Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘ungkapan hati’ Category

Setiap kematian adalah nyanyi sunyi…setiap kematian adalah sebuah kesepian yang tak terperi. Kematian adalah kesendirian. Bahkan kematian adalah kengerian yang terbayangkan. Bagaimana mungkin bisa membayangkan kematian ketika kita tidak pernah merasakan?

Kinilah saatnya merenung, bertanya kepada diri sendiri, sudah siapkah kita untuk mati? Bukan, bukan untuk mati, melainkan mengarungi hidup sesudah mati…

Tahun dan bulan terus berlalu, hari, jam, menit, dan detik berjalan menggiring waktu sejalan detak jantung tiap manusia. Hidup adalah semakin mendekati kematian, dan pasti akan datang tamu terakhir dalam hidup masing-masing dari kita. Entah besok hari, minggu depan, bulan depan, tahun depan, tak ada satupun yang tahu…

Sekilas doa dan harapan terlintas….Ya Rabbi, bimbinglah kami untuk memahami dan menggenggam makna kematian, jangan biarkan kami putus asa akan kematian, tapi bimbinglah kami untuk dapat menjadikan kematian sebagai semangat untuk hidup sebaik-baiknya menuju ridlomu sampai ajal menjemput….

Advertisements

Read Full Post »

=======================================

Sendiri termenung dalam kesenyapan senja, menatap kosong lurus ke depan…Dalam kesendirian sepi mendekap erat berteman malam dan seutas penyesalan yang tak segera pergi…Dia sendiri terpekur tegak dalam kepatuhan dan kepenatan memendam harap dan bara yang sama-sama menyala…Tak tahu apa yang dinanti kecuali nyanyi sunyi yang kan datang tanpa memberi sehelai kabar dari langit…tanpa memberi tanda adanya petir yang segera menyambar….sepi ini terus menemaninya sendiri dengan tatapan tegak kedepan seperti masih ada mimpi disana…Nyanyi sunyi telah terlintas dikepalanya walau masih menjadi tanya setelah didera berbagai macam penyesalan yang terjadi…nyanyi sunyi makin terasa ketika hidup makin beku dan hati terus tenggelam dalam angan yang telah berlalu…Seharusnya dia tak sendiri…seharusnya sang Dinda duduk mendampingi menanti akan datangnya mimpi dan nyanyi sunyi…tapi dia sendiri lagi…sendiri tanpa harap yang pasti untuk bersama mengarungi lelah penatnya menjalani hidup diiringi nyanyi sunyi…

Read Full Post »

Malam makin larut kumenyusuri langit-langit kamar yang pengap…

malam semakin larut untuk menapaki jalanan yang semakin gelap…

berbatas keinginan yang tak kan pernah terjadi…selamanya…

Jalan kian berliku menembus semua batas keinginan yang terasa hampa…

Tapi aroma keanggunannya takkan lepas dari pandangan mata hati yang buram oleh segala ego yang melekat…

Seonggok puntung rokok menemani hela nafas panjangku tentangmu…yang tak pernah bisa kumengerti jalan corak pola pikirmu yang mungkin berliku untukku….

Hidup adalah hutan rimba…tahu kemana harus melangkah, tapi tak tahu pada jurang mana aku harus terjatuh…

Kuucapkan selamat jalan pada kawan yang takkan pernah jumpa walau sekejap mataku memandanginya…

Kuucapkan selamat jalan pada kawanku, semoga hari-harimu takkan pernah sesulit hari-hariku yang berlari beriringan dengan maut yang selalu mengintai gerak langkahku…

Kuucapkan selamat jalan pada kawanku, semoga dalam tiap detak jantungmu tetap teriring dzikr pada Allah SWT….

Selamat jalan kawan, kan kuarungi gelombang lautan hidupku yang pasang surut ini tanpamu…

Semoga cerita cintamu akan mencapai batas dimana kau akan mendapatkan tambatan hati pada seseorang yang kau dambakan selama ini…

Yang tak tahu entah dimana, yang tak tahu entah bersama siapa…yang tak tahu kapan datangnya…Semoga hidup ini tidak menjadi sempit bagimu…

 

Bandung – 23.16 – 17 mei 2008

 

Read Full Post »

Kumelongok pada rumah kecil disuatu persawahan….kumelihat seorang bapak tua bersanding pada sepeda tua dan sedikit kantong lusuh dibelakangnya, bapak tua menatap kereta yang melintas dengan penuh harap…ku tengok pada rautku sendiri…apa yang dapat diharapkan pada hati yang berjendela retak,pada mata yang telah sayu, pada angan yang mengering, compang camping berbelit masalah tentang hidup…

Lusuh aku menyusuri tiap besi-besi berkarat ini..tersedak ku menatap suatu keluarga yang riang bermain…aku merasa sepi sndiri…

Tak lekang ku merintih tertimpa sebongkah batu kapur yg memanas…

Letih rasa ku berjalan…

Tiap terlintas pekuburan ditengah sawah, kembali ku tesedak menatap beku…tampak teduh…tp menyeramkan…tak kuasa ku menatap kapan ku khan kembali..

Kutoarjo 5 mei 2008

Read Full Post »

Kerikil tajam…

Pada Kerikil tajam ini ku berjalan…

Terseok jiwa compang-camping menanti sesuatu….

Terjatuh dan telindas ku mencabik-cabik rerumputan basah dini hari…

Kerikil ini sangat tajam utk dilalui…hati tersayat dan terpendam dalam kegelapan dan tak sanggup ku bergerak menggapai seberkas cahaya…sedangkan putihnya membutakan mata…

kerikil ini sgt tajam utk dipijak..ku tersesat dalam lorong waktu yang sangat gelap..makin tebal rasa karat hati .dan akhirnya rapuh ku terseok diantara jeda waktu ku bernafas…sesal kembali datang dan memeluk erat…

Terngiang aroma nikmat kebatilan yang mengajak kukembali arungi mimpi duniaku…

Sekuat hati ku menepis semua ini…berteriak ku memecahkan jendela hatiku yang telah koyak dan berdarah…

Buat apa?? Untuk apa ku berteriak sedangkan racun ini masih bertengger ditengah-tengah syaraf otakku yang membeku…

Prupuk – 3 mei 08 – 13.55

Read Full Post »

<>Pada jendela yg retak lg kumal ini ku memagut pandangan pd sawah,ladang,dan rumah-rumah yg lugu dan tak lekang pd sesal..sesekali tampak deretan pekuburan yg mengering menatap pucat pd diriku..dan mengharap rahmat dr langit…pada hati yg retak ini ku mencoba menerawang pd ladang terbkr pd amarah akan wkt yg telah berlalu..mengering dan meranggas..pd hati yg hmpr hancur ku berhrp dan tengadahkan tangan sesekali kuseka peluh kesal pd nafsu diri yg membelenggu..langit masih saja menghitam..berharap terang kembali datang utk kupeluk erat..

kalibagor-16.36-3 mei 08

Read Full Post »

Dalam temaram senja…ku berharap…Dalam gelapnya hari ku berdoa…

Angin berhembus menyingkapkan segelintir cerita…yang terkikis oleh deburan waktu…

Pada butir-butir tanah ini ku bergumam….Pada rumput-rumput yang menyemak ini ku bersimpuh…

<>Apa yang kurang ku mengerti…

Sedang hari esokkupun ada disini…

Disini kelak aku kan berada…disini aku kan berhenti…

Hari makin gelap tapi kaki ku serasa tertanam disini…

(more…)

Read Full Post »

Older Posts »