telah dipilih, umumnya dilakukan pemotongan terlebih dahulu sesuai dengan ukuran yang diinginkan. Setelah dilakukan pemotongan baru dilakukan pemolesan yang bisa dilakukan secara tradisional maupun dengan teknologi mesin, terakhir dilakukan finishing dengan menggunakan amplas dan bubuk intan. Konon katanya untuk pembuatan akik yang memiliki kekuatan mistis tertentu, setelah dilakukan pemotongan, proses pemolesan atau penghalusan menggunakan potongan bambu, dan dilakukan dengan berpuasa (biasanya puasa mutih). Tapi untuk jaman sekarang proses lelaku tersebut sudah jarang dilakukan, karena sudah banyak jasa supranatural yang mempermudah konsumen tak perlu melakukan proses yang cukup sulit dilakukan.

Jenis batu bahan akik dan daerah asal pemasoknya adalah batu sulaiman, dan yahman banyak dari Pacitan, , akik pancawarna dari Kebumen, akik yahman bungur dari Cilacap, dan batu kali dari Kebumen, Pacitan, dan Gombong. Banyak juga daerah-daerah lain penghasil batu Akik seperti di tasikmalaya, garut, sukabumi, dan banten. Ini sebenarnya tanda-tanda bahwa potensi kekayaan alam Indonesia sangat besar sekali terkait dengan batu akik.

Ada perbedaan antara batu-batu tersebut dan dapat dilihat dari urat/serat dan warnanya. Contoh Batu sulaiman (berurat/berserat garis-garis dan warnanya seperti madu), yahman (berurat seperti bentuk air dan berwarna seperti madu), pancawarna terlihat dari lima warna yang dikandungnya, dan yahman bungur (berurat seperti air dengan warna ungu-kecubung), Badar asem memiliki serat seperti rambut halus, dan sering juga disebut juga rambut cendana.

Mitos Kekuatan Batu Akik

Batu akik di rumpun Melanesia sudah memiliki bermacam cerita dan mitos.Maklumlah, didalam rumpun ini sebagian masyarakatnya memang masih banyak yang meyakini hal itu menjadi fakta dalam kehidupan keseharian. Artinya, kehidupannya sudah tidak dapat dipisahkan lagi dengan batu-batu tersebut. Menurut info, batu akik memiliki khasiat, terutama lima warna utamanya yaitu merah, hijau, kuning, hitam, dan putih. “Sesuai dengan kepercayaan orang Jawa, lima warna itu dapat memengaruhi kekuatan lima pancaindra manusia.

Pernah kita dengar juga tentang Batu Akik Combong (Bolong). Batu Akik Combong yang banyak dipasaran adalah Sulaiman Combong, dan Kecubung Combong. Tapi untuk kecubung combong agak sulit didapatkan karena termasuk yang langka dan masuk dalam kategori barang-barang mustika (pusaka) seperti mani gajah dan merah delima.

Batu Combong secara umum mempunyai ciri khas sebagai akik yang memiliki lubang di tengahnya, dan tembus sampai ke dasar akik. Selama ini, banyak dari masyarakat kita yang mencari Batu Combong karena khasiat dan tuahnya.Walaupun batu combong ini mudah kita temui dipasaran khususnya Sulaiman Combong, untuk mencari yang benar-benar bertuah, memang sangat sulit, karena untuk mengetahui bertuah atau tidak harus melalui serangkaian ritual pengetesan secara supranatural. Batu Sulaiman Combong pun banyak juga yang tiruan, karena combongnya tidak dari alam tapi sengaja dibuat lubang sampai bawah. Menurut beberapa sumber, ada beberapa ciri dari batu akik combong yang asli :

– Apabila dipegang, ada beban berat dan didalamnya mempunyai serabut urat batu.

– Lubang yang terdapat pada batu itu bersifat alami, dan bukan bikinan, tidak tampak seperti dikikir atau dibikin beraneka bentuk lubang.

– Dipermukaan dalam lubang memiliki bentuk kasar dan tidak mulus.

Batu Akik combong memiliki banyak cerita dan salah satu cerita yang diambil dari salah satu sumber mengatakan bahwa Batu ini sudah dikenal sejak zaman para Wali Songo (Abad ke-16 M), dan Batu Combong ini digunakan sebagai pengukur waktu jam untuk melaksanakan kewajiban sholat. Para Wali memahami Batu Combong pada masa itu dengan nama “Tuloq Ukur” (Batu Pengukur). Batu ini akan jadi penentu waktu lewat sinar matahari yang masuk lewat lobangnya.Baru setelah para Wali menemukan cara lain yang lebih mudah untuk menentukan waktu/istiwa sholat, Batu Combong beralih fungsi menjadi batu kecil lewat asahan tangan para Waliyullah yang disebut dengan nama Angki Jawa Sih Pingalem (Akik Jawa yang disukai). Mungkin dari asal nama inilah, sehingga batu ini mempunyai tuah atau berkhodam.

Selain mitos dan cerita diatas, ada pula informasi bahwa cincin menjadi sebuah rahasia umum bahwa hampir semua pemimpin dunia mengenakan cincin agar terlihat berwibawa entah itu cincin dari batu atau sekedar cincin dari kuningan. Namun pernahkan anda menyangka ternyata cincin dapat membangkitkan kewibawaan seseorang. Sebetulnya seorang pemimpin menggunakan cincin sebagai simbol kebesaran bukanlah hal baru, sejak zaman nabi sulaiman putra nabi daud a.s memimpin kerajaan terbesar di bumi manusia dan gaib dari jagat timur sampai barat beliau menggunakan cincin kebesaran yang terkenal dengan cincin ta’at sulaiman.

Berawal dari sinilah para pakar paranormal membuat sebuah terobosan untuk memindah energi yang berfungsi untuk kewibawaan, penaklukan dan pengasihan pada sebuah benda, entah itu berupa keris, tombak sampai pada batu mustika atau batu akik yang dikenal mustika sulaiman, mustika yusuf, mustika semar mesem dan lain sebagainya. Pada hakikatnya semua cincin mustika sejenis ini adalah berfungsi sama yaitu untuk kewibawaan, pengasihan dan penaklukan hanya saja energi pada setiap benda yang di isi berbeda beda tergantung tingkatan spiritual yang membuat mustika tersebut. Benda mustika pengasihan yang paling bagus adalah benda pengasihan yang dihasilkan dari alam gaib, jenis benda dari alam gaib sebetulnya sama saja dengan pengisian hanya saja karena keikhlasan dan juga spiritual si pembuat yang tinggi membuat benda ciptaannya menjadi kuat dan pada akhirnya masuk ke alam gaib. Memang benda dari alam gaib sudah tidak diragukan lagi energi dan kekuatannya namun dikarenakan benda tersebut sulit diperoleh, membuat benda alam gaib menjadi langka dan tentu saja harganya sangat mahal.

 

Beberapa mitos kekuatan Batu Akik :

Pengasihan

· Memancarkan pesona asmara, dan kasih sayang walaupun pemakainya memiliki wajah tidak tampan

· Memberikan rasa tentram bagi rekan kerja, pacar, istri maupun teman pemakai batu akik mustika ini.

·Memunculkan aura dimana kita disayangi orang-orang disekeliling kita.

Kewibawaan

· Memberikan dan Memancarkan energi kharismatik, walaupun terlihat menyenangkan tetapi juga dihormati dalam kesehariannya.

· Menimbulkan rasa percaya diri dihadapan khalayak, pimpinan maupun anak buah dikantor

Penaklukkan

· Dalam berkomunikasi atau negosiasi dapat membuat lawan bicara sangat percaya, kagum, dan tertegun dengan apa yang diucapkan.

· Bagi orang yang diajak berkomunikasi akan dengan mengikuti saran yang kita sampaikan.

Read Full Post »

Kilau warnamu memancarkan keanggunanmu…memeluk keindahan dalam kehangatan Batu Garnet…

Batu Garnet sangat jarang kita dengar dikeseharian, tidak sesering kita dengar batu kecubung, safir, topas, atau mata kucing (cat’s eye). Padahal sebenarnya batu Garnet dengan Batu Topaz hampir sama karena memiliki tingkat kekerasan yang hampir sama (sekitar 6,5-7,5 skala Mohs). Tapi karena Batu Garnet sangat jarang diperjual belikan di Indonesia sehingga keindahannya pun jarang menghiasi counter-counter penjualan Batu Mulia di Jakarta atau kota-kota lain di Indonesia. Illahi mentakdirkan batu Garnet memiliki kumpulan mineral yang mempunyai kristal rhombic dodecahedrons dan trapezohedrons, serta memiliki komposisi kimia utamanya ialah kalsium, magnesium, aluminium, ferum2+, ferum3+, kromium, mangan, dan titanium. Batu garnet memiliki bermacam jenis. Hal ini karena adanya perbedaan dari komposisi kimianya dan membawa dampak pada perbedaan warna, diantaranya :

Almandine

Merah keunguan

Pyrope

Merah tua

Rhodolite

Merah jambu

Spessartine

Oranye

Hessonite

Kuning,Hijau Muda

Grossular

Hijau

Uvarovite

Hijau

Garnet mempunyai kekerasan 6.5 hingga 7.5 pada skala Mohs (Skala 7 – 7,5 Andalusite Cordierite Iolite Pyrope Rhodolite garnet, Skala 6,5 – 7,5 Grossular garnet Spessartite garnet), sehingga dikategorikan sebagai Batu Permata kelas III, sekelas dengan Citrine dan Tourquise. Menurut info, pada masa lalu, Batu garnet sudah dipergunakan untuk perhiasan di jaman Mesir Kuno.

Garnet pyrope, memiliki warna merahnya yang tua. Warna merah pada garnet ini dikarenakan kandungan chrome yang terdapat dalam struktur kristalnya. Garnet pyrope juga sering disebut sebagai “Malaya Garnet”. Selain itu ada juga garnet pyrope yang berasal dari Mali yang disebut “Mali Garnet” mempunyai berwarna merah-coklat. Warna merah transparan pada pyrope membuat harganya cukup tinggi. Garnet pyrope banyak berasal dari Afrika Selatan, Zimbabwe, Tanzania, Bohemia, Mexico, Brazil, Argentina, dan Australia.

Garnet rhodolite memiliki warna dasar merah jambu. Garnet rhodolite mempunyai kilauan luster yang sangat kuat dan ada yang mempunyai inclusion yang menarik. Rhodolite didapati di dalam batuan jenis alluvial dan batu metamorfik. Rhodolite biasa mempunyai warna merah jambu transparan. Rhodolite banyak ditemukan di Amerika, Zimbabwe, Tanzania, dan Sri Lanka.

Garnet Almandine mempunyai warna dasar merah hingga merah keunguan. Almandine mempunyai luster yang menarik seperti batuan dari kumpulan korundum. Warna almandine disebut sebagai warna garnet yang sebenarnya warna merahnya yang unik. Almandine ditemukan di Namibia, Zimbabwe, Tanzania, dan Sri Lanka.

Garnet spessartite mempunyai kumpulan silikon dengan managanese dan alumunium sebagai unsur utama, sehingga menyebabkan warna menjadi merah-oranye. Garnet ini juga dikenali sebagai “Mandarin Garnet” dan boleh didapati dalam bentuk transparent atau semi-opaque. Biasa didapati dari batuan jenis aluvial dan metamorfik. Batu ini banyak ditemukan di Virginia, Carlifonia, Mexico, Madgascar, Jerman, dan Itali.

Garnet Grossular memiliki warna dasar hijau, hijau-kekuningan, kuning-madu dan mempunyai kristal yang lengkap di dalam bentuk rhombic dodecahedrons dan kadangkala dengan trapezohedrons. Garnet ini didapati dalam dua bentuk transparent dan semi-opaque. Garnet Grossular banyak ditemukan di di Sri Lanka (kuning madu), Amerika, Madgascar (hijau), Kenya, dan Tanzania (hijau dan warna lain), dan Pakistan.

Garnet Hessonite merupakan garnet yang berwarna kuning yang diambil dari perkataan Greek “esson” (inferior). Ini kerana garnet ini tidak mempunyai warna yang menarik dan nilai yang tinggi berbanding dengan garnet jenis yang lain. Garnet ini mempunyai warna kuning seakan-akan topaz, citrine dan yellow sapphire. Negara pengeluar utamanya ialah Sri Lanka, Kanada, dan Brazil.

Garnet Uvarovite merupakan garnet yang berwarna hijau dan merupakan garnet yang paling berharga berbanding dengan jenis garnet yang lain karena Garnet ini mempunyai kilauan yang lebih kuat dari diamond. Garnet uvarovite dapat ditemukan di Namibia dan Ural (Russia).

Dipasaran batu baik domestik maupun internasional, Batu Garnet ini tak luput dari praktik pembuatan batu garnet sintetis (tidak asli). Hal ini yang menyebabkan kebingungan diantara pembeli karena kekurangjelian dalam memilih batu Garnet yang asli atau yang aspal. Harga kisaran di pasar domestik antara Rp 300.000 sampai dengan Jutaan, hal ini disebabkan jarangnya batu garnet di pasarkan di Indonesia, sehingga menjadi sesuatu yang langka.

Mitos seputar manfaat dari Batu Garnet

Batu Garnet adalah salah satu Batu yang luput dari kesan mistis karena memang Batu ini tidak cocok bila digunakan untuk sesuatu yang metafisik. Tapi disamping kemewahannya, batu Garnet diyakini sebagian masyarakat memiliki khasiat berupa kekuatan untuk menerangi malam dan mencegah mimpi buruk, dapat menjaga keselamatan pemakainya dalam perjalanan dan mencegah kecelakaan, Menyeimbangkan gangguan di kelenjar Thyroid, mengatasi kurangnya toleransi terhadap orang lain, mengurangi kekerasan hati. Selain itu yang unik adalah sebagai hadiah bagi rekan yang akan pergi jauh, dengan keyakinan suatu saat akan berjumpa lagi. Bagi anda para peminat bebatuan, jangan berlama-lama hanya membayangkan keindahannya…tapi mengingatlah pada Sang Maha Penciptanya.

Read Full Post »

Older Posts »