Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Batu Mulia/permata’ Category

Selama dalam perjalanan mengenal bebatuan, ya batu Mulia ataupun batu Akik, mungkin kita pernah mendengar batu Akik yang namanya Tiger’s eye. Disebut Tiger’s eye, karena corak batu yang mirip dengan mata macan. Hal ini mengingatkan kita pada batu Mulia yang disebut dengan Cat’s eye (mata kucing) karena kemiripan kilaunya mata kucing dimalam hari. Tiger’s eye merupakan quartz dengan corak-corak yang berbelang-belang.Warna ini memberikan warna dan corak yang menarik pada batuan quartz ini.. Tiger’s eye mempunyai kekerasan 7 pada skala Mohs, dan menampilkan ciri-ciri “chatoyancy” (cat’s eye). Atau sederhananya adalah Tiger’s eye adalah batuan dengan kilauan cahaya yang kelihatan seperti mata macan apabila dipotong dan digosok.

Dipasaran, Tiger’s eye biasanya memiliki berwarna kuning bersama warna hitam dengan campuran warna coklat serta oren. Selain itu, terdapat juga warna lain seperti biru yang dikenali sebagai hawk’s eye, merah yang dikenali sebagai bull’s eye, dan pietersite (gabungan hawk’s eye, bull’s eye, dan tiger’s eye). Dari segi nilai, hawk’s eye lebih bernilai diikuti bull’s eye dan tiger’s eye. Pietersite juga mempunyai nilai yang tinggi kerana sangat jarang dijumpai. Harga Tiger’s eye tidak semahal Cat’s eye. Kisaran sekitar Rp 200.000,- sampai Rp 750.000,- tapi harga ini tidak mengikat, karena penulis bisa mendapatkan harga dibawah Rp 200.000,- saat berburu batu ini. Menurut info, Tiger’s eye mempunyai beberapa nama, yaitu Yellow tiger’s eye yang memiliki warna kuning, red tiger’s eye yang memiliki warna merah (atau bull’s eye), dan blue tiger’s eye yang memiliki warna biru (hawk’s eye). Selain itu, bull’s eye juga memiliki warna mahogany (warna coklat kemerahan) dan sebagian orang menyebut dengan nama ox’s eye. Beberapa gemologist memberi nama yang berbeda untuk Tiger’s eye ini. Tiger’s eye dikenali sebagai Crocidolite, Pseudocrocidolite, atau Griqualandite (merujuk kepada garisan warna kuning pada batuan quartz tiger’s eye yang dijumpai di Griquatown, Afrika Selatan), bull’s eye sebagai Binghamite (Cuyunite), dan hawk’s eye dikenali sebagai Rodusite (Russia). Di Australia terdapat Tiger iron – satu nama bagi tiger’s eye yang berasal dari batuan quartz, jasper merah dan hematite, dengan struktur microcrystalline (kristal yang bersifat halus). Tiger iron dijumpai di dalam bijih besi dekat Port Hedland, Barat Australia yang mempunyai gabungan warna kuning, hitam, coklat, merah dan dengan sedikit warna kehijauan. Bagi sesetengah orang pula Wolf’s-eye merupakan gabungan tiger’s eye dan hawk’s eye (warna kuning, biru, dan hitam). Seperti yang dinyatakan diatas pietersite pula merupakan gabungan ketiga-tiga jenis batu; hawk’s eye, bull’s eye, dan tiger’s eye. Falcon’s eye yang dipanggil di Jerman pula merujuk kepada hawk’s eye. Di China, Golden Chinese tiger’s eye merujuk kepada tiger’s eye (warna kuning).

Batu Tiger’s eye dan familynya banyak dijumpai di Australia, Afrika Selatan, India, Myanmar, Sri Lanka, Brazil, dan California. Pietersite, dijumpai di Namibia dan Daerah Hunan, China. Deposit baru tiger’s eye dijumpai di Arizona dengan warna yang menarik dan ciri-ciri fisikal yang translucent (separa transparent). Para penggemar batu harap berhati-hati karena Tiger’s eye juga dibuat sintetis alias immitation (tiruan) yang kebanyakannya dari China. Begitu juga beberapa jenis batuan quartz yang mempunyai cathoyancy (cat’s eye) yang dihasilkan daripada kaca untuk dibuat bebola kristal dengan pelbagai warna seperti hijau, biru, merah, kuning dan sebagainya. Forsterite (Mg-olivine) – sejenis produk sintetik olivine dipasarkan dengan nama “rodusite”. “Harlequin stone” adalah nama “bagi produk tiruan dengan warna crocidolite.” Selain itu, terdapat juga proses melunturkan warna tiger’s eye dan hawk’s eye ke dalam acid bagi membentuk grey tiger’s eye yang berwarna kelabu. Biasanya acid hidroklorik atau asid ozalic digunakan. Mungkin kita tidak mengetahui terdapat beberapa jenis tiger’s eye yang tidak dipasarkan dengan nama tiger’s eye. Carlifornia Tiger’s eye yang mempunyai warna biru kelabu mempunyai cathoyancy yang terhasil daripada silika digelar Placer Country Tiger’s eye. Batu ini mempunyai kandungan fiber tremolite yang besar. Walaupun begitu, batu ini lebih menyerupai silk-stone dan tidak dipanggil tiger’s eye dalam pasaran. Bagi anda para penggemar bebatuan, tak ada salahnya bila melengkapi koleksi keindahan batu anda dengan menyelipkan 1 Tiger’s eye dalam kotak koleksi anda…

Read Full Post »

Batu Giok jade-jadeite sudah bukan lagi sebagai jenis bebatuan yang asing dipasaran seperti layaknya batu garnet, atau spinnel, atau batu mulia yang lain. Batu ini memiliki banyak cerita misteri dikalangan sosial dan asalnya yaitu didaratan Cina. Di Negara produsennya, batu Giok sudah menjadi papan industri yang cukup membantu perekonomian negaranya dan cukup populer sebagai jenis produk yang menjadi andalan disisi sektor pariwisata, juga sebagai batu legenda sejak jaman dinasti-dinasti kekaisaran di daratan Cina. Tapi sebetulnya tidak hanya didaratan Cina, menurut info yang terkumpul, semenjak 7000 tahun lalu, manusia menggunakan batu giok atau jade sebagai perhiasan dan senjata. Masyarakat Maoris (di New Zealand) menggunakan batu giok atau jade sebagai senjata di dalam peperangan. Sedangkan di Tamadun purba, Suku Maya, Aztec, Korea, dan Olmec menyanjung batu giok atau jade sebagai batu permata yang lebih berharga dari emas. Sedangkan 3000 tahun sebelum Masehi, batu giok atau jade dikenali di China sebagai “royal gems” (batu permata diraja). Popularitas Batu Giok atau Jade cukup tenar dengan sandangan bahwa batu giok atau jade memiliki simbol kekuatan, kebaikan, kecantikan, dan berharga. Masyarakat Cina juga menyanjungi batu giok atau jade sebagai simbol kepandaian, keadilan, ketabahan, dan menjadi simbol kecantikan pada wanita yang memakainya. Ini menunjukkan batu giok atau jade begitu penting di dalam masyarakat Asia khususnya masyarakat Cina.

Batu giok atau jade merupakan batuan yang terbentuk dari mineral silika yang berbeda, yaitu nephrite dan batu giok atau jadeite. Nephrite berasal dari mineral amphibole actinolite yang kaya dengan kalsium dan magnesium. Batu giok atau jadeite pula berasal dari batuan batu giok atau jadeitite yang terhasil dari pyroxene yang kaya dengan natrium dan alumunium. Jade dari mineral jadeite jarang ditemui dan merupakan jade yang berharga. Nephrite biasa ditemui dan deposit nephrite terdapat di China, New Zealand, Russia, Guatemala dan Swiss Alps (Pergunungan Alps). Dark green jade, yang digelar Canada jade, dijumpai di Bahagian Barat Canada. Jadeite ditemui di China, Russia dan Guatemala, tetapi yang terbaik berasal dari Myanmar. Jade mempunyai kekerasan pada nilai 7 Skala Mohs.

Giok juga muncul dalam warna Lavender yang sangat populer di kalangan muda dan bangsa barat, putih, kuning, merah kecoklatan, atau hitam. Giok natural berwarna merah dan giok kuning sangat langka. Giok dengan warna lebih dari dua juga sangat berharga. Giok dengan tiga warna yaitu, hijau, lavender dan merah disebut dengan nama Fu Lu Shou, yang menyimbolkan keberuntungan, kemakmuran dan langeng. Giok yang paling berharga disebut Wufu Linmen yaitu Giok yang mempunyai lima warna-hijau,merah,lavender,kuning dan putih.

Batu Giok dipasaran cukup unik dan lain sifat pasarnya dibanding batu Mulia yang lain, karena nilainya sangat tidak berkaitan dengan berat dan ukurannya. Sebuah batu mulia Giok dengan bentuk bulat dapat dijual dengan harga jutaan dollar, dimana sebuah gelang Giok mungkin hanya bernilai beberapa sen dollar. Bahkan di Indonesia ada dipan (tempat tidur) dari Batu Giok yang mencapai harga 5 Milyar!! Belum lagi bermacam-macam patung atau alat-alat yang terbuat dari Batu Giok seperti meja makan dan sebagainya.

Ada beberapa elemen untuk membedakan Giok yang asli dengan batu lain berwarna Hijau. Untuk menilai Giok digunakan 5 kriteria yaitu 3Cs (Colour, Clarity, dan Cut ) dan 2Ts (Transluency dan Texture).

Colour – Warna adalah faktor yang paling penting dalam menilai Giok. Giok yang berkualitas tinggi mempunyai warna yang murni, kuat, dan terang. Warna Giok yang paling ideal adalah Hijau Kuat Emerald, namun kebanyakan Giok mengandung warna biru atau kuning. Kombinasi yang baik antara hijau, biru dan kuning bisa menciptakan warna hijau yang terang. Giok dengan warna hijau pucat, hijau kekuning-kuningan atau Hijau kebiru-biruan mempunyai nilai yang lebih rendah terlebih apabila warnanya tercampur dengan warna abu-abu atau coklat.

Clarity – Selain warna, Clarity juga memegang faktor penting dalam kualitas batu Giok. Clarity merupakan kejelasan dan kristalisasi batu Giok yang mempengaruhi cahaya yang dipancarkan.

Cut – Cut merupakan Jenis potongan dari Batu Giok (heart, pear, octogonal), disamping bentukan yang lain, seperti menjadi produk patung, meja, furniture, sampai tempat tidur.

Sekilas khasiat batu Giok

Jade membangunkan inti kesadaran dalam diri dan membawa kesadaran ke tingkat spiritual ; menyeimbangkan tubuh fisik dan emosional ; memacu idea, mengarahkannya menjadi tindakan ; memberikan perlindungan yang kuat ; merangsang kerja ginjal dan menyeimbangkan kadar garam, air dan asam dalam tubuh, bagus untuk sistem syaraf ; meningkatkan reaksi tubuh. Selain itu dan Batu Giok digunakan oleh orang Ameridian sebagai obat bagi penyakit buah pinggang. Sehingga dikenali sebagai “lapis nephriticus”, biasanya Batu Giok ditempatkan sebagai kepala ikat pinggang.

Di Indonesia, tak sulit mencari benda-benda kerajinan yang terbuat dari batu Giok, karena saat ini sudah banyak outlet-outlet kerajinan cina yang juga menyajikan kerajinan seperti patung, meja yang terbuat dari batu Giok sebagai pemanis dan membawa aura dingin di rumah anda.

Read Full Post »

Sorot tajam pacaranmu meluluhkan hati pencintamu….

Batu Spinel merupakan salah satu Batu Permata/Mulia yang cukup istimewa dan tak banyak dipasarkan di Indonesia. Bahkan tidak banyak yang tahu seperti apakah warna, dan bentuk batu Mulia yang bernama Spinel. Spinel adalah Batu Mulia yang masuk dalam kategori Batu Mulia kelas II, dan memiliki warna mirip sekali dengan Batu Ruby. Hanya saja dipasaran, Batu Ruby lebih mendominasi dibanding Spinel, sehingga Spinel yang berkualitaspun tidak semudah menemukan Ruby yang berkualitas bagus. Harga yang ditawarkan hampir sama dengan Ruby, rata-rata bisa didapatkan dengan harga Rp 150.000 sampai puluhan Juta tergantung pada ukuran, jenis potongan, dan kualitas batu. Karena seperti diketahui bahwa saat ini batu mulia sudah banyak ditiru dengan batu buatan atau sintetis yang hampir mirip dengan batu aslinya. Termasuk batu Spinel ini. Banyak pebisnis yang menawarkan bahkan mencampur batu Spinel dengan Batu sintetis sehingga terkadang pembeli salah dalam memilih tapi membayar seharga batu asli. Untuk kondisi ekonomi masyarakat secara umum pasca kenaikan BBM, mungkin batu Spinel makin sulit ditemui karena tidak banyak pebisnis akik yang mau berkulak batu Spinel mengingat peminat batu Spinel tidak terlalu banyak. Ini yang mengakibatkan Batu Spinel jarang dijumpai dan cenderung harganya tinggi.

Batu Spinel dilihat sekilas memiliki warna rupa mirip dengan Batu Ruby. Walaupun memiliki kemiripan keindahan pancaran warna dengan Batu Ruby, tapi Batu Spinel memiliki struktur dan kandungan yang lain dengan Batu Ruby. Kandungan mineral Batu Spinel terdiri dari Magnesium, dan Alumunium serta warna merahnya dihasilkan dari Korundum yang terbentuk bersama Magnesium. Warna dasar spinel adalah merah dan mempunyai variasi oranye, pink, merah, dan ungu. Batu Spinel yang berasal dari Myanmar mempunyai warna pink dengan kilasan warna oranye yang menarik. Ada pula Batu Spinel juga yang memiliki warna biru dan disebut sebagai “cobalt spinel”. Jenis ini termasuk barang langka dan sulit ditemui dipasaran Internasional apalahi dipasaran domestic yang kecederungan dapat pasokan dari luar.
Dengan struktur kristalnya yang berbentuk Cubic, dan inclusion yang kuat, pancaran yang dihasilkan sangat menawan dan menarik hati. Batu Spinel memiliki kekerasan sebesar 8 pada skala Mohs, sehingga tergolong Batu Permata kelas II, dan termasuk keras, 1 tingkat dibawah Batu Safir serta Ruby. Biasanya spinel diikat cantik menjadi rangkaian perhiasan seperti kalung, gelang, cincin, giwang, manset, dan bros. Bila sudah menjadi perhiasan seperti ini harga sudah sangat tinggi apalagi dipadu dengan berlian dan gold plate.
Penghasil Batu Spinel mengatakan bahwa batu ini banyak berasal dari Sri lanka, Myanmar, Madagascar, Pakistan, Brazil, Australia, Sweden , Turkey, Rusia, Tanzania, Afghanistan, Birma, Thailand and Amerika Serikat.

Sekilas khasiat Batu Spinel

Tidak banyak informasi yang didapatkan mengenai batu spinel seperti batu-batu lain yang diburu oleh banyak orang seperti Ruby, Safir, atau Topaz. Tetapi batu Spinel tetap diberikan anugerah dari Illahi berupa keindahan, dan beberapa khasiat yang diyakini sebagian masyarakat bagus untuk penyembuhan penyakit fisik, membuang penghambat khususnya pada saluran peredaran darah, mengaktifkan energy positif baru dan memperbaharui sel-sel yang telah tua khususnya sel kulit yang menua sehingga ada yang mengatakan dapat menunda ketuaan, serta membantu pemakai dalam menghadapi tantangan peluang dan melihat sisi positif dari situasi maupun saat berhadapan dan berinteraksi dengan orang lain. Selain itu bagi pemakai Red Spinel diyakini dapat meningkatkan tekad, motivasi, kemampuan bersaing dan kemampuan dalam bertahan. Sehingga banyak pemakai spinel ini adalah pengusaha seperti batu Zamrud yang banyak digunakan pengusaha dalam kelancaran bisnisnya. Bagi ada para pecinta batu, tak ada salahnya mengunjungi pusat grosir batu Mulia terdekat dan sekedar mendapatkan informasi serta menikmati keindahannya walau tangan tak bergerak untuk merogoh saku untuk membelinya.

Read Full Post »

Kilau warnamu memancarkan keanggunanmu…memeluk keindahan dalam kehangatan Batu Garnet…

Batu Garnet sangat jarang kita dengar dikeseharian, tidak sesering kita dengar batu kecubung, safir, topas, atau mata kucing (cat’s eye). Padahal sebenarnya batu Garnet dengan Batu Topaz hampir sama karena memiliki tingkat kekerasan yang hampir sama (sekitar 6,5-7,5 skala Mohs). Tapi karena Batu Garnet sangat jarang diperjual belikan di Indonesia sehingga keindahannya pun jarang menghiasi counter-counter penjualan Batu Mulia di Jakarta atau kota-kota lain di Indonesia. Illahi mentakdirkan batu Garnet memiliki kumpulan mineral yang mempunyai kristal rhombic dodecahedrons dan trapezohedrons, serta memiliki komposisi kimia utamanya ialah kalsium, magnesium, aluminium, ferum2+, ferum3+, kromium, mangan, dan titanium. Batu garnet memiliki bermacam jenis. Hal ini karena adanya perbedaan dari komposisi kimianya dan membawa dampak pada perbedaan warna, diantaranya :

Almandine

Merah keunguan

Pyrope

Merah tua

Rhodolite

Merah jambu

Spessartine

Oranye

Hessonite

Kuning,Hijau Muda

Grossular

Hijau

Uvarovite

Hijau

Garnet mempunyai kekerasan 6.5 hingga 7.5 pada skala Mohs (Skala 7 – 7,5 Andalusite Cordierite Iolite Pyrope Rhodolite garnet, Skala 6,5 – 7,5 Grossular garnet Spessartite garnet), sehingga dikategorikan sebagai Batu Permata kelas III, sekelas dengan Citrine dan Tourquise. Menurut info, pada masa lalu, Batu garnet sudah dipergunakan untuk perhiasan di jaman Mesir Kuno.

Garnet pyrope, memiliki warna merahnya yang tua. Warna merah pada garnet ini dikarenakan kandungan chrome yang terdapat dalam struktur kristalnya. Garnet pyrope juga sering disebut sebagai “Malaya Garnet”. Selain itu ada juga garnet pyrope yang berasal dari Mali yang disebut “Mali Garnet” mempunyai berwarna merah-coklat. Warna merah transparan pada pyrope membuat harganya cukup tinggi. Garnet pyrope banyak berasal dari Afrika Selatan, Zimbabwe, Tanzania, Bohemia, Mexico, Brazil, Argentina, dan Australia.

Garnet rhodolite memiliki warna dasar merah jambu. Garnet rhodolite mempunyai kilauan luster yang sangat kuat dan ada yang mempunyai inclusion yang menarik. Rhodolite didapati di dalam batuan jenis alluvial dan batu metamorfik. Rhodolite biasa mempunyai warna merah jambu transparan. Rhodolite banyak ditemukan di Amerika, Zimbabwe, Tanzania, dan Sri Lanka.

Garnet Almandine mempunyai warna dasar merah hingga merah keunguan. Almandine mempunyai luster yang menarik seperti batuan dari kumpulan korundum. Warna almandine disebut sebagai warna garnet yang sebenarnya warna merahnya yang unik. Almandine ditemukan di Namibia, Zimbabwe, Tanzania, dan Sri Lanka.

Garnet spessartite mempunyai kumpulan silikon dengan managanese dan alumunium sebagai unsur utama, sehingga menyebabkan warna menjadi merah-oranye. Garnet ini juga dikenali sebagai “Mandarin Garnet” dan boleh didapati dalam bentuk transparent atau semi-opaque. Biasa didapati dari batuan jenis aluvial dan metamorfik. Batu ini banyak ditemukan di Virginia, Carlifonia, Mexico, Madgascar, Jerman, dan Itali.

Garnet Grossular memiliki warna dasar hijau, hijau-kekuningan, kuning-madu dan mempunyai kristal yang lengkap di dalam bentuk rhombic dodecahedrons dan kadangkala dengan trapezohedrons. Garnet ini didapati dalam dua bentuk transparent dan semi-opaque. Garnet Grossular banyak ditemukan di di Sri Lanka (kuning madu), Amerika, Madgascar (hijau), Kenya, dan Tanzania (hijau dan warna lain), dan Pakistan.

Garnet Hessonite merupakan garnet yang berwarna kuning yang diambil dari perkataan Greek “esson” (inferior). Ini kerana garnet ini tidak mempunyai warna yang menarik dan nilai yang tinggi berbanding dengan garnet jenis yang lain. Garnet ini mempunyai warna kuning seakan-akan topaz, citrine dan yellow sapphire. Negara pengeluar utamanya ialah Sri Lanka, Kanada, dan Brazil.

Garnet Uvarovite merupakan garnet yang berwarna hijau dan merupakan garnet yang paling berharga berbanding dengan jenis garnet yang lain karena Garnet ini mempunyai kilauan yang lebih kuat dari diamond. Garnet uvarovite dapat ditemukan di Namibia dan Ural (Russia).

Dipasaran batu baik domestik maupun internasional, Batu Garnet ini tak luput dari praktik pembuatan batu garnet sintetis (tidak asli). Hal ini yang menyebabkan kebingungan diantara pembeli karena kekurangjelian dalam memilih batu Garnet yang asli atau yang aspal. Harga kisaran di pasar domestik antara Rp 300.000 sampai dengan Jutaan, hal ini disebabkan jarangnya batu garnet di pasarkan di Indonesia, sehingga menjadi sesuatu yang langka.

Mitos seputar manfaat dari Batu Garnet

Batu Garnet adalah salah satu Batu yang luput dari kesan mistis karena memang Batu ini tidak cocok bila digunakan untuk sesuatu yang metafisik. Tapi disamping kemewahannya, batu Garnet diyakini sebagian masyarakat memiliki khasiat berupa kekuatan untuk menerangi malam dan mencegah mimpi buruk, dapat menjaga keselamatan pemakainya dalam perjalanan dan mencegah kecelakaan, Menyeimbangkan gangguan di kelenjar Thyroid, mengatasi kurangnya toleransi terhadap orang lain, mengurangi kekerasan hati. Selain itu yang unik adalah sebagai hadiah bagi rekan yang akan pergi jauh, dengan keyakinan suatu saat akan berjumpa lagi. Bagi anda para peminat bebatuan, jangan berlama-lama hanya membayangkan keindahannya…tapi mengingatlah pada Sang Maha Penciptanya.

Read Full Post »

Berlari mengejar kilatan cahaya yang melesat melalui sisi awan…memancar kilatan warna ungu meluluhkan hati mengagumi keindahan anugerah Illahi berupa Batu Kecubung…

Batu Kecubung, yang merupakan batu setengah permata ini tak asing lagi ditelinga masyarakat Indonesia, baik yang faham maupun yang tidak faham tentang batu permata. Ibaratnya yang namanya kecubung ini sudah menusantara dikenal masyarakat dalam pelukan mitos bahwa kecubung memiliki khasiat yang berupa pengasihan-asmara. Saking seringnya masyarakat ini tahu tentang kecubung, sampai-sampai muncul pendapat bahwa batu ini hanya ada di Indonesia (Kalimantan, Pacitan, dan Garut). Sebenarnya tidak demikian…Batu kecubung banyak ditemukan juga di manca Negara seperti Brazil, Canada, India, Russia, Madagascar, Namibia, Sri Lanka dan Amerika (Colorado, Georgia, Montana, North Carolina, Pennsylvania, Rhode Island, Virginia). Bahkan Kecubung menjadi lambang Batu Permata dari negara bagian South Carolina-USA (US State Gemstone of South Carolina) dan dari negara bagian Ontario-Canada (Canadian State Gemstone of Ontario, Canada). Di manca Negara atau di dunia internasional Batu Kecubung disebut juga sebagai Amethyst.

Kecubung atau Amethyst memiliki warna dasar ungu, dan merupakan batu mineral “supercomposite” yang terdiri daripada “lamella” seperti belang yang berselang diantara bagian kanan dengan kiri. Struktur ini diakibatkan karena tekanan mekanikal dalam lapisan bumi selama berjuta tahun. Hasilnya, kecubung atau amethyst mempunyai corak seakan-akan cap jari (berbelang-belang). Selain itu, corak di dalam batu amethyst juga terjadi karena hilangannya air (H2O) dalam mineralnya karena tekanan dalam waktu yang sangat lama. Tapi ada juga kecubung yang tidak bercorak dan membentuk kristal bening. Ditinjau dai kekerasannya, Kecubung atau Amethyst mempunyai kekerasan 7 pada skala Mohs. Sehingga Kecubung atau Amethyst sering disebut sebagai Batu Mulia atau permata kelas II.

Untuk di Indonesia, kecubung atau amethyst sudah mendapatkan posisi dihati penggemarnya, karena selain keindahannya, masyarakat kita meyakini bahwa Kecubung memiliki khasiat pengasihan. Benar atau tidaknya dikembalikan pada pribadi masing-masing. Batu Kecubung tidak sulit didapat, anda cukup datang ke Martapura (kalimantan), Pasar Batu Aji Rawa Bening dan PGJ (Jakarta), Malioboro (perempatan kantor pos – Jogjakarta), atau di Otista (Bandung). Dilokasi-lokasi tersebut banyak ditawarkan batu Kecubung dengan berbagai kualitas dan asalnya, ya tentu saja kualitas berbanding lurus dengan harganya. Satu Batu kecubung berkisar antara Rp 50.000 sampai diatas Rp 750.000,- tergantung kualitas dan ukurannya.

Di manca negara Batu Kecubung atau Amethyst yang dikenal ada dua jenis yaitu Amethyst Banded dan Amethyst Flower. Sedangkan uniknya di Indonesia di kenal adanya ”Kecubung Combong” atau Kecubung yang memiliki lubang sampai bawah dan diyakini memiliki kekuatan gaib tertentu. Masing-masing ada perbedaan dan khasiat yang berbeda. Dari sisi jenis potongannya, dipasaran terdapat kecubung yang dipotong dalam bentuk Pear Cut, Octagon cut, Heart Cut, dan round brilliant cut.

Batu Kecubung atau Amethyst dalam Mitos khasiat

Sudah mahfum bahwa di Indonesia kecubung atau amethyst selain sebagai batu perhiasan juga sering dianggap sebagai batu yang memiliki tuah atau khasiat, salah satu contoh adalah kecubung yang disebut kecubung khasian yang di percaya mempunyai khasiat untuk mendapat kan simpati dari orang lain dan juga orang menjadi tidak ingin berbuat jahat kepada si pemakai batu tersebut. Tetapi menurut kepercayaan untuk membuat batu tersebut berkhasiat, harus di olah secara alami, atau tidak menggunakan alat alat modern, seperti gerinda atau obat pemoles lainnya, umum nya mereka menggosok nya dengan menggunakan bambu ( bisa bambu hitam atau bambu biasa ), dan terkadang si pembuat juga berpuasa. Ada juga Kecubung Combong (berlubang). Cubung ini lebih dahsyat lagi kekuatannya.

Selain hal-hal yang berbau supranatural, Kecubung juga digunakan untuk meningkatkan kekuatan bathin/spiritual serta kewaspadaan intuitif seseorang. Juga digunakan untuk meredakan sakit kepala. Legenda mengatakan, menggunakan Amethyst atau minum dari cawan yang terbuat darinya, akan mencegah terjadinya keracunan, karena sifat mineral yang diyakini sebagai penawar racun. Selain itu dapat membantu dalam meditasi dan meningkatkan pemahaman spiritual, kejujuran diri, dan inspiras, imembuka kesadaran dan kemampuan menerima informasi pada tingkat lebih tinggi, membantu mereka yang ingin membebaskan diri dari kecanduan, khususnya alcohol, menyamankan kita pada masa kesedihan dan kehilangan, mengurangi ketegangan syaraf dan menghilangkan sakit kepala, mengurangi sakit dan bengkak pada luka dan mengurangi gejala sakit pada paru-paru dan gangguan usus. Ada kepercayaan lama menunjukkan arak yang diminum di dalam gelas amethyst tidak akan menyebabkan peminum menjadi mabuk.

Amethyst Banded diyakini dapat meningkatkan daya meditatif amethyst dan membantu mengembangkan kemampuan paranormal, membersihkan aura dan menguatkan charka, membuang energy negative yang berasal dari dalam maupun luar.

Sedangkan Amethyst Flowers diyakini memiliki energy amethyst, ditambah membuat kita mampu terlibat dalam berbagai karya atau kerja bersama, sementara fokus diri kita tetap terjaga dan dapat memprioritaskan hal-hal penting, dapat memberikan energy yang mengalir dan menyejukkan kepada kita secara individual maupun lingkungan sekitar.

Tips Merawat Batu Kecubung atau Amethyst

Bagi para kolektor batu Mulia, merawat ini hal sepele tapi sulit dilakukan karena keterbatasan waktu. Cobalah melakukan perawatan secara periodik dengan membersihkan Kecubung atau Amethyst anda di alat pembersih perhiasan atau dapat pula dengan menggunakan air hangat yang sudah diberi sedikit sabun khusus, kemudian sikatlah perlahan dengan sikat yang memiliki bulu halus. Jaga jangan sampai Amethyst anda terkena panas atau sinar matahari yang sangat terik dalam waktu lama karena warna batu akan memucat, serta simpanlah dalam tempat tersendiri dalam artian tidak tergores atau tergesek dengan batu koleksi anda yang lain. Hindarkan juga batu kecubung anda dari bahan-bahan kimia atau kosmetik semprot seperti parfum dan hairspray karena dapat membentuk lapisan kimia dipermukaan batu yang mengakibatkan batu anda menjadi kusam. Selamat berburu kecubung yang anda minati….bagi para pria sendiri, boleh juga mencoba batu ini untuk memikat kekasih idaman anda…hasilnya? Ask by yourself…

Read Full Post »

Batu Pirus…keindahan berbalut tembaga

Batu Pirus. Sering kita dengar orang yang umumnya berusia menyebut batu biru bergurat dengan sebutan Pirus. Memang batu Pirus banyak dipakai di segmen usia 40 tahun keatas. Pirus bernama lain Turquoise atau fairus, merupakan campuran fosfat tembaga dan alumunium ada juga yang menyebut sebagai campuran tanah, kapur, dan batu. Tak heran ada batu Pirus yang terlihat gurat-gurat putih. Batu Pirus atau Turquoise memiliki corak bermacam-macam, yang paling umum dijumpai adalah bermotif sarang laba-laba dilatari warna biru atau hijau. Warna dasar Turquoise adalah biru seperti langit, biru muda kehijauan hingga ke hijau muda. Warna biru berasal dari tembaga ,ferum (besi), dan aluminium. Batu Pirus atau Turquoise berasal dari Semanjung Persia (Iran, Israel, Afghanistan, Sinai), Nevada, Carlifornia, New Mexico, dan Arizona.

Ditinjau dari skala kekerasan yang dimiliki, Batu Pirus atau Turquoise memiliki kekerasan antara 5-6 pada skala Mohs. Hal inilah yang mengakibatkan sebagian ahli menyebut sebagai batu setengah permata, dan tergolong permata kelas III. Tapi dari sisi keindahannya, Batu Pirus tetap memiliki tempat dihati para pecinta anugerah Illahi yang berupa batu Pirus ini. Di Pasar Indonesia, harga Batu Pirus atau Turquoise tidaklah terlampau tinggi. Untuk per gram batu mentah dibandrol Rp 4.000/gram. Tapi kalo sudah dipotong dan dipoles, pembeli dapat merogoh saku sekitar Rp 20.000 – Rp 500.000,- tergantung kualitas dan usuran Batu Pirus yang ada. Di pasaran dunia, Batu Pirus mempunyai harga yang baik di pasaran. Batu Pirus dari Persia hádala Pirus yang berharga di pasaran karena memiliki warna biru atau hijau tanpa sebaran jalur. Seperti yang terjadi dipasarm bahwa Batu Pirus pun tak lupus dari praktik pembuatan sintetik baik legal maupun ilegal. Ironisnya, sulit sekali membedakan antara batu Pirus asli atau imitasi. Apalagi sudah dibuat menjadi perhiasan, atau gelang yang dibuat indah berbalus emas atau perak.

Umumnya, turquoise dipergunakan dalam bentuk cincin, kalung, dan giwang dan seringkali dijual secara serangkai. Selain itu, gelang, gelang kaki, dan liontin juga turut mempresentasikan bebatuan yang eksotik ini. Bahkan, bebatuan yang sering disebut dengan nama pirus ini juga hadir dalam bentuk kepala sabuk, bros, bahkan hiasan di atas selop wanita.

Pirus dan Mitos khasiat yang menyertainya

Dari beberapa info, pertama kali Batu Pirus digunakan sekitar 7000 tahun yang lalu, berarti dibanding Lapis lazuli, batu Pirus 500 tahun lebih awal dikenal sebagai permata. Hal ini terbukti dengan ditemukannya Pirus sebagai alat solekan di Mesir Purba dan menjadikannya celak mata. Para ahli menemukan bahwa di suku Inca kuno dan Mesir menggunakan Batu Pirus sebagai perhiasan bagi menghias mayat golongan bangsawan sebelum dimakamkan. Tak heran bila banyak makam bangsawan Inca kuno dibongkar kuburnya untuk mendapatkan harta berupa batu ini sebelum kuburan dimusnahkan.

Orang Barat menganggap Batu Pirus sebagai batu yang mempunyai berbagai keistimewaan dari segi penyembuhan penyakit. Sedangkan di suku Puak Red Indian dahulu meletakkan Batu Pirus pada busur panah sebagai kepercayaan mereka bahwa batu Pirus dapat membantu mereka memanah pada sasaran yang tepat.

Tidak hanya berkutat seputar sejarah, untuk masa kini Batu Pirus diyakini dapat membantu profesi akuntan dalam bekerja karena diyakini dapat membawa pada relaksasi mental dan pikiran karena perasaan was-was atau bingung. Tak hanya itu, Illahi memberikan anugerah berupa manfaat untuk mengatasi penyakit paru-paru, syaraf, mata, penyakit di kerongkongan. Pirus pun mampu menguatkan jantung, memperbaiki peredaran darah, keracunan dalam darah, dan memulihkan tenaga.

Memahami Batu Pirus Asli dan Imitasi

Banyak dikenal Batu Pirus adalah warna biru, bebatuan ini sebetulnya mempunyai banyak variasi warna. Semakin tinggi kandungan tembaganya, maka semakin biru warna bebatuan ini. Sebaliknya, jika kandungan besinya yang lebih tinggi, maka warna turquoise cenderung ke arah hijau. Ini, tentu saja, bila merupakan turquoise asli.

Sedang turquoise imitasi, tentu tidak mengenal ‘hukum’ semacam itu. benda ini biasanya merupakan hasil olahan laboratorium. Dengan begitu, warna yang dihasilkan juga cenderung seragam, mendekati biru. Turquoise imitasi yang berwarna pucat dibuat dengan menutupkan wax atau minyak untuk membuyarkan warnanya. Hanya saja, biasanya warna ini tidak akan permanen sifatnya. Bagaimana membedakan turquoise asli dan palsu? Turquoise asli, akan tetap berwarna biru sampai ke dalam kendati patah. Sebaliknya, yang palsu atau Aspal apabila dipotong maka warna birunya tidak sampai dalam.

Sekarang tinggal anda yang bisa menjawab, bagaimana dengan anda? Tertarik untuk memiliki Batu Pirus?

Read Full Post »

 
 

Deretan Batu Mulia yang masuk dalam kategori papan atas adalah Topaz. Kita banyak mengenal Topaz dengan warna pucat, kuning, biru, bahkan yang langka adalah yang berwarna merah jambu (rose muda). Tapi karena kemiripan dengan Aquamarine, sehingga sulit dengan metode biasa untuk membedakan mana Topaz, mana Aquamarine. Atau bisa juga mirip citrin. Bahkan teknologi yang dapat membuat Topaz sintetis makin berkembang, sehingga makin sulitlah orang mendapatkan batu mulia yang bernama Topaz ini. Takdir menggariskan bahwa Batu Topaz terdiri dari gugusan silikon yang mengandungi gabungan alumunium bersama dengan fluorine dan hidroxil. Asal muasal disebut Topaz berasal dari nama kepulauan Topazos yang terletak di Laut Merah. Selain Lapiz Lazuli, Topaz sudah dikenal sejak jaman Mesir Kuno. Pada zaman dahulu, ukiran burung helang di batu topaz digunakan untuk menyatakan niat baik dari seorang raja, ratu dan hartawan. Orang Yunani mempercayai topaz memberikan kekuatan dari sisi penglihatan, baik penglihatan batin maupun fisik.

Keindahan Batu Topaz biasanya ditemui dalam bentuk kristal yang mempunyai kilauan prismatik dan memantulkan uraian cahaya yang melalui permata ini. Topaz biasanya ditemui dalam warna putih, kuning, dan biru. Selain itu, terdapat juga topaz yang berwarna keemasan, coklat, biru dan yang paling jarang ditemui berwarna merah jambu dan merah. Dari sisi kekerasan yang dimiliki, Topaz mempunyai kekerasan 7,5 – 8 pada skala Mohs, jadi Topaz ini sebenarnya masuk antara kategori permata kelas I dan kategori permata kelas II. Topaz merupakan batu permata yang mempunyai intrusion seperti batu granit. Mineral topaz ini dikenali secara saintifik berasal dari batuan dari Saxony (German). Dilihat dari asalnya, Topaz banyak ditemui di Brazil, Amerika Serikat, Sri Lanka, Siberia, Nigeria, Brazil, Nigeria, Mexico dan Zaire sedangkan Topaz kuning biasa ditemui di Brazil, Jepang, Sri Lanka, dan Burma, Walaupun di Kalimantan pernah di klaim ada topas dari Kalimantan, tapi perlu di telusuri lebih jauh kebenarannya. Untuk Uni Soviet bisa dijumpai Topaz Merah Jambu disana. Batu Topaz yang tidak berwarna (lutsinar) banyak dijumpai di Brazil, German (Saxony), Nigeria, Zaire, dan Namibia. Topaz yang tidak berwarna ini memiliki warna yang agak pucat dan tidak banyak memancarkan cahaya. Topaz ini lebih mudah didapat, kalau di pasaran Indonesia bisa sekitar Rp 200.000,- sampai Rp 750.000,-.Walaupun mudah didapati dan tidak mendapat pasaran yang baik, dengan potongan yang menarik, topaz lutsinar ini dapat menghasilkan kilauan luster seperti diamond.

Batu Topaz yang biasa dijumpai dipasaran adalah yang berwarna kuning, dan orang banyak menyebut sebagai sherry topaz, golden topaz, atau Topaz kuning. Topaz ini biasa dipotong dalam bentuk oval atau pear. Batu Topaz yang berwarna kuning sangat mirip sekali dengan citrine. Sehingga perlu kejelian dan pengalaman bahkan kejujuran dari si penjual untuk mengatakan, ini topaz dan ini citrine. Tapi jelas ada perbedaan bagi yang paham, bahwa Topaz kuning ini mempunyai luster yang lebih kelihatan berbanding citrine dan Topaz mempunyai kepadatan yang lebih besar dibanding citrine. Untuk Topaz kuning yang satu ini peminat bisa merogoh paling tidak diatas 1 juta sampai puluhan juta untuk mendapatkan Topaz kuning yang asli dan berkualitas. Batu Topaz yang berwarna merah jambu (rose) merupakan topaz langka dan memiliki harga paling mahal. Pemotongan topaz ini biasanya dalam bentuk pear dan terdapat juga yang dipotong dalam bentuk “step cut” atau cutting. Topaz berwarna merah jambu mempunyai kepadatan yang lebih tinggi berbanding kunzite, morganite, dan tourmaline serta mempunyai inclusion yang sangat menarik sekaligus indah.

Selain berbicara warna kuning dan merah jambu, dijumpai juga Topaz yang berwarna biru, dan mempunyai varieti warna dari biru awan hingga ke biru jernih menuju transparan. Topaz berwarna biru mempunyai warna mirip sekali dengan aquamarine hanya bedanya adalah cahaya biru laut tidak muncul seperti pada aquamarine. Negara yang banyak terdapat Blue Topaz adalah di Brazil, Nigeria, dan Mexico.

Anugerah Illahi dari sebuah Batu Topaz

Batu Topaz dipercaya masyarakat bahwa pemakainya dapat menolak bahaya (Tolak Baya), membantu mengatasi emosi negatif dan melindungi terhadap tekanan psikologi lawan. Sifat alam yang membawa keunikan batu topaz adalah bila digosok dengan keras dapat mengeluarkan api, dan daya listrik. Selain itu Batu Topaz diyakini dapat digunakan untuk menambah kekuatan, mencegah terjadinya penyakit ginjal dan kandung kemih (infeksi maupun lemah). Sedangkan untuk Topaz Biru, dapat menenangkan, memberi inspirasi dan menaikkan mood , berhubungan dengan dunia para malaikat dan peradaban kuno, batu ini dapat mengurangi gangguan tenggorokan, panas dalam, membantu komunikasi dan berekspresi bagi para seniman, menyejukkan seluruh tubuh dan mengurangi stress, serta memberikan perlindungan dari energy negatif, disamping menyembuhkan luka dan penderitaan emosional, memacu komunikasi verbal yang efektif dan jujur, mengurangi rasa sakit (khususnya para penderita sinusitis), dan merupakan penyembuh ampuh , bagus untuk paru-paru, tenggorokan, kelenjar thyroid, kelenjar thymus, dan organ jantung. Bagi anda para peminat Batu Topaz, perlu disiapkan uang lebih untuk mendapatkan batu idaman ini. Hanya saja jangan sampai salah dalam memilih…antara citrin atau topaz, topaz atau aquamarine…

 

Read Full Post »

Older Posts »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 114 other followers