Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘narasi’

<>Pada jendela yg retak lg kumal ini ku memagut pandangan pd sawah,ladang,dan rumah-rumah yg lugu dan tak lekang pd sesal..sesekali tampak deretan pekuburan yg mengering menatap pucat pd diriku..dan mengharap rahmat dr langit…pada hati yg retak ini ku mencoba menerawang pd ladang terbkr pd amarah akan wkt yg telah berlalu..mengering dan meranggas..pd hati yg hmpr hancur ku berhrp dan tengadahkan tangan sesekali kuseka peluh kesal pd nafsu diri yg membelenggu..langit masih saja menghitam..berharap terang kembali datang utk kupeluk erat..

kalibagor-16.36-3 mei 08

Advertisements

Read Full Post »

Dalam temaram senja…ku berharap…Dalam gelapnya hari ku berdoa…

Angin berhembus menyingkapkan segelintir cerita…yang terkikis oleh deburan waktu…

Pada butir-butir tanah ini ku bergumam….Pada rumput-rumput yang menyemak ini ku bersimpuh…

<>Apa yang kurang ku mengerti…

Sedang hari esokkupun ada disini…

Disini kelak aku kan berada…disini aku kan berhenti…

Hari makin gelap tapi kaki ku serasa tertanam disini…

(more…)

Read Full Post »

Seorang lelaki renta berselempang sebuah karung lusuh terduduk termenung…tiga hari yang lalu dia masih bisa makan dan tidur disebuah emperan toko yang telah lama tutup…dan ini adalah hari pertama dia terusir dari semen hangat tempat biasa dia mengurai mimpi bersama bintang…rupanya toko tersebut sudah berpindah tangan dan kini akan dibangun….

(more…)

Read Full Post »

—————————–

Malam itu…diantara segala bintang yang bertabur, diantara segala angan yang terbang mengelilingi gugusan mimpi dan derik nafas yang tak beraturan…segala kepongahan yang bertengger didadanya…diantara segala kebencian yang meraup menjadi satu dalam dendam yang tak berbentuk…Sang Murai menatap lesu menanti datangnya pagi…mata terkulai tanpa bisa terpejam…memerah, meratap beku pada sebuah sudut yang gelap…meratap pada hembusan angin yang mengering…berharap malam ini jangan berakhir…

Ketika pagi menjelang, tak pelak lagi matahari dengan matanya yang tajam menghangatkan sekujur sayapnya dan ekornya yang memanjang indah…Hanya sorot mata sang Murai tetap terlihat dingin dan pucat…menatap langit dan semua dedaunan cemara, memandang semua pahit getir masa lalunya yang mengharuskan dia untuk pergi jauh….Harapnya hanya satu, agar dia tetap dapat hidup melanjutkan penggalan waktu yang telah terbuang sia-sia tanpa dia dapat meraih apa yang seharusnya diraih dalam dekapan mimpi yang hangat selama ini….

Detik waktu tetap berjalan tanpa ada satu kekuatanpun yang dapat menghentikan kecuali kekuatan Illahi…Sang Murai akhirnya harus tetap pergi jauh…meninggalkan segala cerita yang telah tertulis…meninggalkan segala uraian dan untaian imajinasi yang membawanya pada jurang gelap…

Read Full Post »

Ketika mata terbuka…sudut mata menapaki satu alur hidup hari yang akan dilalui..ketika hati berkuncup berbunga oleh mimpi, ternyata langit gelap masih bergelayut disini… (more…)

Read Full Post »

      Berjalan dalam kesenyapan malam, menderu hati mencari seberkas mimpi putih yang selalu hadir dalam setiap langkah. Hati ini masih mencari, tapi lelah melanda membuncarkan setiap angan yang terlintas…
(more…)

Read Full Post »

« Newer Posts