Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘kubur’

Suatu hari ketika saya sedang berziarah ke Makam Imam Jalaluddin as-Suyuthi, salah satu dari dua ulama yang menulis Tafsir al-Jalalain, yang berada di kawasan Sayyidah Aisyah, tiba-tiba datang ‘ammu Mahmud, seorang tukang gali kubur di kawasan tersebut. ‘Ammu Mahmud, adalah guru sekaligus kawan lama saya yang tinggal di sebuah gubuk kumuh di tengah-tengah kuburan kawasan Sayyidah Aisyah. Saya mengenalnya ketika saat itu saya meminta ijin untuk ikut melihat secara langsung bagaimana proses penguburan yang biasa dilakukan di Mesir.

Begitu mendekat, ‘Ammu Mahmud langsung mengajak saya menghampiri sebuah bangunan pemakaman. Sambil menunjuk salah satu dharih, bangunan kuburan yang ditinggikan dan diberi atap, ia menuturkan bahwa kurang lebih setengah jam yang lalu ia baru saja menguburkan seorang konglemerat Mesir. Menurutnya, konglomerat tersebut memiliki sejumlah vila dan apartemen yang tersebar hampir di seluruh propinsi Mesir, Libia, dan bahkan juga di Inggris.

(more…)

Advertisements

Read Full Post »

Anas ibn Malik menuturkan bahwa Rasulullah saw pernah bersabda, “Sesungguhnya amal-amal kalian itu diperlihatkan kepada kaum kerabat dan keluarga kalian yang sudah meninggal. Jika amal-amal itu baik, mereka pun merasa senang. Jika sebaliknya, mereka akan mengatakan, “Ya Allah, janganlah Engkau mematikan mereka sehingga Engkau memberikan petunjuk kepada mereka, sebagaimana Engkau telah memberikan petunjuk kepada kami.” (HR Ahmad, At-Turmudzi, dan Ibn Mundah)

(more…)

Read Full Post »

Manusia sesungguhnya tertidur;ketika mati,mereka terjaga (an-naas niyam;fa-idza matu,intabahu).Demikian sabda Rasul yang mulia.Ungkapan bernas ini tampaknya lebih merupakan peringatan ketimbang pelajaran.Rasul yang mulia sepertinya hendak mengingatkan kita bahwa hidup ini tidak lebih dari sekedar “mimpi” sesaat.Kita akan benar-benar terjaga justru setelah kita mati.Saat itu,kita akan sadar bahwa kehidupan yang sebenarnya adalah kehidupan setelah kematian.Dalam konteks ini ,memahami “realistis” kehidupan pasca-kematian akan senantiasa relevan dan signifikan bagi setiap Muslim.Tujuannya bukanlah semata-mata memahami makna kehidupan pasca kematian itu,melainkan juga lebih penting lagi memaknai hakikat kehidupan di alam fana ini.

Lewat buku ini,Imam Jalaluddin as-Suyuthi mencoba mengajak kita melakukan semacam “ziarah” ke alam barzakh sebuah alam penantian penuh misteri pasca-kematian yang diyakini akan menentukan nasib setiap manusia dalam menuju terminal akhir kehidupan akhiratnya:surga atau neraka.Buku ini berbicara tentang seluruh “realitas” yang mungkin dijumpai di alam barzakh. Di dalamnya diuraikan banyak hal:masalah kematian,keutamaan dan metodenya,sifat malaikat maut dan bala tentaranya,perkara yang dapat memalingkan orang menjelang sakratumaut,keadaan ruh setelah meninggalkan jasad,kondisi dia alam kubur,fitnah,siksaan,dan sebagainya.Semuanya itu disajikan dalam pembahasan yang cukup menarik dan sarat dengan muatan sufistik.Karenanya buku ini sangat penting dibaca sebagai bahan kontemplasi bagi siapa saja yang ingin mengarungi kehidupan ini secara lebih bermakna.

Read Full Post »

Adakah kita sudah benar-benar meyakini akan adanya hal-hal yang Gaib sesuai dengan rukun Iman ? Adakah perilaku kita sehari-hari sudah sebagai implementasi dari Rukun Iman ? Pertanyaan yang tidak dapat dijawab hanya dengan kata Ya, atau Tidak. Disadari atau tidak, ibadah amaliyah yang kita lakukan hanya sekian persen dari total waktu sehari yang dianugerahkan pada kita. Kecenderungan lupa dan tenggelam oleh permasalahan-permasalahan dunia cenderung memperparah karat dan kerapuhan hati manusia tentang untuk apa hidup sebenarnya….

(more…)

Read Full Post »