Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘kisah’

 
  Buku bekas takkan lapuk dalam kehidupan insaniah…    
 
 

<>Hari hampir menjelang petang, tapi pak Harun tetap semangat memaparkan buku tetang Soekarno (Dibawah Bendera Revolusi)…sembari tertawa dengan beberapa kritik dan sindiran bilang dipotret dengan kondisi sekarang, dimana masyarakat seperti lupa bahwa kemerdekaan ini tidak hanya didapat dengan tanda tangan, tapi dengan revolusi dan pertumpahan darah. Inilah sekelumit pak Harun yang telah 15 tahun berdagang buku keliling dengan ditemani anak serta istrinya yang setia mendampinginya.

Keseharian pak Harun memang tak lepas dari ratusan bahkan sudah ribuan buku bekas berpindah dari tangannya, dan uniknya hampir setiap buku bekas paling tidak pak Harun bisa menjelaskan dengan lugas, dan dapat membandingkan dengan buku lain yang setopik. Tak pelak lagi, wawasan pak Harun tentang berbagai macam ilmu, baik Ilmu pasti maupun tidak pasti sangat banyak.

<>Bermodal mobil Suzuki Carry tahun 1987, yang sudah dimodifikasi menjadi mobil khusus barang berpenumpang 2 orang, pak Harun tetap optimis menatap masa depannya dengan berdagang buku bekas keliling, dari pinggiran kampus ke pinggiran kampus yang lain. Bahkan tak jarang orang memesan buku, dan bertemu lagi ditempat biasa mangkal. Tidak banyak keluhan yang disampaikan dengan profesi yang sekarang dijalaninya…hanya ketika hujan tiba-tiba turun, pak Harun musti sigap menutupi semua bukunya dengan plastik lembaran yang seadaanya dan bolong-bolong pula…

Tidak banyak masyarakat kita yang berminat berdagang buku bekas, mungkin dirasa karena margin keuntungan yang kecil. Tapi tidak juga bilang sudah dijalani, walaupun pak Harun selalu memberikan diskon 30% bagi semua buku bekasnya, pak Harun masih tetap eksis melanjutkan hidupnya, bahkan memiliki pegawai yang ikut membantu mengelola pesanan dan penjualan buku bekasnya.

Diusia yang sudah menjelang 50 tahun, pak harun masih bisa menikmati kesehariannya bergelut dengan buku bekasnya yang penuh debu, dan berkejaran dengan debu jalanan. Hidup ini hanya prosesi yang tetap harus dijalani, berharap ridlo dan rahmat Allah SWT. Dengan berdagang buku, berbagai macam teori subyektif tentang sejarah yang sebenarnya milik penguasa yang menang, atau tentang teori-teori normatif sepanjang perjalanan hidup akan menjadi bekal wawasan yang cukup untuk berkomunikasi dengan yang lainnya…

<>Bagaimana dengan kita? Yang masih enggan mengeluarkan “power of entrepreneurship” yang kita miliki untuk bertahan hidup, sehingga cenderung mengeluh dan bahkan akan jauh dari rahmat Illahi. Atau hanya mengkritik keberadaan saat ini yang dirasa makin sulit dengan adanya kebijakan kenaikan BBM, ataukah ikut masuk dalam kesemrawutan system yang ada? Hidup ini makin sulit bila hati serasa gelap dan terbelenggu ambisi tanpa bisa melakukan apa-apa dan menghasilkan keuntungan besar dalam waktu dekat. Manusia terjerembab dalam jurang duniawi karena tak paham atau sengaja menutup mata dan telinga bahwa sebenarnya hidup yang sebenarnya adalah kehidupan setelah kematian….

 
 

Advertisements

Read Full Post »