Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘permata’

Madrid-Spanyol.Mungkin tak pernah terpikir bahwa suatu saat kita akan dapat mengunjungi Negara orang let’s see di belahan benua terjauh dari benua Asia (yaitu Benua Eropa). Kota Madrid yang berdiri pada 1561 diakui oleh Philip II sebagai ibukota negara Spanyol. Sejak jaman dulu dipercaya bahwa Madrid ditemukan oleh Ocnus, Raja Roman yang juga merupakan salah satu anak dewa. Madrid adalah salah satu saksi bisu kehadiran budaya Islam yang akhirnya tergeser oleh invasi Kristen pada awal abad 10. Sembilan kemudian tepatnya pada Abad 19 dimulai dengan adanya invasi bangsa Perancis ke beberapa negara di Eropa termasuk Madrid. Hal ini menyebabkan sepertiga dari kegiatan perkembangan kota Madrid terpaksa terhenti. Para kaum borjuis mulai ikut andil dalam perkembangan kota Madrid. Mereka mulai mengambil alih beberapa properti dan mengembangkannya sesuai keinginan mereka. Namun di lain pihak, kejadian tersebut justru menguntungkan kota Madrid dalam hal perkembangan kota. Banyak jalur dan jalan-jalan baru mulai dibangun, sebagai fasilitas umum. Selain itu alun-alun di beberapa titik kota juga dibangun sesuai perencanaan kota diimbangi dengan penyediaan perumahan, bangunan-bangunan fasilitas umum untuk mencapai kebutuhan penduduk yang terus berkembang. Bangunan fasilitas umum tersebut diantaranya adalah bangunan the Congress, the Senate House, the Stock Exchange, the National Library, the Bank of Spain, yang kesemuanya terdapat di pusat kota Madrid dan dimaksudkan untuk mendukung aktifitas kota sehari-hari.

Terlepas dari apapun konflik apapun yang mengiringi perjalanan umat manusia di Spanyol, Kota Madrid adalah kota yang sangat Indah dengan bangunan-bangunan tua peninggalan pemerintahan Philip II (Abad 10), serta bangunan dari the Castro Plan yang dibangun th 1860 yang membawa Madrid sehingga dikenal dengan 3 daerah lingkupan, yaitu kota tuanya, perkembangan baru, dan daerah pinggirannya. Dari keseluruhan perkembangan kota Madrid dalam abad 19, dapat ditelusuri bahwa pembentukan kota secara menyeluruh dan pembangunan istana-istana di lingkungan pusat kota dilaksanakan oleh kaum borjuis yang datang ke Madrid. Bentuk-bentuk arsitektural yang disajikan merupakan bentuk ekletik yang mengutamakan citra dan rasa individual para pendatang tersebut.

Sebagai contoh di dalam distrik baru yaitu Salamanca dan Arguelles dimana pengembangannya dilaksanakan oleh Salamanda dan Pozas, serta distrik-distrik di daerah Las Salesas, Los Jeronimos dan Recoletas, dimana para kaum borjuis di Madrid menemukan untuk pertama kalinya daerah permukiman bagi mereka. Mulai dari daerah inilah berkembang masyarakat menengah ke atas dimana mereka tergolong kelas pekerja yang lingkungannya hanya mencakup daerah tempat tinggal mereka dan pusat kota Madrid. Sementara itu agak menepi, terdapat daerah permukiman masyarakat menengah bawah yang juga tergolong masyarakat miskin. Di daerah ini hunian merupakan tipikal corralas, yaitu hunian yang mengelilingi sebuah patio atau halaman kecil.

Perkembangan Madrid baru

Sejak tahun 1960, ketika penduduk Madrid sudak mencapat 2 juta orang, dengan perencanaan stabilisasi, Madrid memasuki periode perkembangan yang dimaksudkan untuk membuat kota tidak dapat dijamah oleh kendaraan. Jalur bulevard dihilangkan, flyovers dan parkir kendaraan bawah tanah mulai dibangun dibeberapa titik pusat kota. Sampai akhirnya, pada dekade berikutnya, karakter kota berubah dengan menjadikan Madrid lebih layak huni bagi penduduknya. Daerah-daerah distrik mulai dikenalkan, rencana khusus yang bertujuan untuk melindungi warisan arsitektur kota digulirkan, sirkulasi kendaraan di pusat kota dibatasi dan transportasi umum ditingkatkan. Aplikasi dari perkembangan kota Madrid ini nyatanya berhasil dan menjadikannya kota paling indah dan nyaman untuk dikunjungi di negara Eropa. Dimana telusuran arsitektur bersejarah kota dengan jalan-jalan baru dan modern avenue tersajikan secara harmonis. Saat tiba pertama kali di pusat kota Madrid, kesan pertama yang akan diterima pengunjung adalah bahwa kota ini penuh kesibukan dan aktifitas. Namun tidak dapat ditinggalkan disini bahwa pengalaman yang sangat menakjubkan dari kota Madrid adalah dengan memiliki kesempatan menelusuri sepanjang jalan pusat kota Madrid.

Berikut dibangunnya Bandara Internasional Barajas adalah bandara yang terdapat di Madrid dan merupakan pusat dari Iberia Airlines. Bandara tersebut menjadi pintu gerbang utama ke Semenanjung Iberoa dari Eropa, Amerika, dan belahan dunia lain dengan arus penumpang sebesar 40 juta orang per tahun. Juga Stasiun kereta api utama di Madrid adalah Atocha dan Chamartin. Fokus utama pembangunan infrastruktur di Spanyol adalah sebuah jaringan rel kecepatan tinggi, Alta Velocidad Española (AVE) dengan tujuan membuat kota-kota penting berjarak maksimal hanya 4 jam dari Madrid dan 6 jam dari Barcelona. Kota-kota yang terhubung dengan stasiun Atocha dalam jaringan ini antara lain Seville, Toledo, Zaragoza, dan Lleida. Barcelona dan Malaga akan terhubung pada 2007.

Batu Mulia Indonesia nampang di Madrid

Rupanya Batu Mulia dari Indonesia juga sempat mampir juga dalam event yang diselenggarakan tahunan ini. KBRI Madrid bekerjasama dengan Mutumanikam Nusantara dan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI, menggelar pameran perhiasan dan produk budaya Indonesia, bertempat di KBRI Madrid, Calle Agastia No 65. Sejumlah besar koleksi perhiasan mutumanikam akan dipamerkan dalam pameran ini seperti gelang, cincin, kalung, anting-anting, bros dan perhiasan lainnya. Satu andalan yang dipamerkan adalah koleksi mutiara yang berkualitas. Koleksi mutiara ini dibuat oleh para pengrajin Indonesia dengan disain yang disesuaikan dengan selera internasional. Selain mutiara, Indonesia sendiri memiliki kekayaan melimpah ruah batu-batu mulia termasuk mutiara dengan lokasi budidaya mutiara seperti di kepulauan Maluku dan Lombok. Batu Mulia yang ditampilkan diantaranya Batu Safir, Baca, Kecubung, Kalimaya Banten, dan beberapa akik seperti Sulaiman, Yaman, dan lain-lainnya. Batu Mulia dari Indonesia menjadi perhatian tersendiri dari para pengunjung yang kagum akan keindahan bebatuan yang berasal dari Indonesia….Hiduplah bangsaku hiduplah negeriku Jayalah Indonesiaku….

Read Full Post »

Pedagang akik di tengah kota Jogja

Jogjakarta. Berjalan atau berkunjung ke kota Jogjakarta memang kurang lengkap kalau tidak merasakan Gudeg plengkung atau belum beli oleh-oleh bakpia pathok 75. Tapi alangkah lebih tidak lengkapnya lagi bagi penulis adalah bila belum berkunjung dimana para pedagang akik berada hehehe

Setelah berjalan kaki sekitar 30 menit menyusuri jalanan Malioboro yang penuh dengan para turis domestik, akhirnya penulis menjumpai perempatan besar menuju Alun-alun utara kota Jogja. Persis di sebelah Benteng Vredenburg kita menjumpai deretan para pedagang akik, tepat berseberangan dengan gedung Kantor Pos besar Jojakarta. Unik memang, dan tidak biasa para pedagang akik memiliki tempat berjualan dipusat kota. Biasanya para pedagang akik begini menjadi kelompok marginal yang dipinggirkan pemerintah setempat. Tengoklah di Jakarta, Surabaya, dan kota lainnya.

Tapi khusus di Jogja ini rupanya para pedagang akik disini dapat bernafas lega karena mendapatkan angin segar dengan diijinkan menempati tempat di jalan protocol dan disebelah tempat wisata tengah kota. Luar Biasa. Hidup Sri Sultan Ngayogyakarta!!!

Kira-kira ada sekitar 10 pedagang akik disini, yang rata-rata berasal dari Madura (Bangkalan, Sampang, Sumenep, Kamal). Tidak hanya batu Mulia dan batu Akik yang mereka tawarkan, mereka juga menawarkan ikat (ring) akik, dan tasbeh, serta sebagiann menawarkan benda-benda bertuah seperti keris, pring pethuk, geliga kelapa, graham macan, dan sebagainya. Dari jenis dan kualitas Batu Mulia atau akik yang ditawarkan memang untuk segmentasi kelas menengah keatas. Kecenderungan sasaran pasar mereka adalah menengah ke bawah. Hal ini disebabkan peminat batu di jogja yang datang ke stand mereka tidak mencari batu Mulia yang harganya cukup mahal, tapi umumnya mencari batu akik yang harganya 10 ribuan hingga 20 ribuan. Jarang disini ditemukan Batu Mulia dengan kualitas wahid. Kalaupun ada yang kualitasnya sekedarnya saja. Batu Mulia yang ditawarkan disini dengan kualitas alakadarnya adalah safir burma, Topas (sintetis), Mirah Siam, Ruby, dan lain-lain. Yang paling banyak ditawarkan adalah dari golongan batu akik, seperti pirus, tapak jalak, sulaeman, wulung, pancawarna, dan lainnya. Pasokan barang dagangan mereka biasanya didapat dari pedagang martapura, atau dari Jakarta yang datang ke Jogja dengan membawa batu borongan yang cukup banyak dan murah. Jadi mereka dipasok tanpa harus lelah-lelah berkulak batu ke Jakarta yang terkenal padat macet, panas, kanibal, serta macet.

Tak lelah melihat-lihat dan berbincang dengan para pedagang, penulis dapat menyimpulkan harga rata-rata batu yang ditawarkan adalah antara Rp 25.000 – Rp 75.000 untuk yang masuk golongan batu Mulia (walau sebagian yang ditawarkan adalah batu Sintetis). Tapi untuk yang batu akik kisaran harga mulai Rp 10.000 – Rp 50.000 tanpa melihat kualitas bagus atau tidak. Dilihat dari sizing omzet yang didapat perhari, terlihat bahwa sebenarnya mereka ini termasuk golongan pedagang yang tetap eksis menggerakkan mikro ekonomi dikalangan rakyat menengah ke bawah yang sebetulnya memiliki prospek yang cukup lumayan ke depan. Tinggal saja perhatian dari pemerintah kota sejauh mana untuk membantu mereka lebih kencang lagi berlari.

Angkringan sebagai Ikon Kota Jogja

Setelah berjalan dan melihat-lihat dagangan batu akik, penulis berjalan balik arah menuju salah satu sudut Malioboro yang sempat menjadi garis demarkasi penarikan pasukan belanda saat serangan Jogja tahun 1949 (samping Hotel Garuda Malioboro). Tepat 5 meter disebelah prasasti itu berdiri Angkringan (nama khas sebutan untuk pedagang makanan). Angkringan di Jogja sudah bukan lagi sesuatu yang aneh atau unik. Mungkin sejak jaman revolusi fisik sudah ada yang namanya Angkringan. Dan ternyata konsep Angkringan ini sudah merambah sampai kekota-kota lain seperti Jakarta, Bandung, Magelang, Klaten, dan kota lain. Entah siapa yang mencetuskan nama atau ide konsep angkringan ini, sampai sekarang tak satupun orang tahu.

Yang jelas konsep ini sudah banyak membantu menggerakkan ekonomi rakyat yang tak pernah diperhatikan oleh pemerintah. Terseok dan akhir tetap bangkit dan berjalan walau tertetaih-tatih. Itulah Angkringan.

Disalah satu Angkringan sudut kota ini penulis melepas lelah dan penat hidup yang menggelayut di pundak. Sembari menikmati sebatang rokok, penulis memesan 1 gelas teh hangat, dan mengambil 1 bungkusan nasi kecil yang biasa disebut nasi kucing (karena ukurannya yang cukup kecil). Setelah dibuka, lauk yang tersedia cukup 1 jenis (biasanya oseng-oseng atau kering tempe).

Menikmati indahnya mentari sore di Malioboro sambil melihat-lihat orang-kendaraan yang sibuk lalu lalang meramaikan suasana Malioboro, penulis mulai menikmati nasi kucing yang sudah berada dihidangkan. Cukup 5 suapan, rupanya nasi sebungkus telah habis hehehe namanya juga nasi kucing. Tapi jangan salah. Bukan berari Angkringan adalah komoditi rakyat jelata…tapi banyak juga Angkringan yang sudah lengkap dengan fasilitas Hot-Spot dengan gratis Wi-fi. Jadi rupanya ini adalah sebagian dari upaya untuk diversifikasi layanan untuk meraih segmentasi yang lebih tinggi. Harga makanan yang ditawarkan di Angkringan ini sangat murah sekali, dengan nasi sebungkus, 1 sate usus, 2 gorengan, dan segelas teh manis, penulis cukup membayar Rp 4.000,- !!! Murah, perutpun kenyang.

Terlepas dari murah atau tidaknya harga sebuah barang, kita perlu acungkan jempol dan angkat topi untuk para pedagang Angkringan yang rela mengambil untung alakadarnya sehingga sebagian rakyat ini masih bisa menikmati kebutuhan pokok yaitu makan dengan harga yang sangat terjangkau. Salut untuk para pedagang Angkring yang tetap setia melestarikan serta membentuk hukum pasar yang stabil terkait dengan harga yang saat ini menjadi isu sensitif bagi rakyat. Hidup Jogjakarta, Hidup Kraton Ngayogyakarta. Salam kepada para pecinta Batu Mulia, Batu Akik, dan pecinta Rakyat!!!

Read Full Post »

Batu Mulia, atau Batu Akik sudah banyak dikenal masyarakat luas, khususnya di Indonesia. Terkadang masyarakat masih mengkait-kaitkan antara Batu Mulia – Akik dengan Bulan kelahiran, weton, dan sebagainya sebagai dampak bergulirnya perkembangan budaya masa dahulu di Indoensia. Batu Mulia – Akik juga tidak hanya dipandang dari sisi keunikanya, segi warna, tekstur, maupun tingkat kekerasannya yang menyebabkan nilainya sangat tinggi dan mahal juga pola warna-warna alam yang terkandung di dalamnya sangat unik menjadikan batu mulia sebagai komoditas yang bisa diolah sehingga bernilai jual tinggi, tapi lebih penting juga kecocokan karakter seseorang berdasarkan bulan kelahiran, dan sifat batu-batu itu sendiri sehingga sebagian masyarakat mempercayai bahwa keberadaan batu yang dipakai akan memberikan pengaruh pada pemakainya.

Batu Mulia dalam pelukan Bulan Kelahiran

Menurut Info, batu mulia digolongkan dalam beberapa kelas. Terdiri dari batu permata (precious stone), batu setengah permata (semi precious stone), dan batu hias (ornament stone). Batu mulia yang masuk klasifikasi batu permata meliputi, intan, mirah delima (ruby), safir (sapphire), zamrud (emerald), garnet, opal (kalimaya), kecubung, giok (jade), topas, dan turmalin. Sementara batu setengah permata di antaranya, alsedon, agat (akik), rijang (chert), zircon, jasper, batusatam (textile), krisopras, malakit, azurite, florit, batu darah (hematite), krisokola, andalusit, kiastolit, phrenit, dan obsidian. Sedangkan yang termasuk klasifikasi batu hias, di antaranya onik, serpentinit, kalsit, aktinolit, peridotit, pegmatite, kurarsit, kuiseki, dan fossil kayu (silicified wood).

Sebagai bagian dari gaya hidup, saat ini batu mulia di kalangan pengoleksi pemula dihubungkan dengan bulan kelahiran, semacam zodiak. Dari sekian informasi yang dikumpulkan, dapat dirinci kecocokan batu dengan Zodiac sebagai berikut :

Bulan Januari – dihubungkan dengan batu garnet, yang melambangkan hati yang terbuka, loyal dan penuh kasih sayang.

Bulan Februari – dinaungi oleh batu Amethyst, batu yang melambangkan aristokrasi dan kekuasaan.

Bulan Maret – dilambangkan oleh Aquamarine atau Bloodstone, batunya Dewa Laut Neptune, yang melindungi pelaut dari berbagai rintangan selama mengarungi samudra.

Bulan April – dihubungkan dengan berlian, lambang kekuatan cinta, juga kekuasaan, keserakahan, intrik, dan magic.

Bulan Mei – adalah batu zamrud (emerald), batu persembahan untuk Dewi Venus yang melambangkan kesuburan.

Bulan Juni – identik dengan mutiara, moonstone atau alexandrite. Mutiara merupakan lambang kekayaan, kekuasaan dan umur panjang. Sedangkan moonstone dan alexandrite dipercaya membawa keberuntungan. Bulan Juli adalah ruby, pembawa cahaya dalam kegelapan.

Bulan Agustus – adalah peridot dan sardonyx. Peridot merupakan lambang matahari, sedangkan sardonyx dipercaya membawa keberuntungan, melindungi pemakainya dari godaan setan dan membuatnya pandai bicara.

Bulan September – dihubungkan dengan batu safir, lambang kejujuran dan kebersihan jiwa. Konon batu ini warnanya akan berubah jadi gelap jika pemakainya berselingkuh atau punya jiwa dan niat jahat.

Bulan Oktober – adalah opal atau tourmaline. Opal lambang harapan dan cinta, sedangkan tourmaline lambang kedamaian yang dipercaya bisa mengusir rasa takut pada pemakainya.

Bulan November – adalah cocok dengan topaz, lambang kebijaksanaan dan kesabaran.

Bulan Desember – adalah turquoise atau zircon. Turquoise merupakan lambang kesuksesan dan nasib baik, sedangkan zircon melambangkan keselamatan dan kesehatan.

Untuk Batu Permata menurut Zodiac/Tanda Bintang ini merupakan pilihan lain, dalam hubungannya dengan Batu Kelahiran, Batu Planet serta Batu Keberuntungan.

Tanda Bintang

Batu Kelahiran

Batu Keberuntungan

Capricorn (22 Des-19 Jan)

Ruby / Mirah, Garnet, Agate / Akik

Lapis Lazuli, Ruby / Mirah

Aquarius (20 Jan-18 Feb)

Garnet, Moss Agate / Akik Lumut, Opal / Kalimaya, Amethyst / Kecubung

Turquoise / Pyrus, Garnet

Pisces (19 Feb-20 Mar)

Amethyst / Kecubung, Rock Crystal, Sapphire, Bloodstone,Aquamarine

Amethyst / Kecubung

Aries (21 Mar-19 Apr)

Bloodstone, Diamond / Intan, Jasper / Hati Ayam

Diamond / Intan, Jasper / Hati Ayam, Bloodstone

Taurus (20 Apr-20 Mei)

Sapphire, Amber, Turquoise / Pyrus, Blood Coral, Emerald / Zamrud

Sapphire, Diamond / Intan

Gemini (21 Mei-20 Jun)

Agate / Akik, Pearl / Mutiara, Chrysoprase, Tiger Eye / Mata Macan

Agate / Akik, Emerald / Zamrud

Cancer (21 Jun-22 Jul)

Emerald / Zamrud, Pearl / Mutiara, Ruby / Mirah, Moonstone

Emerald / Zamrud, Agate / Akik, Chalcedony

Leo (23 Jul-22 Agst)

Tourmaline, Sardonyx, Onyx Rock Crystal

Peridot, Onyx, Amber

Virgo (23 Agst-22 Sep)

Pink Jasper / Hati Ayam Pink, Jade / Giok, Carnelian, Sapphire

Citrine / Kwarsa kuning

Libra (23 Sep-22 Okt)

Opal / Kalimaya, Lapis Lazuli, Peridot

Sapphire, Opal / Kalimaya, Chrysolite

Scorpio (23 Okt-21 Nov)

Aquamarine, Topaz

Garnet, Ruby / Mirah Aquamarine, Beryl

Sagitarius (22 Nov-21 Des)

Sapphire, Topaz, Amethyst / Kecubung, Turquoise / Pyrus

Topaz, Pearl / Mutiara

Terlepas dari apapun bulan kelahiran dan batu keberuntungan yang cocok, tetap dan janganlah lupa bahwa semua ini bukan sebagai tempat bersandar. Segala kekuatan hanya dari Allah Ta’alaa, dan kepadaNyalah kita kembali….

Read Full Post »

Batu Giok jade-jadeite sudah bukan lagi sebagai jenis bebatuan yang asing dipasaran seperti layaknya batu garnet, atau spinnel, atau batu mulia yang lain. Batu ini memiliki banyak cerita misteri dikalangan sosial dan asalnya yaitu didaratan Cina. Di Negara produsennya, batu Giok sudah menjadi papan industri yang cukup membantu perekonomian negaranya dan cukup populer sebagai jenis produk yang menjadi andalan disisi sektor pariwisata, juga sebagai batu legenda sejak jaman dinasti-dinasti kekaisaran di daratan Cina. Tapi sebetulnya tidak hanya didaratan Cina, menurut info yang terkumpul, semenjak 7000 tahun lalu, manusia menggunakan batu giok atau jade sebagai perhiasan dan senjata. Masyarakat Maoris (di New Zealand) menggunakan batu giok atau jade sebagai senjata di dalam peperangan. Sedangkan di Tamadun purba, Suku Maya, Aztec, Korea, dan Olmec menyanjung batu giok atau jade sebagai batu permata yang lebih berharga dari emas. Sedangkan 3000 tahun sebelum Masehi, batu giok atau jade dikenali di China sebagai “royal gems” (batu permata diraja). Popularitas Batu Giok atau Jade cukup tenar dengan sandangan bahwa batu giok atau jade memiliki simbol kekuatan, kebaikan, kecantikan, dan berharga. Masyarakat Cina juga menyanjungi batu giok atau jade sebagai simbol kepandaian, keadilan, ketabahan, dan menjadi simbol kecantikan pada wanita yang memakainya. Ini menunjukkan batu giok atau jade begitu penting di dalam masyarakat Asia khususnya masyarakat Cina.

Batu giok atau jade merupakan batuan yang terbentuk dari mineral silika yang berbeda, yaitu nephrite dan batu giok atau jadeite. Nephrite berasal dari mineral amphibole actinolite yang kaya dengan kalsium dan magnesium. Batu giok atau jadeite pula berasal dari batuan batu giok atau jadeitite yang terhasil dari pyroxene yang kaya dengan natrium dan alumunium. Jade dari mineral jadeite jarang ditemui dan merupakan jade yang berharga. Nephrite biasa ditemui dan deposit nephrite terdapat di China, New Zealand, Russia, Guatemala dan Swiss Alps (Pergunungan Alps). Dark green jade, yang digelar Canada jade, dijumpai di Bahagian Barat Canada. Jadeite ditemui di China, Russia dan Guatemala, tetapi yang terbaik berasal dari Myanmar. Jade mempunyai kekerasan pada nilai 7 Skala Mohs.

Giok juga muncul dalam warna Lavender yang sangat populer di kalangan muda dan bangsa barat, putih, kuning, merah kecoklatan, atau hitam. Giok natural berwarna merah dan giok kuning sangat langka. Giok dengan warna lebih dari dua juga sangat berharga. Giok dengan tiga warna yaitu, hijau, lavender dan merah disebut dengan nama Fu Lu Shou, yang menyimbolkan keberuntungan, kemakmuran dan langeng. Giok yang paling berharga disebut Wufu Linmen yaitu Giok yang mempunyai lima warna-hijau,merah,lavender,kuning dan putih.

Batu Giok dipasaran cukup unik dan lain sifat pasarnya dibanding batu Mulia yang lain, karena nilainya sangat tidak berkaitan dengan berat dan ukurannya. Sebuah batu mulia Giok dengan bentuk bulat dapat dijual dengan harga jutaan dollar, dimana sebuah gelang Giok mungkin hanya bernilai beberapa sen dollar. Bahkan di Indonesia ada dipan (tempat tidur) dari Batu Giok yang mencapai harga 5 Milyar!! Belum lagi bermacam-macam patung atau alat-alat yang terbuat dari Batu Giok seperti meja makan dan sebagainya.

Ada beberapa elemen untuk membedakan Giok yang asli dengan batu lain berwarna Hijau. Untuk menilai Giok digunakan 5 kriteria yaitu 3Cs (Colour, Clarity, dan Cut ) dan 2Ts (Transluency dan Texture).

Colour – Warna adalah faktor yang paling penting dalam menilai Giok. Giok yang berkualitas tinggi mempunyai warna yang murni, kuat, dan terang. Warna Giok yang paling ideal adalah Hijau Kuat Emerald, namun kebanyakan Giok mengandung warna biru atau kuning. Kombinasi yang baik antara hijau, biru dan kuning bisa menciptakan warna hijau yang terang. Giok dengan warna hijau pucat, hijau kekuning-kuningan atau Hijau kebiru-biruan mempunyai nilai yang lebih rendah terlebih apabila warnanya tercampur dengan warna abu-abu atau coklat.

Clarity – Selain warna, Clarity juga memegang faktor penting dalam kualitas batu Giok. Clarity merupakan kejelasan dan kristalisasi batu Giok yang mempengaruhi cahaya yang dipancarkan.

Cut – Cut merupakan Jenis potongan dari Batu Giok (heart, pear, octogonal), disamping bentukan yang lain, seperti menjadi produk patung, meja, furniture, sampai tempat tidur.

Sekilas khasiat batu Giok

Jade membangunkan inti kesadaran dalam diri dan membawa kesadaran ke tingkat spiritual ; menyeimbangkan tubuh fisik dan emosional ; memacu idea, mengarahkannya menjadi tindakan ; memberikan perlindungan yang kuat ; merangsang kerja ginjal dan menyeimbangkan kadar garam, air dan asam dalam tubuh, bagus untuk sistem syaraf ; meningkatkan reaksi tubuh. Selain itu dan Batu Giok digunakan oleh orang Ameridian sebagai obat bagi penyakit buah pinggang. Sehingga dikenali sebagai “lapis nephriticus”, biasanya Batu Giok ditempatkan sebagai kepala ikat pinggang.

Di Indonesia, tak sulit mencari benda-benda kerajinan yang terbuat dari batu Giok, karena saat ini sudah banyak outlet-outlet kerajinan cina yang juga menyajikan kerajinan seperti patung, meja yang terbuat dari batu Giok sebagai pemanis dan membawa aura dingin di rumah anda.

Read Full Post »

Batu Mulia dan Batu Akik merupakan salah satu unsur perhiasan yang terkadang menjadi domain dalam setiap jenis dan pernik dari perhiasan yang berupa gelang, cincin, giwang, dan kalung. Sudah menjadi sesuatu yang biasa bila rakyat biasa, baik petani, pelajar, sampai pejabat di Indonesia ini memakai perhiasan yang mengikutkan unsur Batu Mulia dan Batu Akik. Tapi rupanya para Presiden Republik Indonesia dan para pejabat pemerintah lainnya juga gemar menggunakan Batu Mulia dan Batu Akik dalam agenda kegiatan kesehariannya. Ada sesuatu yang cukup unik bila kita memiliki waktu luang untuk memikirkan dan membayangkannya. Seorang Presiden yang pasti diliputi kesibukan yang sangat luar biasa, masih menyempatkan diri untuk menggunakan Batu Mulia dan Batu Akik yang melingkar dijari kiri atau sebelah kanan sebagai pelengkap penampilan sehari-hari.

Yang menjadi pertanyaan adalah hanya sekedar pelengkap penampilan, atau ada “sesuatu” dibalik batu Cincin yang dikenakan oleh Para Presiden kita? Coba kita tengok penampilan dari Presiden RI pertama, yaitu Soekarno. Menurut infonya beliau memiliki beberapa koleksi Batu Mulia dan Batu Akik, dan mungkin sekarang masih tersimpan rapi di Blitar. Kemudian Presiden RI kedua yaitu Soeharto. Presiden yang berkuasa 32 th ini rupanya juga mengenakan cincin yang melingkar di jari manisnya, Habibie, sebagai seorang scientist yang juga cendikiawan serta pakar teknologi tak luput dari kelengkapan penampilan dengan cincin Batu Mulia yang melingkar apik di jari manis sebelah kanan.

Kita tengok juga penampilan Mantan Presiden Gusdur, Megawati, dan Presiden kini yang terpilih yaitu SBY. Semua pemimpin Negara Indonesia ternyata menggunakan Batu Mulia dan Batu Akik dalam penampilan sehari-hari. Belum lagi para Wakil Presiden seperti Adam Malik, Umar W, Hamzah Haz, serta para calon presiden, seperti Agum Gumelar, dan Wiranto. Kembali kita bertanya, ada apa dengan Batu Mulia dan Batu Akik yang ternyata tidak hanya memiliki tempat di hati rakyat, tapi juga para pemimpinnya.

Mitos seputar Batu Mulia dan Batu Akik di lingkaran Pemimpin

Sudah menjadi berita umum, bahwa yang namanya Batu Mulia atau Batu Akik tidak hanya dipergunakan sebagai perhiasan, tapi juga memiliki suatu aura tertentu yang dapat mempengaruhi si pemakai saat berhadapan dengan khalayak ramai.. Maka dengan sekilas analisis singkat tersebut, maka cukup beralasan para pemimpin Indonesia juga senang dan berkenan memakai Batu Mulia dan Batu Akik menjadi bagian dari penampilan sehari-hari.

Negara Indonesia ini cukup unik, dan hal ini tidak lepas dari perjalanan sejarah Indonesia sejak jaman Pra Sejarah – Jaman Kerajaan – sampai dengan Jaman Reformasi seperti sekarang ini. Sejak jaman dulu yang namanya Indonesia memiliki cerita-cerita panjang tentang hal-hal yang bersifat supranatural, tengoklah Keris Mpu Sendok, Tombak Kiai Plered, dan sebagainya. Rupanya hal-hal supranatural itu tidak bisa lepas dari aktivitas beberapa elemen aktivitas walaupun tidak sepenuhnya hal itu diyakini.

Selain dari khasiat dan mitos yang menyertainya, pastilah para pemimpin tentu saja memiliki strata ekonomi yang berada di level 1, tak heran bila cincin yang dikenakan oleh para pemimpin kita pasti bukan sembarang cincin dan yang jelas harganya sangat mahal. Bayangkan , Batu permata jenis kelas satu seperti mirah delima (ruby) atau safir (blue saphhire) yang kualitasnya bagus, harganya tidak akan kurang dari US $ 200 per karat. Ukuran mata cincin yang dipakai pada umumnya tidak kurang dari 10 karat . Jadi minimal aksesoris tersebut berharga $2000 atau ekuivalen Rp.14.000.000. Ini belum termasuk tatahan berlian, dan logam yang digunakan untuk pengikatnya (biasanya emas putih, atau emas). Ditambah lagi fakta bahwa, harga suatu batu permata tidak hanya bergantung dari kualitas standard (warna, cacat, clarity ), tapi juga tergantung pada hal-hal yag sifatnya sangat-sangat subyektif, misalnya : “star” yaitu pola bintang pada pemantulan cahaya natural, pola “urat” batuan yang terkadang secara alamiah membentuk “gambar” tertentu , kepercayaan pemakai terhadap “khasiat” batu permata tersebut dstnya. Bisa jadi ini mungkin sisa-sisa kultur dinamisme yang masih eksis dimasyarakat kita Hebatnya, justru karena unsur-unsur subyektif ini, harga batu permata bisa berlipat-lipat dari harga yang ditaksir secara “standard”. Tidak heran bila ada seseorang yang “gila” terhadap batu permata tertentu, berani membayar milyaran rupiah terhadap batu permata yang disukainya. Walaupun secara “standard” harga, batu permata tersebut mungkin harganya”cuma” puluhan juta misalnya.

 

Pada saat Presiden Soeharto berkuasa, sudah menjadi rahasia umum, bahwa Soeharto adalah seorang yang percaya terhadap kekekuatan-kekuatan Supranatural. Ini direpresentasikan lewat adanya beberapa penasehat “spiritual” yang kebanyakan adalah “dukun-dukun” kejawen. Orang yang percaya pada kekekuatan Supranatural , umumnya juga percaya bahwa cincin batu “tertentu” akan punya “khasiat” tertentu. Yang jelas sewaktu Soeharto berkuasa, cincin mirah delima yang sering dipakai dijarinya adalah batu permata dengan kualitas kelas satu yang harganya jelas mahal. Karena bagi seorang nomor 1 di Indonesia tidak akan memakai barang sembarangan terkait harga apalagi kekuatan yang meliputinya.

Menjelang kepulangan Mantan Presiden Soeharto beberapa waktu lalu, beredar informasi bahwa Kyai Enung, nama aslinya Nurjaya, ahli spiritual dari Desa Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Dia meminta anak-anak Soeharto untuk mencari dan menemukan guru spiritual yang memberikan batu akik Ki Alip Cukur kepada Soeharto. Jika guru itu sudah meninggal, harus dicari pewaris ilmu sang guru.

”Kasihan beliau. Secara medis, seharusnya beliau sudah berpulang ke Rahmatullah (meninggal – red). Tetapi kepulangannya itu terhalangi batu akik yang telah menyatu dengan beliau. Batu akik ini harus dicabut oleh yang memasangnya atau pewaris ilmu guru tersebut,” demikian Kyai Enung menganalisis.Menurut penerawangannya, Soeharto punya sejumlah guru spiritual, namun yang paling berpengaruh pada kondisi kesehatannya adalah batu akik Ki Alip Cukur yang konon berwarna hitam. ”Batu ini diperoleh dari seorang guru spiritual di Jombang, Jawa Timur. Cobalah cari ke sana. Memang perkataan saya ini irasional, tetapi lebih baik anak-anak Pak Harto mencobanya seraya mengikhlaskan kepergian beliau,” katanya.

Dia memperkirakan Soeharto tidak memegang Batara Karang yang berpengaruh seperti mampu membuat segan pihak lawan atau orang-orang di sekitarnya dan ampuh untuk menghindari ”serangan-serangan gaib”. Batara Karang juga mempunyai ciri pemegangnya sulit meninggal, jika tidak dilepas oleh gurunya.

Batu akik yang dikenal dengan nama Ki Alip Cukur ini bisa dipakai sebagai perhiasan di cincin. Tetapi paling ampuh jika batu akik ini dijadikan bahan sebagai susuk yang dimasukkan ke dalam tubuh manusia. Karena digunakan bertahun-tahun, batu tersebut akhirnya menyatu dengan tubuh yang bersangkutan. Benar atau tidaknya Wallahu’alam.

Dikesempatan lain, coba perhatikan dijari Gus Dur kini ada satu cincin berwarna hijau (mungkin Zamrud) sewarna dengan Organisasi yang mengusung beliau menjadi Presiden yaitu PKB. Sedangkan Ibu Megawati cenderung menggunakan batu Cincin yang berwarna hitam (bisa jadi safir hitam).

Terlepas dari apa “khasiat” supernatural cincin Soeharto, Habibie, Gus Dur, Ibu Mega, sampai dengan SBY, dan sederet pejabat papan atas lainnya, yang jelas bagi saya batu permata sendiri cuma sekedar ikatan kimia antara beberapa elemen mineral batuan dan beberapa elemen logam, yang tersusun dalam struktur tertentu. Sedangkan ada tidaknya peran penting Batu Mulia terkait dengan kewibawaan dan kebijaksanaan beliau, Wallahu’alam. Semua kekuatan berasal dari Allah Ta’alaa dan kembali kepada Allah Ta’alaa…. 

Read Full Post »

Bandung Beautiful Euy – Masjid Agung Bandung bukan lagi tempat yang asing bagi masyarakat Bandung dan sekitarnya. Setiap hari, masjid Agung Bandung tak pernah ssepi dari pengunjung, apalagi pas libur sekolah tiba. Letak Masjid Agung Bandung yang berada di tengah-tengah kegiatan komersial yang amat padat, merupakan ciri utama yang dimiliki Masjid Agung bandung. Di tengah hiruk-pikuk kawasan perbelanjaan atau `shopping`, perkantoran, perbankan, hiburan, dan segala macam bisnis lainnya termasuk tempat berjubelnya kaki lima yang merampas hampir seluruh trotoar pejalan kaki, masjid agung berada di sana. Tidak hanya itu, teras Masjid Agung dan halaman rumputnya menjadi tempat pengunjung untuk melepas lelah, ada yang sekedar duduk, atau tidur disana. Interaksi ini menjadi semacam rantai simbiosis mutualisme yang tak dapat lepas. Dimana para penjual dan pengunjung sama-sama membutuhkan sesuai hukum pasar yang berlaku.

Waktu terus berjalan, tanpa disadari, hari demi hari tampilan masjid semakin seperti tenggelam dalam lautan hiruk pikuk segala macam aktifitas tersebut di atas. Apalagi setelah dibangunnya pagar yang tinggi di depan/sebelah timur bangunan masjid, maka masjid agung seperti hendak menghindar dari tekanan-tekanan dari luar yang boleh jadi memang mengganggu. Faktor keamanan misalnya, memang suatu hal yang perlu diselesaikan. Keberadaan security Masjid seperti tidak berdaya ketika puluhan pedagang dengan gerobaknya seperti menjadi penghuni tetap dalam menjalankan usahanya.

Masjid Agung Bandung sepertinya perlu diintegrasikan keberadaan dengan lingkungan sekitarnya. Jadi tidak memisahkan diri atau malah meninggalkan lokasinya sekarang ini (dipindah).Yang berarti juga bahwa masjid harus diintegrasikan keberadaannya dengan hiruk-pikuknya aktifitas komersial. Tentu bukan berarti digabung, tetapi diintegrasikan secara serasi, harmoni dan seirama. Syiar-syiarnya juga harus lebih ditampakkan. Berarti pula bahwa ciri religius dalam ruang dan bentuk arsitektur serta ruang kotanya perlu lebih diekspresikan sehingga tampil menjadi sentral kawasan pusat kota khususnya dan Kota bandung pada umumnya.

Menurut sumber, dalam perjalanan sejarah yang hampir melampaui masa dua abad, Masjid Agung Bandung pernah mengalami `zaman keemasan` yakni ketika dipimpin oleh ulama yang juga sastrawan dan filosof Hoofd Penghulu Bandung Haji Hasan Mustafa.

Masjid Agung di tahun 1930-an tersebut paling menonjol fungsinya sebagai pusat ibadah dan sosial penduduk kota. Gaung kohkol dan bedugnya masih terdengar di seantero penjuru kota. Masjid menjadi tempat merayakan Mauludan, Rajaban, Shalat Ied dan belajar mengaji. Ia juga menjadi tempat baitul mal yang menerima zakat fitrah dan mengurusi kesejahteraan umat.

Setia sampai usia senja-Batu Akik di Masjid Agung Bandung

Pak Kosim, 79 th adalah salah satu pedagang, yang biasa menggelar dagangannya di pelataran utara masjid Agung Bandung. Dengan fisiknya yang mulai senja, lengkap dengan kacamata kuno, terselip sebatang rokok, dan Batu Akik Madu dijari manis tangan kanannya, Pak Kosim sabar menunggu dagangannya dilirik para pengunjung masjid. Deretan batu akik yang ditawarkan tidak banyak, hanya sekitar 20 biji yang sudah siap pakai (sudah diikat), dan sekitar 10 biji yang belum diikat. Kebanyakan akik yang digelar adalah Batu Akik dari keluarga Sulaeman dan Akik Badar, Seperti Sulaeman Mega, Sulaeman Wulung, tapi ada juga badar asem, badar bumi, badar lumut, Batu Wulung, dan sedikit batu permata seperti kecubung kecil. “Lamun ti Sulaeman teh aya 270 jenis cep” ujar pak Kosim sembari menghabiskan batang rokoknya yang sudah hampir habis. Setiap hari pak Kosim berangkat dari rumahnya di kawasan Pagarsih-Bandung menggunakan angkutan umum dan kembali pulang setelah sholat Ashar sekitar pukul 16.00 WIB.

Pak Kosim adalah salah satu dari sekian ribu masyarakat bandung yang masih terus bertahan hidup dengan segala kekuatan fisik yang dimiliki. Di usia yang sudah terbilang senja, 79 th, pak Kosim tetap sabar berikhtiar akan rejeki Allah SWT melalui usaha dagangnya dengan menawarkan batu Akik yang dimilikinya.

Ada keuntungan tersendiri bagi pak Kosim, karena di Masjid Agung hanya pak Kosimlah yang menawarkan Batu Akik. Kalau Tasbeh dan minyak sudah banyak pesaingnya. Penulis cukup tertegun dan sempat merenung, terbayang Ayahnya yang telah tiada di usia 72 th. Selisih 7 th dengan pak Kosim gumam penulis. Tapi karakter kehidupan serta semangat yang dimiliki pak Kosim mengingatkan pada Almarhum Ayahnda penulis yang telah kembali ke hadirat Illahi tahun lalu.

Sore telah menjelang, adzan sholat Ashar telah berkumandang. Tepat pukul 15.45 pak Kosim mulai membereskan dagangannya yang terdirik dari Batu Akik, Tasbeh, Filter rokok, dan sedikit minyak non alkohol. Tak terlihat kesedihan kesulitan hidup yang mungkin sudah menjadi teman sehari-hari baginya, tak terlintas dimatanya kelelahan akan menjalani setiap jengkal jalan untuk kembali kepada cucunya dirumah. Pak Kosim, sesosok tua yang setia sampai diusia senja berteman batu Akik, bersandar dan memohon kepada Illahi untuk dimudahkan segala urusan didunia dan diakherat. “Hidup hanya sementara cep, jangan bias dengan segala manis dunia. Hidup kekal dan selamanya adalah di akherat kelak”. Derita kesulitan hanya menjadi bagian penggalan nafas manusia yang sudah ditakdirkan hadir didunia. Perjalanan tidaklah panjang karena setelah didunia akan ada kehidupan lagi. Pak Kosim melangkah berjalan pulang, dengan rasa syukur akan hasil dagangan hari ini yang lumayan laris….untuk melanjutkan hidup…

Read Full Post »

Sorot tajam pacaranmu meluluhkan hati pencintamu….

Batu Spinel merupakan salah satu Batu Permata/Mulia yang cukup istimewa dan tak banyak dipasarkan di Indonesia. Bahkan tidak banyak yang tahu seperti apakah warna, dan bentuk batu Mulia yang bernama Spinel. Spinel adalah Batu Mulia yang masuk dalam kategori Batu Mulia kelas II, dan memiliki warna mirip sekali dengan Batu Ruby. Hanya saja dipasaran, Batu Ruby lebih mendominasi dibanding Spinel, sehingga Spinel yang berkualitaspun tidak semudah menemukan Ruby yang berkualitas bagus. Harga yang ditawarkan hampir sama dengan Ruby, rata-rata bisa didapatkan dengan harga Rp 150.000 sampai puluhan Juta tergantung pada ukuran, jenis potongan, dan kualitas batu. Karena seperti diketahui bahwa saat ini batu mulia sudah banyak ditiru dengan batu buatan atau sintetis yang hampir mirip dengan batu aslinya. Termasuk batu Spinel ini. Banyak pebisnis yang menawarkan bahkan mencampur batu Spinel dengan Batu sintetis sehingga terkadang pembeli salah dalam memilih tapi membayar seharga batu asli. Untuk kondisi ekonomi masyarakat secara umum pasca kenaikan BBM, mungkin batu Spinel makin sulit ditemui karena tidak banyak pebisnis akik yang mau berkulak batu Spinel mengingat peminat batu Spinel tidak terlalu banyak. Ini yang mengakibatkan Batu Spinel jarang dijumpai dan cenderung harganya tinggi.

Batu Spinel dilihat sekilas memiliki warna rupa mirip dengan Batu Ruby. Walaupun memiliki kemiripan keindahan pancaran warna dengan Batu Ruby, tapi Batu Spinel memiliki struktur dan kandungan yang lain dengan Batu Ruby. Kandungan mineral Batu Spinel terdiri dari Magnesium, dan Alumunium serta warna merahnya dihasilkan dari Korundum yang terbentuk bersama Magnesium. Warna dasar spinel adalah merah dan mempunyai variasi oranye, pink, merah, dan ungu. Batu Spinel yang berasal dari Myanmar mempunyai warna pink dengan kilasan warna oranye yang menarik. Ada pula Batu Spinel juga yang memiliki warna biru dan disebut sebagai “cobalt spinel”. Jenis ini termasuk barang langka dan sulit ditemui dipasaran Internasional apalahi dipasaran domestic yang kecederungan dapat pasokan dari luar.
Dengan struktur kristalnya yang berbentuk Cubic, dan inclusion yang kuat, pancaran yang dihasilkan sangat menawan dan menarik hati. Batu Spinel memiliki kekerasan sebesar 8 pada skala Mohs, sehingga tergolong Batu Permata kelas II, dan termasuk keras, 1 tingkat dibawah Batu Safir serta Ruby. Biasanya spinel diikat cantik menjadi rangkaian perhiasan seperti kalung, gelang, cincin, giwang, manset, dan bros. Bila sudah menjadi perhiasan seperti ini harga sudah sangat tinggi apalagi dipadu dengan berlian dan gold plate.
Penghasil Batu Spinel mengatakan bahwa batu ini banyak berasal dari Sri lanka, Myanmar, Madagascar, Pakistan, Brazil, Australia, Sweden , Turkey, Rusia, Tanzania, Afghanistan, Birma, Thailand and Amerika Serikat.

Sekilas khasiat Batu Spinel

Tidak banyak informasi yang didapatkan mengenai batu spinel seperti batu-batu lain yang diburu oleh banyak orang seperti Ruby, Safir, atau Topaz. Tetapi batu Spinel tetap diberikan anugerah dari Illahi berupa keindahan, dan beberapa khasiat yang diyakini sebagian masyarakat bagus untuk penyembuhan penyakit fisik, membuang penghambat khususnya pada saluran peredaran darah, mengaktifkan energy positif baru dan memperbaharui sel-sel yang telah tua khususnya sel kulit yang menua sehingga ada yang mengatakan dapat menunda ketuaan, serta membantu pemakai dalam menghadapi tantangan peluang dan melihat sisi positif dari situasi maupun saat berhadapan dan berinteraksi dengan orang lain. Selain itu bagi pemakai Red Spinel diyakini dapat meningkatkan tekad, motivasi, kemampuan bersaing dan kemampuan dalam bertahan. Sehingga banyak pemakai spinel ini adalah pengusaha seperti batu Zamrud yang banyak digunakan pengusaha dalam kelancaran bisnisnya. Bagi ada para pecinta batu, tak ada salahnya mengunjungi pusat grosir batu Mulia terdekat dan sekedar mendapatkan informasi serta menikmati keindahannya walau tangan tak bergerak untuk merogoh saku untuk membelinya.

Read Full Post »

Batu Akik adalah sebutan Batu cincin yang umum kita kenal, dan bukan masuk dalam kategori batu Mulia. Di masyarakat rumpun Melanesia (khusunya Indonesia dan Malaysia), batu Akik ini menyimpan misteri berbagai macam mitos terkait dengan keberadaannya sebagai batu alam, yang akhirnya bisa menjadi komoditi bisnis, baik bisnis supranatural maupun non supranatural.

Batu akik memiliki bermacam jenis sesuai dengan mineral pembentuknya. Tapi umumnya batu Akik ini memiliki kandungan terbesar berupa batu Cadas dan air. Tentu saja hal ini sangat berbeda dengan batu Mulia yang memiliki struktur penyusun mineral yang tetap dan memiliki ”inclusion” yang dapat memadukan cahaya masuk serta cahaya keluar sehingga menghasilkan keindahannya. Sedangkan keindahan batu Akik ini bisa dilihat dari beberapa sisi, umumnya dari bentuk gambar yang dihasilkan selama proses pemotongan sampai pemolesan berlangsung (seperti muncul gambar serupa masjid, serupa manusia, bahkan muncul lafadl Allah, dan berupa sorban). Selain kelebihan yang ditinjau dari bentuk gambarnya, Batu Akik memiliki keunikan tersendiri, seperti ada batu Akik yang bolong (disebut combong), dan abstrak warna yang lebih dari 1 (contoh akik panca warna). Dan banyak hal yang menjadikan batu akik memiliki kelebihan-kelebihan dari sisi fisikalnya. Belum lagi bila berbicara dari sisi misteri supranatural yang diyakini sebagian masyarakat dapat mendatang sesuatu atau memiliki kekuatan tertentu bila digunakan oleh pemiliknya (contoh anti cukur, anti senjata tajam, pengasihan, rejeki, dsb).

Batu Akik rata-rata memiliki kekerasa sekitar 5-6 skala Mohs. Skala sebesar ini tergolong bebatuan yang memiliki kekerasan rendah, hal ini disebabkan unsur mineralnya tidak memiliki ikatan yang kuat antar molekulnya. Dilihat dari unsur pembentuknya, menurut info, ada sebutan Batu Akik sesuai dengan unsur pembentuknya, sebagai contoh yaitu :

1. Kinyang atau Kenanga: Batu ini berasal dari bahan cadas kali atau pegunungan yang mempunyai warna kuning bercampur orange. Batu dengan ciri khas seperti ini mempunyai 3 pamor/ruwas batu; 1. Pamor Sulaiman (batu serban, batu angka), 2. Pamor Air Widuri (sedikit berserat), dan 3. Pamor Collono (mulus).

2. Yaman Jawa: Bahannya berasal dari mata air yang membeku dan mempunyai ciri khas warna hitam cenderung kekuningan. Batu ini mempunyai 2 pamor: 1. Pamor Madu; dan 2. Pamor Sulaiman.

3. Angkik: Bahan dari batu ini berasal dari dalam batu cadas. Dan biasa mempunyai warna putih gajih atau lemak. Batu ini mempunyai bermacam-macam pamor. Seperti: Urat Serabut, Urat Widuri, Urat Sumur Bandung, Urat Cempaka, Rambut cendana,dan lain-lain.

 Proses Pembuatan Batu Akik

Seperti layaknya sebuah produk, batu Akik juga melalui satu proses dimana bahan material mentah berubah menjadi satu produk yang disebut dengan Batu Akik. Proses pembuatannya adalah sama, hanya kadang ada sedikit metode pemolesan yang berbeda tergantung teknologi yang digunakan. Dari bongkahan material batu yang telah dipilih, umumnya dilakukan pemotongan terlebih dahulu sesuai dengan ukuran yang diinginkan. Setelah dilakukan pemotongan baru dilakukan pemolesan yang bisa dilakukan secara tradisional maupun dengan teknologi mesin, terakhir dilakukan finishing dengan menggunakan amplas dan bubuk intan. Konon katanya untuk pembuatan akik yang memiliki kekuatan mistis tertentu, setelah dilakukan pemotongan, proses pemolesan atau penghalusan menggunakan potongan bambu, dan dilakukan dengan berpuasa (biasanya puasa mutih). Tapi untuk jaman sekarang proses lelaku tersebut sudah jarang dilakukan, karena sudah banyak jasa supranatural yang mempermudah konsumen tak perlu melakukan proses yang cukup sulit dilakukan.

Jenis batu bahan akik dan daerah asal pemasoknya adalah batu sulaiman, dan yahman banyak dari Pacitan, , akik pancawarna dari Kebumen, akik yahman bungur dari Cilacap, dan batu kali dari Kebumen, Pacitan, dan Gombong. Banyak juga daerah-daerah lain penghasil batu Akik seperti di tasikmalaya, garut, sukabumi, dan banten. Ini sebenarnya tanda-tanda bahwa potensi kekayaan alam Indonesia sangat besar sekali terkait dengan batu akik.

Ada perbedaan antara batu-batu tersebut dan dapat dilihat dari urat/serat dan warnanya. Contoh Batu sulaiman (berurat/berserat garis-garis dan warnanya seperti madu), yahman (berurat seperti bentuk air dan berwarna seperti madu), pancawarna terlihat dari lima warna yang dikandungnya, dan yahman bungur (berurat seperti air dengan warna ungu-kecubung), Badar asem memiliki serat seperti rambut halus, dan sering juga disebut juga rambut cendana.

Mitos Kekuatan Batu Akik

Batu akik di rumpun Melanesia sudah memiliki bermacam cerita dan mitos.Maklumlah, didalam rumpun ini sebagian masyarakatnya memang masih banyak yang meyakini hal itu menjadi fakta dalam kehidupan keseharian. Artinya, kehidupannya sudah tidak dapat dipisahkan lagi dengan batu-batu tersebut. Menurut info, batu akik memiliki khasiat, terutama lima warna utamanya yaitu merah, hijau, kuning, hitam, dan putih. “Sesuai dengan kepercayaan orang Jawa, lima warna itu dapat memengaruhi kekuatan lima pancaindra manusia.

Pernah kita dengar juga tentang Batu Akik Combong (Bolong). Batu Akik Combong yang banyak dipasaran adalah Sulaiman Combong, dan Kecubung Combong. Tapi untuk kecubung combong agak sulit didapatkan karena termasuk yang langka dan masuk dalam kategori barang-barang mustika (pusaka) seperti mani gajah dan merah delima.

Batu Combong secara umum mempunyai ciri khas sebagai akik yang memiliki lubang di tengahnya, dan tembus sampai ke dasar akik. Selama ini, banyak dari masyarakat kita yang mencari Batu Combong karena khasiat dan tuahnya.Walaupun batu combong ini mudah kita temui dipasaran khususnya Sulaiman Combong, untuk mencari yang benar-benar bertuah, memang sangat sulit, karena untuk mengetahui bertuah atau tidak harus melalui serangkaian ritual pengetesan secara supranatural. Batu Sulaiman Combong pun banyak juga yang tiruan, karena combongnya tidak dari alam tapi sengaja dibuat lubang sampai bawah. Menurut beberapa sumber, ada beberapa ciri dari batu akik combong yang asli :

- Apabila dipegang, ada beban berat dan didalamnya mempunyai serabut urat batu.

- Lubang yang terdapat pada batu itu bersifat alami, dan bukan bikinan, tidak tampak seperti dikikir atau dibikin beraneka bentuk lubang.

- Dipermukaan dalam lubang memiliki bentuk kasar dan tidak mulus.

Batu Akik combong memiliki banyak cerita dan salah satu cerita yang diambil dari salah satu sumber mengatakan bahwa Batu ini sudah dikenal sejak zaman para Wali Songo (Abad ke-16 M), dan Batu Combong ini digunakan sebagai pengukur waktu jam untuk melaksanakan kewajiban sholat. Para Wali memahami Batu Combong pada masa itu dengan nama “Tuloq Ukur” (Batu Pengukur). Batu ini akan jadi penentu waktu lewat sinar matahari yang masuk lewat lobangnya.Baru setelah para Wali menemukan cara lain yang lebih mudah untuk menentukan waktu/istiwa sholat, Batu Combong beralih fungsi menjadi batu kecil lewat asahan tangan para Waliyullah yang disebut dengan nama Angki Jawa Sih Pingalem (Akik Jawa yang disukai). Mungkin dari asal nama inilah, sehingga batu ini mempunyai tuah atau berkhodam.

Selain mitos dan cerita diatas, ada pula informasi bahwa cincin menjadi sebuah rahasia umum bahwa hampir semua pemimpin dunia mengenakan cincin agar terlihat berwibawa entah itu cincin dari batu atau sekedar cincin dari kuningan. Namun pernahkan anda menyangka ternyata cincin dapat membangkitkan kewibawaan seseorang. Sebetulnya seorang pemimpin menggunakan cincin sebagai simbol kebesaran bukanlah hal baru, sejak zaman nabi sulaiman putra nabi daud a.s memimpin kerajaan terbesar di bumi manusia dan gaib dari jagat timur sampai barat beliau menggunakan cincin kebesaran yang terkenal dengan cincin ta’at sulaiman.

Berawal dari sinilah para pakar paranormal membuat sebuah terobosan untuk memindah energi yang berfungsi untuk kewibawaan, penaklukan dan pengasihan pada sebuah benda, entah itu berupa keris, tombak sampai pada batu mustika atau batu akik yang dikenal mustika sulaiman, mustika yusuf, mustika semar mesem dan lain sebagainya. Pada hakikatnya semua cincin mustika sejenis ini adalah berfungsi sama yaitu untuk kewibawaan, pengasihan dan penaklukan hanya saja energi pada setiap benda yang di isi berbeda beda tergantung tingkatan spiritual yang membuat mustika tersebut. Benda mustika pengasihan yang paling bagus adalah benda pengasihan yang dihasilkan dari alam gaib, jenis benda dari alam gaib sebetulnya sama saja dengan pengisian hanya saja karena keikhlasan dan juga spiritual si pembuat yang tinggi membuat benda ciptaannya menjadi kuat dan pada akhirnya masuk ke alam gaib. Memang benda dari alam gaib sudah tidak diragukan lagi energi dan kekuatannya namun dikarenakan benda tersebut sulit diperoleh, membuat benda alam gaib menjadi langka dan tentu saja harganya sangat mahal.

 

Beberapa mitos kekuatan Batu Akik :

Pengasihan

· Memancarkan pesona asmara, dan kasih sayang walaupun pemakainya memiliki wajah tidak tampan

· Memberikan rasa tentram bagi rekan kerja, pacar, istri maupun teman pemakai batu akik mustika ini.

·Memunculkan aura dimana kita disayangi orang-orang disekeliling kita.

Kewibawaan

· Memberikan dan Memancarkan energi kharismatik, walaupun terlihat menyenangkan tetapi juga dihormati dalam kesehariannya.

· Menimbulkan rasa percaya diri dihadapan khalayak, pimpinan maupun anak buah dikantor

Penaklukkan

· Dalam berkomunikasi atau negosiasi dapat membuat lawan bicara sangat percaya, kagum, dan tertegun dengan apa yang diucapkan.

· Bagi orang yang diajak berkomunikasi akan dengan mengikuti saran yang kita sampaikan.

Read Full Post »

Kilau warnamu memancarkan keanggunanmu…memeluk keindahan dalam kehangatan Batu Garnet…

Batu Garnet sangat jarang kita dengar dikeseharian, tidak sesering kita dengar batu kecubung, safir, topas, atau mata kucing (cat’s eye). Padahal sebenarnya batu Garnet dengan Batu Topaz hampir sama karena memiliki tingkat kekerasan yang hampir sama (sekitar 6,5-7,5 skala Mohs). Tapi karena Batu Garnet sangat jarang diperjual belikan di Indonesia sehingga keindahannya pun jarang menghiasi counter-counter penjualan Batu Mulia di Jakarta atau kota-kota lain di Indonesia. Illahi mentakdirkan batu Garnet memiliki kumpulan mineral yang mempunyai kristal rhombic dodecahedrons dan trapezohedrons, serta memiliki komposisi kimia utamanya ialah kalsium, magnesium, aluminium, ferum2+, ferum3+, kromium, mangan, dan titanium. Batu garnet memiliki bermacam jenis. Hal ini karena adanya perbedaan dari komposisi kimianya dan membawa dampak pada perbedaan warna, diantaranya :

Almandine

Merah keunguan

Pyrope

Merah tua

Rhodolite

Merah jambu

Spessartine

Oranye

Hessonite

Kuning,Hijau Muda

Grossular

Hijau

Uvarovite

Hijau

Garnet mempunyai kekerasan 6.5 hingga 7.5 pada skala Mohs (Skala 7 – 7,5 Andalusite Cordierite Iolite Pyrope Rhodolite garnet, Skala 6,5 – 7,5 Grossular garnet Spessartite garnet), sehingga dikategorikan sebagai Batu Permata kelas III, sekelas dengan Citrine dan Tourquise. Menurut info, pada masa lalu, Batu garnet sudah dipergunakan untuk perhiasan di jaman Mesir Kuno.

Garnet pyrope, memiliki warna merahnya yang tua. Warna merah pada garnet ini dikarenakan kandungan chrome yang terdapat dalam struktur kristalnya. Garnet pyrope juga sering disebut sebagai “Malaya Garnet”. Selain itu ada juga garnet pyrope yang berasal dari Mali yang disebut “Mali Garnet” mempunyai berwarna merah-coklat. Warna merah transparan pada pyrope membuat harganya cukup tinggi. Garnet pyrope banyak berasal dari Afrika Selatan, Zimbabwe, Tanzania, Bohemia, Mexico, Brazil, Argentina, dan Australia.

Garnet rhodolite memiliki warna dasar merah jambu. Garnet rhodolite mempunyai kilauan luster yang sangat kuat dan ada yang mempunyai inclusion yang menarik. Rhodolite didapati di dalam batuan jenis alluvial dan batu metamorfik. Rhodolite biasa mempunyai warna merah jambu transparan. Rhodolite banyak ditemukan di Amerika, Zimbabwe, Tanzania, dan Sri Lanka.

Garnet Almandine mempunyai warna dasar merah hingga merah keunguan. Almandine mempunyai luster yang menarik seperti batuan dari kumpulan korundum. Warna almandine disebut sebagai warna garnet yang sebenarnya warna merahnya yang unik. Almandine ditemukan di Namibia, Zimbabwe, Tanzania, dan Sri Lanka.

Garnet spessartite mempunyai kumpulan silikon dengan managanese dan alumunium sebagai unsur utama, sehingga menyebabkan warna menjadi merah-oranye. Garnet ini juga dikenali sebagai “Mandarin Garnet” dan boleh didapati dalam bentuk transparent atau semi-opaque. Biasa didapati dari batuan jenis aluvial dan metamorfik. Batu ini banyak ditemukan di Virginia, Carlifonia, Mexico, Madgascar, Jerman, dan Itali.

Garnet Grossular memiliki warna dasar hijau, hijau-kekuningan, kuning-madu dan mempunyai kristal yang lengkap di dalam bentuk rhombic dodecahedrons dan kadangkala dengan trapezohedrons. Garnet ini didapati dalam dua bentuk transparent dan semi-opaque. Garnet Grossular banyak ditemukan di di Sri Lanka (kuning madu), Amerika, Madgascar (hijau), Kenya, dan Tanzania (hijau dan warna lain), dan Pakistan.

Garnet Hessonite merupakan garnet yang berwarna kuning yang diambil dari perkataan Greek “esson” (inferior). Ini kerana garnet ini tidak mempunyai warna yang menarik dan nilai yang tinggi berbanding dengan garnet jenis yang lain. Garnet ini mempunyai warna kuning seakan-akan topaz, citrine dan yellow sapphire. Negara pengeluar utamanya ialah Sri Lanka, Kanada, dan Brazil.

Garnet Uvarovite merupakan garnet yang berwarna hijau dan merupakan garnet yang paling berharga berbanding dengan jenis garnet yang lain karena Garnet ini mempunyai kilauan yang lebih kuat dari diamond. Garnet uvarovite dapat ditemukan di Namibia dan Ural (Russia).

Dipasaran batu baik domestik maupun internasional, Batu Garnet ini tak luput dari praktik pembuatan batu garnet sintetis (tidak asli). Hal ini yang menyebabkan kebingungan diantara pembeli karena kekurangjelian dalam memilih batu Garnet yang asli atau yang aspal. Harga kisaran di pasar domestik antara Rp 300.000 sampai dengan Jutaan, hal ini disebabkan jarangnya batu garnet di pasarkan di Indonesia, sehingga menjadi sesuatu yang langka.

Mitos seputar manfaat dari Batu Garnet

Batu Garnet adalah salah satu Batu yang luput dari kesan mistis karena memang Batu ini tidak cocok bila digunakan untuk sesuatu yang metafisik. Tapi disamping kemewahannya, batu Garnet diyakini sebagian masyarakat memiliki khasiat berupa kekuatan untuk menerangi malam dan mencegah mimpi buruk, dapat menjaga keselamatan pemakainya dalam perjalanan dan mencegah kecelakaan, Menyeimbangkan gangguan di kelenjar Thyroid, mengatasi kurangnya toleransi terhadap orang lain, mengurangi kekerasan hati. Selain itu yang unik adalah sebagai hadiah bagi rekan yang akan pergi jauh, dengan keyakinan suatu saat akan berjumpa lagi. Bagi anda para peminat bebatuan, jangan berlama-lama hanya membayangkan keindahannya…tapi mengingatlah pada Sang Maha Penciptanya.

Read Full Post »

Berlari mengejar kilatan cahaya yang melesat melalui sisi awan…memancar kilatan warna ungu meluluhkan hati mengagumi keindahan anugerah Illahi berupa Batu Kecubung…

Batu Kecubung, yang merupakan batu setengah permata ini tak asing lagi ditelinga masyarakat Indonesia, baik yang faham maupun yang tidak faham tentang batu permata. Ibaratnya yang namanya kecubung ini sudah menusantara dikenal masyarakat dalam pelukan mitos bahwa kecubung memiliki khasiat yang berupa pengasihan-asmara. Saking seringnya masyarakat ini tahu tentang kecubung, sampai-sampai muncul pendapat bahwa batu ini hanya ada di Indonesia (Kalimantan, Pacitan, dan Garut). Sebenarnya tidak demikian…Batu kecubung banyak ditemukan juga di manca Negara seperti Brazil, Canada, India, Russia, Madagascar, Namibia, Sri Lanka dan Amerika (Colorado, Georgia, Montana, North Carolina, Pennsylvania, Rhode Island, Virginia). Bahkan Kecubung menjadi lambang Batu Permata dari negara bagian South Carolina-USA (US State Gemstone of South Carolina) dan dari negara bagian Ontario-Canada (Canadian State Gemstone of Ontario, Canada). Di manca Negara atau di dunia internasional Batu Kecubung disebut juga sebagai Amethyst.

Kecubung atau Amethyst memiliki warna dasar ungu, dan merupakan batu mineral “supercomposite” yang terdiri daripada “lamella” seperti belang yang berselang diantara bagian kanan dengan kiri. Struktur ini diakibatkan karena tekanan mekanikal dalam lapisan bumi selama berjuta tahun. Hasilnya, kecubung atau amethyst mempunyai corak seakan-akan cap jari (berbelang-belang). Selain itu, corak di dalam batu amethyst juga terjadi karena hilangannya air (H2O) dalam mineralnya karena tekanan dalam waktu yang sangat lama. Tapi ada juga kecubung yang tidak bercorak dan membentuk kristal bening. Ditinjau dai kekerasannya, Kecubung atau Amethyst mempunyai kekerasan 7 pada skala Mohs. Sehingga Kecubung atau Amethyst sering disebut sebagai Batu Mulia atau permata kelas II.

Untuk di Indonesia, kecubung atau amethyst sudah mendapatkan posisi dihati penggemarnya, karena selain keindahannya, masyarakat kita meyakini bahwa Kecubung memiliki khasiat pengasihan. Benar atau tidaknya dikembalikan pada pribadi masing-masing. Batu Kecubung tidak sulit didapat, anda cukup datang ke Martapura (kalimantan), Pasar Batu Aji Rawa Bening dan PGJ (Jakarta), Malioboro (perempatan kantor pos – Jogjakarta), atau di Otista (Bandung). Dilokasi-lokasi tersebut banyak ditawarkan batu Kecubung dengan berbagai kualitas dan asalnya, ya tentu saja kualitas berbanding lurus dengan harganya. Satu Batu kecubung berkisar antara Rp 50.000 sampai diatas Rp 750.000,- tergantung kualitas dan ukurannya.

Di manca negara Batu Kecubung atau Amethyst yang dikenal ada dua jenis yaitu Amethyst Banded dan Amethyst Flower. Sedangkan uniknya di Indonesia di kenal adanya ”Kecubung Combong” atau Kecubung yang memiliki lubang sampai bawah dan diyakini memiliki kekuatan gaib tertentu. Masing-masing ada perbedaan dan khasiat yang berbeda. Dari sisi jenis potongannya, dipasaran terdapat kecubung yang dipotong dalam bentuk Pear Cut, Octagon cut, Heart Cut, dan round brilliant cut.

Batu Kecubung atau Amethyst dalam Mitos khasiat

Sudah mahfum bahwa di Indonesia kecubung atau amethyst selain sebagai batu perhiasan juga sering dianggap sebagai batu yang memiliki tuah atau khasiat, salah satu contoh adalah kecubung yang disebut kecubung khasian yang di percaya mempunyai khasiat untuk mendapat kan simpati dari orang lain dan juga orang menjadi tidak ingin berbuat jahat kepada si pemakai batu tersebut. Tetapi menurut kepercayaan untuk membuat batu tersebut berkhasiat, harus di olah secara alami, atau tidak menggunakan alat alat modern, seperti gerinda atau obat pemoles lainnya, umum nya mereka menggosok nya dengan menggunakan bambu ( bisa bambu hitam atau bambu biasa ), dan terkadang si pembuat juga berpuasa. Ada juga Kecubung Combong (berlubang). Cubung ini lebih dahsyat lagi kekuatannya.

Selain hal-hal yang berbau supranatural, Kecubung juga digunakan untuk meningkatkan kekuatan bathin/spiritual serta kewaspadaan intuitif seseorang. Juga digunakan untuk meredakan sakit kepala. Legenda mengatakan, menggunakan Amethyst atau minum dari cawan yang terbuat darinya, akan mencegah terjadinya keracunan, karena sifat mineral yang diyakini sebagai penawar racun. Selain itu dapat membantu dalam meditasi dan meningkatkan pemahaman spiritual, kejujuran diri, dan inspiras, imembuka kesadaran dan kemampuan menerima informasi pada tingkat lebih tinggi, membantu mereka yang ingin membebaskan diri dari kecanduan, khususnya alcohol, menyamankan kita pada masa kesedihan dan kehilangan, mengurangi ketegangan syaraf dan menghilangkan sakit kepala, mengurangi sakit dan bengkak pada luka dan mengurangi gejala sakit pada paru-paru dan gangguan usus. Ada kepercayaan lama menunjukkan arak yang diminum di dalam gelas amethyst tidak akan menyebabkan peminum menjadi mabuk.

Amethyst Banded diyakini dapat meningkatkan daya meditatif amethyst dan membantu mengembangkan kemampuan paranormal, membersihkan aura dan menguatkan charka, membuang energy negative yang berasal dari dalam maupun luar.

Sedangkan Amethyst Flowers diyakini memiliki energy amethyst, ditambah membuat kita mampu terlibat dalam berbagai karya atau kerja bersama, sementara fokus diri kita tetap terjaga dan dapat memprioritaskan hal-hal penting, dapat memberikan energy yang mengalir dan menyejukkan kepada kita secara individual maupun lingkungan sekitar.

Tips Merawat Batu Kecubung atau Amethyst

Bagi para kolektor batu Mulia, merawat ini hal sepele tapi sulit dilakukan karena keterbatasan waktu. Cobalah melakukan perawatan secara periodik dengan membersihkan Kecubung atau Amethyst anda di alat pembersih perhiasan atau dapat pula dengan menggunakan air hangat yang sudah diberi sedikit sabun khusus, kemudian sikatlah perlahan dengan sikat yang memiliki bulu halus. Jaga jangan sampai Amethyst anda terkena panas atau sinar matahari yang sangat terik dalam waktu lama karena warna batu akan memucat, serta simpanlah dalam tempat tersendiri dalam artian tidak tergores atau tergesek dengan batu koleksi anda yang lain. Hindarkan juga batu kecubung anda dari bahan-bahan kimia atau kosmetik semprot seperti parfum dan hairspray karena dapat membentuk lapisan kimia dipermukaan batu yang mengakibatkan batu anda menjadi kusam. Selamat berburu kecubung yang anda minati….bagi para pria sendiri, boleh juga mencoba batu ini untuk memikat kekasih idaman anda…hasilnya? Ask by yourself…

Read Full Post »

Older Posts »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 113 other followers