Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘islam’

Kuberikan kau sedikit nasehat nak…

Pandanglah nisan bapak ini…hanya terdiam…

Pandanglah rentang waktu ketika bapak hidup…tak seberapa lama…

Pandanglah langit muram diujung sana….

Lihatlah nisan disekeliling nisan ini…

Lihatlah rumput-rumput disekitarnya…

Lihatlah orang-orang disekelilingmu….yang sibuk hingga lupa sesuatu yang pasti akan menjemputmu…

Ingatlah nak…semua yang kau sibukkan didunia tak kan lama…

Ingatlah nak…permasalahan setelah ini jauh lebih berat dibanding masalahmu kini yang masih didunia…

Ingatlah nak…tujuan hidupmu hanya mencari bekal di kehidupan setelah mati….

Ingatlah nak, nasehat ini bukan cerita ilusi seperti yang kau kira….

Ingatlah nak yang dianggap tak nyata didunia akan menjadi sesuatu yang nyata…jangan kau lengah atau lupa….

Peluklah Ramadhan sebagai bagian dari perjalanan mengumpulkan bekal untuk perjalanan panjang….

Bukalah matamu di malam-malam bulan Ramadhan agar kau dapat merasakan nikmatnya mata terpejam ketika kau telah berpulang….

Advertisements

Read Full Post »

Setiap kematian adalah nyanyi sunyi…setiap kematian adalah sebuah kesepian yang tak terperi. Kematian adalah kesendirian. Bahkan kematian adalah kengerian yang terbayangkan. Bagaimana mungkin bisa membayangkan kematian ketika kita tidak pernah merasakan?

Kinilah saatnya merenung, bertanya kepada diri sendiri, sudah siapkah kita untuk mati? Bukan, bukan untuk mati, melainkan mengarungi hidup sesudah mati…

Tahun dan bulan terus berlalu, hari, jam, menit, dan detik berjalan menggiring waktu sejalan detak jantung tiap manusia. Hidup adalah semakin mendekati kematian, dan pasti akan datang tamu terakhir dalam hidup masing-masing dari kita. Entah besok hari, minggu depan, bulan depan, tahun depan, tak ada satupun yang tahu…

Sekilas doa dan harapan terlintas….Ya Rabbi, bimbinglah kami untuk memahami dan menggenggam makna kematian, jangan biarkan kami putus asa akan kematian, tapi bimbinglah kami untuk dapat menjadikan kematian sebagai semangat untuk hidup sebaik-baiknya menuju ridlomu sampai ajal menjemput….

Read Full Post »

Asy-Syaikhan (Al-Bukhari dan Muslim) meriwayatkan hadis dari Anas bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Salah seorang diantara kalian tidaklah layak mengharapkan kematian karena musibah yang menimpanya. Seandainya terpaksa harus mengharapkan kematian, hendaklah ia mengatakan,’Ya Allah, biarkanlah aku tetap hidup jika hidup itu lebih baik bagiku, tetapi matikanlah aku jika kematian itu lebih baik bagiku’.” (H.R Syaikhan).

Abu Hurayrah r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tidak boleh salah seorang di antara kalian mengharapkan kematian, tidak juga berdoa agar segera mati sebelum kematian itu menjemputnya. Ketahuilah, sesungguhnya apabila salah seorang di antara kalian meninggal, terputuslah amalnya. Sesungguhnya seorang Mukmin tidak bertambah umurnya kecuali hal itu akan menjadi baik baginya”.(H.R Muslim).

Masih dari Abu Hurayrah r.a. Ia meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda. “Tidak boleh salah seorang di antara kalian mengharapkan kematian. Sebab, jika ia seorang yang baik, ia mungkin akan bertambah baik;jika ia seorang yang jahat, mungkin ia akan meninggalkan kejahatan itu”.(H.R Al-Bukhari dan An-Nasa’i)

Sedangkan Imam Ahmad, Al-Bazzar, Abu Ya’la, Al-Hakim, dan Al-Bayhaqi meriwayatkan hadis dari Jabir ibn ‘Abdillah bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah kalian mengharapkan kematian, karena sesungguhnya tempat pengawasan adalah lebih menakutkan. Sesungguhnya diantara kebahagiaan bagi seseorang adalah panjangnya usia sehingga Allah memberikan kepadanya kesempatan untuk bertobat”.

Al-Mutthala’ adalah suatu tempat yang tinggi untuk melakukan pengawasan. Maksudnya dari kalimat tersebut adalah diawasinya semua urusan akhirat setelah kematian, yang diserupakan dengan tempat tinggi yang digunakan untuk melakukan pengawasan.

Anas r.a berkata,”Kalaulah Rasulullah SAW tidak melarang kami mengharapkan kematian, pasti kami akan mengharapkannya.”(H.R Syaikhan)

Qays ibn Abi Hazim berkata, “Kami pernah datang mengunjungi Khubab yang saat itu hendak membakar diri dengan tujuh kali bakaran. Ia lalu berkata, “Seandainya Nabi saw tidak melarang kita berdoa untuk memohon kematian, niscaya aku akan melakukannya.”

Al-Qasim, pelayan Mu’awiyyah, meriwayatkan bahwa Sa’ad ibn Abi Waqash pernah berdoa mengharapkan kematian, sementara saat itu Rasulullah SAW mendengarnya. Beliau bersabda “Janganlah engkau mengharapkan kematian, sebab seandainya engkau termasuk penghuni surga, tetap hidup adalah lebih baik bagimu;sementara jika engkau termasuk penghuni neraka, lalu apa yang mendorongmu ingin segera kesana?” (H.R Al-Mawarzi).

Ibn ‘Abbas berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tidak diperbolehkan salah seorang diantara kalian mengharapkan kematian, sebab sesungguhnya dia tidak mengetahui pemberian apa yang telah ditentukan bagi dirinya.”

Ummu al-Fadhl meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pernah mendatanginya ketika paman beliau,’Abbas, sedang dalam keadaan mengeluh sakit dan mengharapkan kematian. Beliau lantas bertutur kepadanya,”Paman, hendaklah paman tidak perlu mengharapkan kematian. Sebab sesungguhnya jika Paman memang orang yang baik, sementara kematian masih lama dan kebaikan Paman semakin bertambah, hal itu adalah lebih baik bagi Paman. Sebaliknya seandainya Paman termasuk orang jahat, sementara kematian masih lama, dan Paman meninggalkan kejahatan tersebut, hal itu pun adalah lebih baik bagi Paman. Oleh karena itu, hendaklah Paman jangan mengharapkan kematian”.(H.R Imam Ahmad, Abu Ya’la, Imam Ath-Thabrani, dan Al-Hakim).

Abu Harayrah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tidak diperbolehkan salah seorang diantara kalian mengharapkan kematian sebelum kematian itu menjemputnya, tidak juga berdoa untuknya, kecuali jika dia telah benar-benar yakin akan amal perbuatannya.” (H.R Ahmad).

Read Full Post »

Sayyid Ali bin Thawus meriwayatkan bahwa panutan seluruh wanita, Fathimah ra, putri panutan seluruh nabi, bertanya kepada ayahandanya, Muhammad SAW, “Ayahanda, apa yang akan didapat oleh orang -baik laki-laki ataupun perempuan- yang mengabaikan shalatnya?”

Rasulullah SAW menjawab, “Fathimah putriku, barangsiapa – baik laki-laki ataupun perempuan – mengabaikan shalatnya, maka Allah SWT akan mengujinya dengan 15 ujian. Enam diantaranya ditimpakan di dunia; tiga diantaranya ditimpakan ketika dia mati; tiga diantaranya ditimpakan di dalam kubur dan tiga lagi ditimpakan pada hari Kiamat, tatkala dia keluar dari kuburnya.

Enam ujian yang ditimpakan kepadanya di dunia adalah:

1. Allah akan menghilangkan keberkahan dari umurnya,

2. Allah akan menghilangkan keberkahan dari rezkinya,

3. Allah akan menghapus tanda-tanda kesalehan dari wajahnya,

4. semua amal yang pernah ia kerjakan tidak akan diberi pahala,

5. do’anya tidak akan diangkat ke langit

6. dia tidak mendapat bagian apapun dari do’a yang dipanjatkan oleh orang-orang saleh

Tiga ujian yang ditimpakan ketika dia mati adalah:

1. dia akan mati dalam keadaan hina

2. dia akan mati dalam keadaan lapar

3. dia akan mari dalam keadaan haus, meski air dari seluruh sungai dunia diberikan kepadanya, hausnya tidak akan reda.

Tiga ujian yang ditimpakan di kuburnya adalah:

1. Allah menyerahkannya kepada malaikat yang akan menyusahkannya dalam kuburnya

2. Allah menyempitkan kuburnya

3. Allah menggelapkan kuburnya

Adapun tiga ujian yang ditimpakan pada hari kiamat ketika dia keluar dari kuburnya adalah:

1. Allah menyerahkannya pada malaikat yang akan menyeret kepalanya disaksikan oleh seluruh makhluk

2. Allah menghisabnya dengan berat

3. Allah tidak akan melihatnya dan tidak akan menyucikannya, dan dia akan dapat siksa yang amat pedih.

Mustadrak Al-Wasa’il, juz 3 hal 24)

(Dikutip dari buku “Wasiat Nabi kepada Fathimah”)

Read Full Post »

Anas ibn Malik menuturkan bahwa Rasulullah saw pernah bersabda, “Sesungguhnya amal-amal kalian itu diperlihatkan kepada kaum kerabat dan keluarga kalian yang sudah meninggal. Jika amal-amal itu baik, mereka pun merasa senang. Jika sebaliknya, mereka akan mengatakan, “Ya Allah, janganlah Engkau mematikan mereka sehingga Engkau memberikan petunjuk kepada mereka, sebagaimana Engkau telah memberikan petunjuk kepada kami.” (HR Ahmad, At-Turmudzi, dan Ibn Mundah)

(more…)

Read Full Post »

Manusia sesungguhnya tertidur;ketika mati,mereka terjaga (an-naas niyam;fa-idza matu,intabahu).Demikian sabda Rasul yang mulia.Ungkapan bernas ini tampaknya lebih merupakan peringatan ketimbang pelajaran.Rasul yang mulia sepertinya hendak mengingatkan kita bahwa hidup ini tidak lebih dari sekedar “mimpi” sesaat.Kita akan benar-benar terjaga justru setelah kita mati.Saat itu,kita akan sadar bahwa kehidupan yang sebenarnya adalah kehidupan setelah kematian.Dalam konteks ini ,memahami “realistis” kehidupan pasca-kematian akan senantiasa relevan dan signifikan bagi setiap Muslim.Tujuannya bukanlah semata-mata memahami makna kehidupan pasca kematian itu,melainkan juga lebih penting lagi memaknai hakikat kehidupan di alam fana ini.

Lewat buku ini,Imam Jalaluddin as-Suyuthi mencoba mengajak kita melakukan semacam “ziarah” ke alam barzakh sebuah alam penantian penuh misteri pasca-kematian yang diyakini akan menentukan nasib setiap manusia dalam menuju terminal akhir kehidupan akhiratnya:surga atau neraka.Buku ini berbicara tentang seluruh “realitas” yang mungkin dijumpai di alam barzakh. Di dalamnya diuraikan banyak hal:masalah kematian,keutamaan dan metodenya,sifat malaikat maut dan bala tentaranya,perkara yang dapat memalingkan orang menjelang sakratumaut,keadaan ruh setelah meninggalkan jasad,kondisi dia alam kubur,fitnah,siksaan,dan sebagainya.Semuanya itu disajikan dalam pembahasan yang cukup menarik dan sarat dengan muatan sufistik.Karenanya buku ini sangat penting dibaca sebagai bahan kontemplasi bagi siapa saja yang ingin mengarungi kehidupan ini secara lebih bermakna.

Read Full Post »

Mengapa perlu bertawassul ?

Wasilah (perantara) artinya sesuatu yang menjadikan kita dekat kepada Allah SWT. Adapun tawassul sendiri berarti mendekatkan diri kepada Allah atau berdo’a kepada Allah dengan mempergunakan wasilah, atau mendekatkan diri dengan bantuan perantara. Pernyataan demikan dapat dilihat dalam surat Al-Maidah ayat 35, Allah berfirman :

يَااَيُّهَااَّلذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوااللهَ وَابْتَغُوْا إِلَيْهِ اْلوَسِيْلَةَ

“Wahai orang-orang yang beriman takutlah kamu kepada Allah, dan carilah jalan (wasilah/perantara).”

(more…)

Read Full Post »

Older Posts »